Logo Header Antaranews Sumsel

Bandara AS lumpuh akibat "shutdown" 40 hari, antrean mengular dan penerbangan tertunda

Senin, 23 Maret 2026 10:18 WIB
Image Print
Arsip Foto - Sejumlah calon penumpang terlihat di Bandara Internasional San Francisco di San Francisco, Amerika Serikat, Minggu (26/11/2023). ANTARA/Xinhua/Li Jianguo/am.

Jakarta (ANTARA) - Bandara-bandara di Amerika Serikat dirundung kekacauan akibat penghentian sebagian operasional ("shutdown") pemerintah, yang menyebabkan antrean pemeriksaan keamanan berjam-jam dan penundaan penerbangan di mana-mana.

"Bandara dari ujung ke ujung AS mengalami penundaan besar, antrean keamanan BERJAM-JAM, dan penerbangan yang terlewat," kata Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) melalui media sosial X, Minggu.

"Shutdown" pemerintah yang berdampak pada DHS tersebut telah berlangsung selama 40 hari lebih, dengan Dinas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA), yang merupakan bagian DHS, terdampak paling keras. Karyawan TSA dilaporkan tak kunjung digaji selama berminggu-minggu.

Dampaknya, sebagian besar staf TSA tidak bekerja, sehingga menyebabkan antrean pemeriksaan keamanan di bandara-bandara mengular berkepanjangan.

"Tanggung jawab kekacauan ini ada di pundak orang-orang Partai Demokrat," kata DHS.

Mengingat situasi yang berlangsung, Presiden AS Donald Trump di hari yang sama mengumumkan akan mengerahkan agen-agen Dinas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) untuk meningkatkan pengamanan di bandara-bandara AS mulai 23 Maret.

Sumber: Sputnik



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026