Nelayan OKI hemat ongkos melaut berkat konversi BBM ke BBG
Jumat, 23 Oktober 2020 14:18 WIB
Wakil Bupati Ogan Komering Ilir H M Dja’far Shodiq menyerahkan bantuan program konversi BBM ke BBG. (ANTARA/HO/20)
Palembang (ANTARA) - Sejumlah nelayan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, bisa menghemat ongkos melaut berkat mengikuti program konversi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten OKI Irawan di Kayuagung, Jumat, mengatakan nelayan dapat mengurangi biaya hingga 50 persen dibandingkan sebelumnya.
“Harga Bahan bakar gas (BBG) ini lebih murah dibanding BBM per liternya. Penghematan biaya operasional dengan menggunakan LPG berkisar 30-50 persen dibanding saat menggunakan BBM (minyak solar). Di beberapa tempat bahkan bisa menghemat hingga 80 persen,” kata dia.
Bantuan ini merupakan tahapan kedua yang diterima oleh nelayan di Kabupaten OKI sejak tahun lalu sebanyak 950 paket. Sementara tahun ini sejumlah 1.707 paket untuk 5 Kecamatan antara lain, Kayuagung 491 paket, SP Padang 433 paket, Jejawi 404 paket, Pampangan 278, Pedamaran 101 paket.
“Ribuan paket bantuan mesin ini akan disalurkan secara bertahap kepada nelayan,” kata dia.
Pembagiannya dilakukan bertahap dimulai 21 Oktober hingga 19 November 2020 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan COVID-19, yakni rata-rata perhari sebanyak 50-60 nelayan.
Sementara itu, Wakil Bupati Ogan Komering Ilir H M Dja’far Shodiq menambahkan, Pemkab OKI akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya. Untuk itu, dia berharap bantuan ini betul-betul bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para nelayan.
Bahkan, ia berharap agar sekitar 33 ribu nelayan di OKI mendapatkan bantuan yang sama.
“Dengan bantuan ini mungkin belum mencukupi secara keseluruhan, tapi bantuan ini akan sangat tepat sekali. Manfaatkan bantuan sebaik-baiknya,” kata dia.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten OKI Irawan di Kayuagung, Jumat, mengatakan nelayan dapat mengurangi biaya hingga 50 persen dibandingkan sebelumnya.
“Harga Bahan bakar gas (BBG) ini lebih murah dibanding BBM per liternya. Penghematan biaya operasional dengan menggunakan LPG berkisar 30-50 persen dibanding saat menggunakan BBM (minyak solar). Di beberapa tempat bahkan bisa menghemat hingga 80 persen,” kata dia.
Bantuan ini merupakan tahapan kedua yang diterima oleh nelayan di Kabupaten OKI sejak tahun lalu sebanyak 950 paket. Sementara tahun ini sejumlah 1.707 paket untuk 5 Kecamatan antara lain, Kayuagung 491 paket, SP Padang 433 paket, Jejawi 404 paket, Pampangan 278, Pedamaran 101 paket.
“Ribuan paket bantuan mesin ini akan disalurkan secara bertahap kepada nelayan,” kata dia.
Pembagiannya dilakukan bertahap dimulai 21 Oktober hingga 19 November 2020 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan COVID-19, yakni rata-rata perhari sebanyak 50-60 nelayan.
Sementara itu, Wakil Bupati Ogan Komering Ilir H M Dja’far Shodiq menambahkan, Pemkab OKI akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya. Untuk itu, dia berharap bantuan ini betul-betul bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para nelayan.
Bahkan, ia berharap agar sekitar 33 ribu nelayan di OKI mendapatkan bantuan yang sama.
“Dengan bantuan ini mungkin belum mencukupi secara keseluruhan, tapi bantuan ini akan sangat tepat sekali. Manfaatkan bantuan sebaik-baiknya,” kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Waspada kejahatan digital, Pemkab OKI edukasi masyarakat lewat Gerakan Antiscam
13 March 2026 19:03 WIB
Kodam II/Sriwijaya bangun tiga jembatan gantung di OKI dan OKU untuk konektivitas desa
04 March 2026 17:34 WIB
PT OKI Pulp & Paper bangun jalan beton di OKI, dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa
14 February 2026 17:53 WIB
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
Banjir di OKI Sumsel meluas ke enam kecamatan, BPBD ingatkan warga tingkatkan kewaspadaan
20 January 2026 7:15 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB