BRI Palembang lampaui target penyaluran kredit PEN
Jumat, 25 September 2020 16:06 WIB
Logo PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. ANTARA/Dokumentasi BRI
Palembang (ANTARA) - PT BRI (Persero) Tbk Wilayah Palembang melampaui target penyaluran kredit program pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 126 persen per 31 Agustus 2020.
Wakil Pemimpin Wilayah BRI Palembang Fajar S Pramono di Palembang, Sumsel, Jumat, mengatakan perusahaannya telah merealisasikan kredit senilai Rp81 miliar dari target Rp64,2 miliar yang ditetapkan pemerintah.
"Alokasi kredit untuk PEN kami bagi dalam beberapa skim kredit, salah satunya Kredit Modal Kerja (KMK) Tangguh," kata dia.
Menurutnya, KMK Tangguh telah diserap oleh 151 debitur di Sumsel. Mereka ini merupakan pelaku usaha yang terdampak COVID-19 sehingga membutuhkan tambahan modal untuk bangkit serta mengembangkan usaha.
Fajar menambahkan pihaknya juga menyasar pelaku usaha mikro dalam program PEN melalui kredit Kupedes Bangkit.
Dalam skim kredit tersebut, perusahaan memberikan masa tenggang pembayaran pokok selama enam bulan pertama.
Melalui metode ini, diharapkan pemulihan usaha debitur dapat berjalan lebih cepat.
"Saat ini, terdapat 224 debitur yang menyerap Kupedes Bangkit di Sumsel," kata dia.
Fajar tak menyangkal pandemi telah memukul rencana ekspansi perusahaannya terutama dalam penyaluran kredit. Bahkan, BRI mengalami titik terendah pada Juni 2020.
Namun, seiring dengan bangkitnya perekonomian membuat penyaluran kredit mulai menggeliat kembali tepatnya pada awal Agustus 2020.
Kondisi ini juga berdampak positif pada penyaluran kredit PEN yang merupakan penugasan dari pemerintah.
"Walau demikian, dampak COVID-19 memang tidak dapat dielakkan. Biasanya pada Agustus, kami sudah kehabisan kuota KUR dan malah minta tambah, tapi kini masih ada," kata dia.
Wakil Pemimpin Wilayah BRI Palembang Fajar S Pramono di Palembang, Sumsel, Jumat, mengatakan perusahaannya telah merealisasikan kredit senilai Rp81 miliar dari target Rp64,2 miliar yang ditetapkan pemerintah.
"Alokasi kredit untuk PEN kami bagi dalam beberapa skim kredit, salah satunya Kredit Modal Kerja (KMK) Tangguh," kata dia.
Menurutnya, KMK Tangguh telah diserap oleh 151 debitur di Sumsel. Mereka ini merupakan pelaku usaha yang terdampak COVID-19 sehingga membutuhkan tambahan modal untuk bangkit serta mengembangkan usaha.
Fajar menambahkan pihaknya juga menyasar pelaku usaha mikro dalam program PEN melalui kredit Kupedes Bangkit.
Dalam skim kredit tersebut, perusahaan memberikan masa tenggang pembayaran pokok selama enam bulan pertama.
Melalui metode ini, diharapkan pemulihan usaha debitur dapat berjalan lebih cepat.
"Saat ini, terdapat 224 debitur yang menyerap Kupedes Bangkit di Sumsel," kata dia.
Fajar tak menyangkal pandemi telah memukul rencana ekspansi perusahaannya terutama dalam penyaluran kredit. Bahkan, BRI mengalami titik terendah pada Juni 2020.
Namun, seiring dengan bangkitnya perekonomian membuat penyaluran kredit mulai menggeliat kembali tepatnya pada awal Agustus 2020.
Kondisi ini juga berdampak positif pada penyaluran kredit PEN yang merupakan penugasan dari pemerintah.
"Walau demikian, dampak COVID-19 memang tidak dapat dielakkan. Biasanya pada Agustus, kami sudah kehabisan kuota KUR dan malah minta tambah, tapi kini masih ada," kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Semen Padang FC resmi rekrut Guillermon Fernandez, pemain Spanyol sempat merumput di Liga India
19 January 2026 7:25 WIB
Semen Padang FC datangkan eks pemain Athletic Bilbao Guillermo Fernandez Hierro
18 January 2026 14:02 WIB
Bek sayap Persib Kakang Rudianto ingin lanjutkan tren positif setelah menang atas Persija
14 January 2026 7:18 WIB
Persib lebih diunggulkan dibandingkan Persija, selalu menang di empat pertemuan terakhir
11 January 2026 12:31 WIB
Persebaya terapkan strategi pertahanan mid-block, kunci kemenangan atas Malut United 2-1
10 January 2026 20:59 WIB
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Persis Solo kehilangan fokus, pelatih sebut penyebab kekalahan atas Persebaya 1-2
03 November 2025 7:29 WIB