Pelaku UMKM di Sumsel didorong manfaatkan e-commerce
Jumat, 18 September 2020 14:53 WIB
Peserta merapikan tampilan produk miliknya pada Pameran Karya kreatif Indonesia di Gedung Kriya Sumatera Selatan, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2020). (ANTARA FOTO/Feny Selly/wsj)
Palembang (ANTARA) - Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sumatera Selatan didorong untuk memanfaatkan perdagangan elektronik (e-commerce) sebagai sarana pemasaran agar mampu bertahan selama masa pandemi COVID-19.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Sumatera Selatan Musiawati di Palembang, Jumat, mengatakan berdasarkan hasil survei, UMKM yang eksis dan mampu beradaptasi pada masa pandemi adalah mereka yang terhubung dengan market place atau e-commerce.
“Oleh karena itu kami terus berupaya mendorong pelaku UKM agar masuk ke pasar e-commerce agar tetap eksis usahanya,” katanya saat acara Pelatihan Vocational Berbasis Ecommerce bagi UMKM Bidang Fashion.
Baca juga: Layanan syariah LinkAja dukung penguatan UMKM melalui pelatihan
Musiawati mengatakan pemerintah provinsi pun bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan vokasi berbasis e-commerce untuk 100 pelaku UKM di provinsi itu.
Dalam pelatihan tersebut, kata dia, pelaku usaha diharapkan bisa mendapatkan strategi untuk beradaptasi pada masa pandemi.
Musiawati menambahkan pemerintah sebetulnya telah memberikan banyak dukungan untuk UMKM agar bisa bertahan.
Baca juga: Riset UI: Kontribusi Gojek untuk Perekonomian Palembang capai Rp4,6 triliun
Salah satunya, melalui bantuan langsung tunai (BLT) untuk para pelaku UMKM yang terkena dampak COVID-19 senilai total Rp2,4 juta.
“Memang pendaftaran bantuan tersebut telah ditutup pada 10 September 2020, namun bagi pelaku UMKM yang belum mendaftar karena ketinggalan informasi bisa langsung mendatangi kantor perwakilan UMKM di kabupaten/kota masing-masing untuk informasi lebih lanjut,” kata dia.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan perlu memperhatikan dan memberdayakan Usaha Kecil Menengah demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga: Kemenperin pacu IKM manfaatkan teknologi digital dalam pemasaran
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Hari Widodo mengatakan sejauh ini BI sudah memetakan sektor bisnis yang masih bisa tumbuh di tengah pandemi COVID-19.
Sektor itu di antaranya, sektor transportasi melalui penggunaan uang elektronik mengingat Sumatera Selatan memiliki LRT, sektor pariwisata melalui bisnis online tiket dan sektor perdagangan ritel melalui penggunaan layanan transaksi digital.
Selain itu, BI juga mendorong kalangan perbankan untuk menggarap sektor UMKM dan keuangan syariah.
“Tinggal lagi bagaimana mendorong UMKM untuk mengakses layanan perbankan digital di tengah pandemi ini,” kata dia.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Sumatera Selatan Musiawati di Palembang, Jumat, mengatakan berdasarkan hasil survei, UMKM yang eksis dan mampu beradaptasi pada masa pandemi adalah mereka yang terhubung dengan market place atau e-commerce.
“Oleh karena itu kami terus berupaya mendorong pelaku UKM agar masuk ke pasar e-commerce agar tetap eksis usahanya,” katanya saat acara Pelatihan Vocational Berbasis Ecommerce bagi UMKM Bidang Fashion.
Baca juga: Layanan syariah LinkAja dukung penguatan UMKM melalui pelatihan
Musiawati mengatakan pemerintah provinsi pun bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan vokasi berbasis e-commerce untuk 100 pelaku UKM di provinsi itu.
Dalam pelatihan tersebut, kata dia, pelaku usaha diharapkan bisa mendapatkan strategi untuk beradaptasi pada masa pandemi.
Musiawati menambahkan pemerintah sebetulnya telah memberikan banyak dukungan untuk UMKM agar bisa bertahan.
Baca juga: Riset UI: Kontribusi Gojek untuk Perekonomian Palembang capai Rp4,6 triliun
Salah satunya, melalui bantuan langsung tunai (BLT) untuk para pelaku UMKM yang terkena dampak COVID-19 senilai total Rp2,4 juta.
“Memang pendaftaran bantuan tersebut telah ditutup pada 10 September 2020, namun bagi pelaku UMKM yang belum mendaftar karena ketinggalan informasi bisa langsung mendatangi kantor perwakilan UMKM di kabupaten/kota masing-masing untuk informasi lebih lanjut,” kata dia.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan perlu memperhatikan dan memberdayakan Usaha Kecil Menengah demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga: Kemenperin pacu IKM manfaatkan teknologi digital dalam pemasaran
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Hari Widodo mengatakan sejauh ini BI sudah memetakan sektor bisnis yang masih bisa tumbuh di tengah pandemi COVID-19.
Sektor itu di antaranya, sektor transportasi melalui penggunaan uang elektronik mengingat Sumatera Selatan memiliki LRT, sektor pariwisata melalui bisnis online tiket dan sektor perdagangan ritel melalui penggunaan layanan transaksi digital.
Selain itu, BI juga mendorong kalangan perbankan untuk menggarap sektor UMKM dan keuangan syariah.
“Tinggal lagi bagaimana mendorong UMKM untuk mengakses layanan perbankan digital di tengah pandemi ini,” kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pusri gelar pelatihan desain wastra melalui Rumah BUMN Sumsel, perkuat ekosistem UMKM
07 February 2026 16:21 WIB
Semen Baturaja fasilitasi pelatihan desain branding-kemasan bagi UMKM
28 August 2024 15:20 WIB, 2024
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025