Layanan syariah LinkAja dukung penguatan UMKM melalui pelatihan
Jumat, 18 September 2020 10:41 WIB
Aplikasi Layanan Syariah LinkAja. ANTARA/HO-LinkAja
Jakarta (ANTARA) - Layanan syariah LinkAja mendukung penguatan sektor UMKM selama masa pandemi COVID-19 dengan memberikan pelatihan virtual untuk memajukan kinerja ekonomi dan keuangan syariah.
Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja dalam pernyataan di Jakarta, Kamis, mengatakan pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 1.000 mitra UMKM untuk pembekalan guna meningkatkan ketahanan bisnis.
"Pelatihan ini juga merupakan salah satu wujud nyata implementasi misi besar kami dalam membangun ekosistem dan platform layanan keuangan digital yang melayani kebutuhan masyarakat kelas menengah dan UMKM di Indonesia," katanya.
Menurut dia, pemberdayaan UMKM ini sangat penting, karena selama masa pandemi, pelaku usaha berhadapan dengan situasi yang sulit mengingat berkurangnya permintaan dari masyarakat.
"Kami melihat adanya peluang bagi UMKM untuk dapat terus berkembang, salah satunya, dengan memaksimalkan teknologi digital dan menyasar pada pasar industri halal yang berpotensi besar," katanya.
Haryati menambahkan pelatihan virtual yang dilakukan bersama Katadata ini juga mengajak para UMKM untuk dapat menyesuaikan pola bisnis sesuai dengan perubahan perilaku konsumen, khususnya di masa pandemi.
Pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkuat ekosistem syariah digital di Indonesia sehingga UMKM dapat memperkuat potensi industri halal serta mendukung Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah global.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Hanung Harimba Rachman ikut mengapresiasi adanya pelatihan virtual untuk memitigasi dampak COVID-19 bagi para pelaku UMKM di Indonesia.
"Pelatihan virtual ini, diharapkan dapat membangkitkan optimisme UMKM di Indonesia untuk tetap bertahan dan berkembang. Besar harapan saya agar layanan syariah LinkAja dapat menjadi solusi mitigasi yang efektif," ujarnya.
Ia mengharapkan pelatihan virtual ini dapat menggarap potensi industri syariah di Indonesia yang selama ini belum tergarap maksimal dan memperkuat daya tahan UMKM dalam masa seperti ini.
Hingga September 2020, layanan syariah LinkAja telah menjangkau ekosistem khusus syariah di 69 kotamadya dan 273 kabupaten, yang mencakup masjid, lembaga amil zakat, pusat kuliner halal, modern retail lokal, pesantren, bank syariah, sekolah Islam, dan universitas Islam.
Layanan juga telah memiliki lebih dari 567.000 pengguna terdaftar, yang diperkirakan terus meningkat sejalan dengan adanya komitmen dari mitra strategis seperti pemerintah daerah dan institusi lainnya untuk berkolaborasi demi perluasan ekosistem digital syariah.
Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja dalam pernyataan di Jakarta, Kamis, mengatakan pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 1.000 mitra UMKM untuk pembekalan guna meningkatkan ketahanan bisnis.
"Pelatihan ini juga merupakan salah satu wujud nyata implementasi misi besar kami dalam membangun ekosistem dan platform layanan keuangan digital yang melayani kebutuhan masyarakat kelas menengah dan UMKM di Indonesia," katanya.
Menurut dia, pemberdayaan UMKM ini sangat penting, karena selama masa pandemi, pelaku usaha berhadapan dengan situasi yang sulit mengingat berkurangnya permintaan dari masyarakat.
"Kami melihat adanya peluang bagi UMKM untuk dapat terus berkembang, salah satunya, dengan memaksimalkan teknologi digital dan menyasar pada pasar industri halal yang berpotensi besar," katanya.
Haryati menambahkan pelatihan virtual yang dilakukan bersama Katadata ini juga mengajak para UMKM untuk dapat menyesuaikan pola bisnis sesuai dengan perubahan perilaku konsumen, khususnya di masa pandemi.
Pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkuat ekosistem syariah digital di Indonesia sehingga UMKM dapat memperkuat potensi industri halal serta mendukung Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah global.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Hanung Harimba Rachman ikut mengapresiasi adanya pelatihan virtual untuk memitigasi dampak COVID-19 bagi para pelaku UMKM di Indonesia.
"Pelatihan virtual ini, diharapkan dapat membangkitkan optimisme UMKM di Indonesia untuk tetap bertahan dan berkembang. Besar harapan saya agar layanan syariah LinkAja dapat menjadi solusi mitigasi yang efektif," ujarnya.
Ia mengharapkan pelatihan virtual ini dapat menggarap potensi industri syariah di Indonesia yang selama ini belum tergarap maksimal dan memperkuat daya tahan UMKM dalam masa seperti ini.
Hingga September 2020, layanan syariah LinkAja telah menjangkau ekosistem khusus syariah di 69 kotamadya dan 273 kabupaten, yang mencakup masjid, lembaga amil zakat, pusat kuliner halal, modern retail lokal, pesantren, bank syariah, sekolah Islam, dan universitas Islam.
Layanan juga telah memiliki lebih dari 567.000 pengguna terdaftar, yang diperkirakan terus meningkat sejalan dengan adanya komitmen dari mitra strategis seperti pemerintah daerah dan institusi lainnya untuk berkolaborasi demi perluasan ekosistem digital syariah.
Pewarta : Satyagraha
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Sumsel Babel pasarkan Sukuk Ritel SR024 sebagai instrumen investasi syariah aman
16 March 2026 14:00 WIB
BYOND by BSI meraih respons positif berkat fitur dan program khusus
17 November 2024 16:40 WIB, 2024
Sekda Sumsel hadiri rapat sinergi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah
05 October 2024 8:25 WIB, 2024
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB