Ribuan warga OKU dapat bantuan sosial tunai
Senin, 7 September 2020 12:29 WIB
Bupati OKU, Kuryana Aziz menyerahkan bantuan sosial tunai secara simbolis kepada KPM penerima bantuan, Senin (7/9/2020) ANTARA/Edo Purmana
Baturaja (ANTARA) - Sebanyak 6.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan mendapat bantuan sosial tunai dari pemerintah daerah setempat guna membantu perekonomian di tengah pandemi COVID-19.
Kepala Dinas Sosial Ogan Komering Ulu (OKU) Syaiful Kamal di Baturaja, Senin mengatakan bantuan sosial tunai tahap II dan III itu disalurkan melalui Bank Sumsel Babel Baturaja.
Baca juga: Gubernur Sumsel kucurkan bantuan Rp81 miliar ke Kabupaten OKU
"Dari total 20 ribu KPM yang terdata, baru enam ribu diantaranya yang sudah dicairkan karena datanya sudah lengkap, sedangkan sisanya disalurkan secara bertahap," kata dia.
Menurut dia, dana bantuan sosial tunai bersumber dari APBD Kabupaten OKU tahun anggaran 2020 tersebut disalurkan guna membantu masyarakat di wilayah itu yang secara tidak langsung terdampak pandemi COVID-19.
Baca juga: Disnakan Ogan Komering Ulu bantu kelompok tani 3.000 bibit ikan baung
"Bantuan sosial ini sebelumnya disalurkan berupa sembako senilai Rp200 ribu," katanya.
Namun pada tahap II dan III ini bantuan tersebut diganti dengan uang tunai sebesar Rp200 ribu/bulan yang langsung ditransfer ke rekening Bank Sumsel Babel.
Baca juga: Pemkab OKU terapkan sanksi disiplin protokol kesehatan
"Jadi, pada pencairan tahap II dan III ini setiap KPM menerima dana sebesar Rp400.000 untuk pembayaran periode Mei-Juni 2020," ungkapnya.
Ia mengakui, proses pencairan tahap II dan III ini sedikit terlambat karena data KPM yang terdata sebelumnya harus diverifikasi dan validasi ulang sebelum dana dicairkan.
"Seperti mencantumkan nama ibu kandung, penyesuaian tempat dan tanggal lahir termasuk pembuatan rekening Bank Sumsel Babel yang membutuhkan proses waktu cukup lama," jelasnya.
Baca juga: PDAM Ogan Komering Ulu imbau warga hemat penggunaan air bersih
Baca juga: Pemkab OKU terapkan sanksi disiplin pelanggar protokol kesehatan
Kepala Dinas Sosial Ogan Komering Ulu (OKU) Syaiful Kamal di Baturaja, Senin mengatakan bantuan sosial tunai tahap II dan III itu disalurkan melalui Bank Sumsel Babel Baturaja.
Baca juga: Gubernur Sumsel kucurkan bantuan Rp81 miliar ke Kabupaten OKU
"Dari total 20 ribu KPM yang terdata, baru enam ribu diantaranya yang sudah dicairkan karena datanya sudah lengkap, sedangkan sisanya disalurkan secara bertahap," kata dia.
Menurut dia, dana bantuan sosial tunai bersumber dari APBD Kabupaten OKU tahun anggaran 2020 tersebut disalurkan guna membantu masyarakat di wilayah itu yang secara tidak langsung terdampak pandemi COVID-19.
Baca juga: Disnakan Ogan Komering Ulu bantu kelompok tani 3.000 bibit ikan baung
"Bantuan sosial ini sebelumnya disalurkan berupa sembako senilai Rp200 ribu," katanya.
Namun pada tahap II dan III ini bantuan tersebut diganti dengan uang tunai sebesar Rp200 ribu/bulan yang langsung ditransfer ke rekening Bank Sumsel Babel.
Baca juga: Pemkab OKU terapkan sanksi disiplin protokol kesehatan
"Jadi, pada pencairan tahap II dan III ini setiap KPM menerima dana sebesar Rp400.000 untuk pembayaran periode Mei-Juni 2020," ungkapnya.
Ia mengakui, proses pencairan tahap II dan III ini sedikit terlambat karena data KPM yang terdata sebelumnya harus diverifikasi dan validasi ulang sebelum dana dicairkan.
"Seperti mencantumkan nama ibu kandung, penyesuaian tempat dan tanggal lahir termasuk pembuatan rekening Bank Sumsel Babel yang membutuhkan proses waktu cukup lama," jelasnya.
Baca juga: PDAM Ogan Komering Ulu imbau warga hemat penggunaan air bersih
Baca juga: Pemkab OKU terapkan sanksi disiplin pelanggar protokol kesehatan
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB
Jamkrindo-Kejagung perkuat pelatihan pidana kerja sosial di Sumatera Selatan
05 December 2025 8:05 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB