Pupuk subsidi Pusri terserap 90 persen selama pandemi
Jumat, 28 Agustus 2020 17:36 WIB
Pabrik Pusri Palembang. (ANTARA/HO/20)
Palembang (ANTARA) - Pupuk subsidi produksi PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang dijual ke petani di Sumatera Selatan terserap 90 persen dari alokasi 108.000 ton dalam masa pandemi COVID-19.
General Manager Penjualan Produk PT Pusri Arief Satya Kusuma di Palembang, Jumat, mengatakan penyerapan pupuk bersubsidi di Sumsel ini ternyata tidak terpengaruh dengan kondisi pandemi karena mendekati capaian tahun lalu pada semester pertama.
Baca juga: Pusri apresiasi pelanggan gelar "Kios Pusri Banjir Hadiah"
“Kami bersyukur pendistribusian berjalan sesuai target alokasi dari pemerintah sehingga sekarang tersisa tinggal 20 ribu ton lagi yang dikejar hingga November,” kata dia.
Ia mengatakan sejauh ini penyerapan pupuk PSO terbanyak diserap Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dan Banyuasin karena dua daerah ini merupakan sentra produksi beras di Sumsel.
Penyaluran pupuk ke dua kabupaten ini juga untuk membantu daerah dalam mencapai target produksi padi.
Baca juga: Pusri pastikan ketahanan pangan nasional, tak kurangi shif tenaga kerja di pabrik
Terkait alokasi pupuk subsidi, ia mengatakan mengalami penurunan setiap tahunnya karena petani mulai banyak yang beralih ke pupuk nonsubsidi.
“Edukasi terus dilakukan ke petani, apalagi kami juga dampingi dengan bimbingan teknologi dari mantri tani ke mereka,” kata dia.
Selain itu, penyalur, baik kios maupun distributor juga akan mendapatkan keuntungan khususnya yang telah loyal dalam menggunakan serta membantu memasarkan produk pupuk nonsubsidi Pusri.
Baca juga: Dirut baru Pusri Tri Wahyudi janji lanjutkan tranformasi bisnis
Baca juga: Pusri bangun pabrik Pusri III-B ganti dua pabrik lama
General Manager Penjualan Produk PT Pusri Arief Satya Kusuma di Palembang, Jumat, mengatakan penyerapan pupuk bersubsidi di Sumsel ini ternyata tidak terpengaruh dengan kondisi pandemi karena mendekati capaian tahun lalu pada semester pertama.
Baca juga: Pusri apresiasi pelanggan gelar "Kios Pusri Banjir Hadiah"
“Kami bersyukur pendistribusian berjalan sesuai target alokasi dari pemerintah sehingga sekarang tersisa tinggal 20 ribu ton lagi yang dikejar hingga November,” kata dia.
Ia mengatakan sejauh ini penyerapan pupuk PSO terbanyak diserap Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dan Banyuasin karena dua daerah ini merupakan sentra produksi beras di Sumsel.
Penyaluran pupuk ke dua kabupaten ini juga untuk membantu daerah dalam mencapai target produksi padi.
Baca juga: Pusri pastikan ketahanan pangan nasional, tak kurangi shif tenaga kerja di pabrik
Terkait alokasi pupuk subsidi, ia mengatakan mengalami penurunan setiap tahunnya karena petani mulai banyak yang beralih ke pupuk nonsubsidi.
“Edukasi terus dilakukan ke petani, apalagi kami juga dampingi dengan bimbingan teknologi dari mantri tani ke mereka,” kata dia.
Selain itu, penyalur, baik kios maupun distributor juga akan mendapatkan keuntungan khususnya yang telah loyal dalam menggunakan serta membantu memasarkan produk pupuk nonsubsidi Pusri.
Baca juga: Dirut baru Pusri Tri Wahyudi janji lanjutkan tranformasi bisnis
Baca juga: Pusri bangun pabrik Pusri III-B ganti dua pabrik lama
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pusri dan Kejati Sumsel perkuat sinergi urusan Perdata dan Tata Usaha Negara
12 February 2026 11:44 WIB
Realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sumsel capai 82 persen per Desember 2025
30 December 2025 11:06 WIB
Perkuat keandalan operasional, Pusri tandatangani MoU dengan PLN UID S2JB
29 November 2025 19:36 WIB
Pusri dorong pesantren berdikari melalui pembangunan dapur bersih terintegrasi
30 October 2025 13:28 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB