Jepang diminta cari pengganti Huawei bangun 5G di Inggris
Minggu, 19 Juli 2020 18:20 WIB
Arsip: Bendera Inggris dan ponsel dengan logo Huawei dan jaringan 5G terlihat pada papan induk PC dalam gambar ilustrasi ini yang diambil pada 29 Januari 2020 (ANTARA/ REUTERS/Dado Ruvic)
Tokyo (ANTARA) - Pemerintah Inggris meminta Jepang membantu membangun jaringan nirkabel 5G tanpa Huawei Technologies, demikian menurut laporan Nikkei pada Minggu, di tengah perselisihan terkait teknologi dan keamanan antara Amerika Serikat dan China.
Dua perusahaan teknologi informasi asal Jepang, yakni NEC dan Fujitsu disebut oleh pihak Inggris sebagai pemasok yang berpotensi menjadi alternatif perusahaan Huawei asal China, dikutip dari tulisan media bisnis tersebut.
Pejabat Inggris telah bertemu dengan pihak rekanan di Tokyo pada Kamis (16/7) lalu, dua hari setelah Inggris mengeluarkan perintah untuk menyingkirkan peralatan Huawei dari pembangunan jaringan 5G di sana per akhir 2027.
Baca juga: Alternatif Google Play Store, Lebih 1,5 juta pengembang akan gabung ke AppGallery Huawei
Dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, kekhawatiran akan keamanan Huawei membuat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson harus memilih AS atau China, dengan pertimbangan rekan sekutu atau investasi miliaran dolar.
Nikkei juga menyebut bahwa langkah terbaru Inggris itu mencerminkan upayanya untuk membawa masuk sejumlah pemasok peralatan teknologi komunikasi yang baru demi memunculkan kompetisi serta mengurangi biaya dalam pembangunan jaringan 5G.
Baca juga: Amerika Serikat akan perpanjang penangguhan hukuman Huawei selama 90 hari
Menteri Digital Inggris Oliver Dowden, pada pekan lalu, menyatakan Inggris tengah bekerja dengan negara-negara sekutunya untuk menumbuhkan rival yang lebih kuat bagi Huawei dengan menyebut sejumlah perusahaan asal Finlandia, Swedia, Korea Selatan, dan Jepang.
Sumber: Reuters
Dua perusahaan teknologi informasi asal Jepang, yakni NEC dan Fujitsu disebut oleh pihak Inggris sebagai pemasok yang berpotensi menjadi alternatif perusahaan Huawei asal China, dikutip dari tulisan media bisnis tersebut.
Pejabat Inggris telah bertemu dengan pihak rekanan di Tokyo pada Kamis (16/7) lalu, dua hari setelah Inggris mengeluarkan perintah untuk menyingkirkan peralatan Huawei dari pembangunan jaringan 5G di sana per akhir 2027.
Baca juga: Alternatif Google Play Store, Lebih 1,5 juta pengembang akan gabung ke AppGallery Huawei
Dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, kekhawatiran akan keamanan Huawei membuat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson harus memilih AS atau China, dengan pertimbangan rekan sekutu atau investasi miliaran dolar.
Nikkei juga menyebut bahwa langkah terbaru Inggris itu mencerminkan upayanya untuk membawa masuk sejumlah pemasok peralatan teknologi komunikasi yang baru demi memunculkan kompetisi serta mengurangi biaya dalam pembangunan jaringan 5G.
Baca juga: Amerika Serikat akan perpanjang penangguhan hukuman Huawei selama 90 hari
Menteri Digital Inggris Oliver Dowden, pada pekan lalu, menyatakan Inggris tengah bekerja dengan negara-negara sekutunya untuk menumbuhkan rival yang lebih kuat bagi Huawei dengan menyebut sejumlah perusahaan asal Finlandia, Swedia, Korea Selatan, dan Jepang.
Sumber: Reuters
Pewarta : Suwanti
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN Lahat bantu pemulihan jaringan listrik di Aceh, kirim tim relawan khusus
17 December 2025 8:13 WIB
Polda Sumsel perkuat pengamanan jaringan listrik antisipasi gangguan sabotase
22 November 2025 9:39 WIB
Pertagas pastikan operasional jaringan pipa minyak bumi kembali normal, pasca penanganan illegal tapping
02 November 2025 19:03 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB