Penurunan zona COVID-19 di Sumsel bukan hasil final
Kamis, 11 Juni 2020 22:57 WIB
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumsel, Yusri, Kamis (11/6/2020. ANTARA/Aziz Munajar/20
Palembang (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumsel meminta kabupaten dan kota yang status zona kasusnya diturunkan agar tidak menganggap final atau sudah selesai.
Juru Bicara Gugus Tugas Sumsel Yusri, Kamis, mengatakan perubahan warna status zona untuk tiga wilayah yakni Kota Prabumulih, Pagaralam dan Musi Rawas Utara (Muratara) bukanlah keputusan final perkembangan COVID-19 melainkan hanya pembaharuan kondisi kasus.
"Sebab statusnya dapat berubah sesuai perkembangan kasus, seperti Prabumulih yang turun dari zona merah ke zona kuning bisa saja kembali lagi ke zona merah jika ada kasus baru yang menjalar hingga ke generasi kedua," ujarnya.
Tiga wilayah di Sumsel mengalami penurunan zona COVID-19 karena penyebaran kasus dinilai semakin membaik, yakni Kota Prabumulih serta Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dan Kota Pagaralam masing-masing menjadi zona hijau.
Kota Prabumulih diturunkan statusnya dari zona merah menjadi zona kuning oleh gugus tugas pusat dan dianggap daerah risiko rendah.
Baca juga: Update 11 Juni: Kasus aktif COVID-19 di Sumsel menurun, tersisa 684 kasus
Baca juga: Ini kondisi peta sebaran COVID-19 terbaru di Sumsel
Kota Prabumulih termasuk wilayah yang paling awal ditemukan kasus positif COVID-19 di Sumsel bersama Kota Palembang, bahkan menjadi zona merah pertama sekaligus tercepat yakni hanya kurun 12 hari.
Sejak akhir April hingga 11 Juni 2020 kota 'nanas' itu memiliki 33 kasus positif, 27 kasus telah sembuh dan tiga meninggal dunia sehingga tersisa kasus aktif sebanyak tiga kasus, jauh berbeda dari Kota Palembang yang masih menyisakan 453 kasus.
Menurut dia penurunan status tersebut mengindikasikan penanganan COVID-19 di Prabumulih berjalan baik sampai kasus, namun pihaknya minta masyarakat tetap waspada karena potensi kasus baru selalu ada jika melihat masih tingginya kasus di Sumsel
"Kami mengapresiasi upaya Pemkot Prabumulih karena mampu membuat kasus terkendali, kami berharap dapat terus dipertahankan dan dapat turun ke zona hijau," tambahnya.
Baca juga: Kota Pagar Alam dan Muratara kembali jadi zona hijau, padahal kasus COVID-19 masih terjadi penambahan
Sementara Kota Pagaralam menjadi zona hijau karena memang tidak pernah ditemukan kasus positif, satu-satunya kasus positif yang sempat diumumkan merupakan siswa Setukpa Lemdikpol Polri yang tertular di Sukabumi dan menjalani karantina di Kota Palembang.
Sedangkan Kabupaten Muratara turun dari zona kuning menjadi hijau setelah semua kasus positif (22 orang) dinyatakan sembuh dan tidak ada kasus meninggal selama 46 hari sejak kasus pertama diumumkan pada 25 April 2020.
Juru Bicara Gugus Tugas Sumsel Yusri, Kamis, mengatakan perubahan warna status zona untuk tiga wilayah yakni Kota Prabumulih, Pagaralam dan Musi Rawas Utara (Muratara) bukanlah keputusan final perkembangan COVID-19 melainkan hanya pembaharuan kondisi kasus.
"Sebab statusnya dapat berubah sesuai perkembangan kasus, seperti Prabumulih yang turun dari zona merah ke zona kuning bisa saja kembali lagi ke zona merah jika ada kasus baru yang menjalar hingga ke generasi kedua," ujarnya.
Tiga wilayah di Sumsel mengalami penurunan zona COVID-19 karena penyebaran kasus dinilai semakin membaik, yakni Kota Prabumulih serta Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dan Kota Pagaralam masing-masing menjadi zona hijau.
Kota Prabumulih diturunkan statusnya dari zona merah menjadi zona kuning oleh gugus tugas pusat dan dianggap daerah risiko rendah.
Baca juga: Update 11 Juni: Kasus aktif COVID-19 di Sumsel menurun, tersisa 684 kasus
Baca juga: Ini kondisi peta sebaran COVID-19 terbaru di Sumsel
Kota Prabumulih termasuk wilayah yang paling awal ditemukan kasus positif COVID-19 di Sumsel bersama Kota Palembang, bahkan menjadi zona merah pertama sekaligus tercepat yakni hanya kurun 12 hari.
Sejak akhir April hingga 11 Juni 2020 kota 'nanas' itu memiliki 33 kasus positif, 27 kasus telah sembuh dan tiga meninggal dunia sehingga tersisa kasus aktif sebanyak tiga kasus, jauh berbeda dari Kota Palembang yang masih menyisakan 453 kasus.
Menurut dia penurunan status tersebut mengindikasikan penanganan COVID-19 di Prabumulih berjalan baik sampai kasus, namun pihaknya minta masyarakat tetap waspada karena potensi kasus baru selalu ada jika melihat masih tingginya kasus di Sumsel
"Kami mengapresiasi upaya Pemkot Prabumulih karena mampu membuat kasus terkendali, kami berharap dapat terus dipertahankan dan dapat turun ke zona hijau," tambahnya.
Baca juga: Kota Pagar Alam dan Muratara kembali jadi zona hijau, padahal kasus COVID-19 masih terjadi penambahan
Sementara Kota Pagaralam menjadi zona hijau karena memang tidak pernah ditemukan kasus positif, satu-satunya kasus positif yang sempat diumumkan merupakan siswa Setukpa Lemdikpol Polri yang tertular di Sukabumi dan menjalani karantina di Kota Palembang.
Sedangkan Kabupaten Muratara turun dari zona kuning menjadi hijau setelah semua kasus positif (22 orang) dinyatakan sembuh dan tidak ada kasus meninggal selama 46 hari sejak kasus pertama diumumkan pada 25 April 2020.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prakiraan cuaca Jakarta pada Minggu 19 April 2026: Berpotensi cerah berawan pada siang dan sore hari
19 April 2026 9:22 WIB
Prakiraan cuaca Kota Palembang Minggu 19 April 2026: Waspada disertai hujan petir
19 April 2026 8:59 WIB
Harga emas di Pegadaian naik Minggu 19 April 2026, Antam tembus Rp3 juta per gram
19 April 2026 8:50 WIB
KAI Palembang prediksi puncak mudik 18-19 Maret 2026, segera amankan tiket sisa!
03 March 2026 9:33 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB