Usai sakit lambung boleh makan pedas lagi ?
Selasa, 26 Mei 2020 12:44 WIB
Ilustrasi makanan pedas (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Para dokter kerap mendapatkan pertanyaan dari pasien sakit lambung, apakah boleh kembali menyantap makanan pedas atau mengandung cabai setelah pulih? Boleh atau tidak?
"Makan cabai lagi bisa, tapi enggak bisa berlebihan," ujar dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastro entero hepatologi, Prof. Ari Fahrial Syam dalam sesi bincang melalui Instagram Live, Senin (25/5) malam.
Tak hanya cabai, mereka yang pulih dari nyeri lambung juga bisa mengkonsumsi makanan seperti cokelat dan keju namun dengan porsi tak berlebihan karena lambungnya sensitif dan berisiko membuat penyakit lambung kambuh.
Di sisi lain, beberapa orang terutama usai Lebaran suka mengeluhkan nyeri bagian perut kanan atas. Menurut Ari, ada berbagai faktor salah satunya masalah di liver. Untuk memastikan, sebaiknya segeralah melakukan USG pada perut Anda.
Usai Ramadhan dan Lebaran biasanya sederet masalah muncul. Penyakit yang sudah terkontrol saat Ramadhan hadir, belum lagi penyakit baru dan semua ini penyebabnya faktor makanan.
"Biasanya dalam dua hari makanan Lebaran masih banyak di meja misalnya rendang, gulai dan yang jadi masalah makanan ini dipanasin lagi. Apa yang terjadi? Semakin pekat (santan) nilai garam semakin tinggi, kandungan kolesterol lebih meningkat oleh karena itu maka harus menjadi perhatian masyarakat," tutur Ari.
Perhatikan asupan makanan berlemak, manis, kurang serat, konsumsi jeroan, lalu seafood yang bisa mempengaruhi kadar asam urat. Belum lagi konsumsi makanan dari bahan daging berlebihan, menyebabkan kadar kolestrol lebih tinggi, buang air besar jadi tidak lancar.
Selain faktor makanan, kebiasaan langsung tidur setelah makan juga bisa memunculkan masalah kesehatan salah satunya refluks asam lambung. Agar ini tak terjadi sebaiknya beri jeda dua jam sebelum Anda tidur malam.
"Makan cabai lagi bisa, tapi enggak bisa berlebihan," ujar dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastro entero hepatologi, Prof. Ari Fahrial Syam dalam sesi bincang melalui Instagram Live, Senin (25/5) malam.
Tak hanya cabai, mereka yang pulih dari nyeri lambung juga bisa mengkonsumsi makanan seperti cokelat dan keju namun dengan porsi tak berlebihan karena lambungnya sensitif dan berisiko membuat penyakit lambung kambuh.
Di sisi lain, beberapa orang terutama usai Lebaran suka mengeluhkan nyeri bagian perut kanan atas. Menurut Ari, ada berbagai faktor salah satunya masalah di liver. Untuk memastikan, sebaiknya segeralah melakukan USG pada perut Anda.
Usai Ramadhan dan Lebaran biasanya sederet masalah muncul. Penyakit yang sudah terkontrol saat Ramadhan hadir, belum lagi penyakit baru dan semua ini penyebabnya faktor makanan.
"Biasanya dalam dua hari makanan Lebaran masih banyak di meja misalnya rendang, gulai dan yang jadi masalah makanan ini dipanasin lagi. Apa yang terjadi? Semakin pekat (santan) nilai garam semakin tinggi, kandungan kolesterol lebih meningkat oleh karena itu maka harus menjadi perhatian masyarakat," tutur Ari.
Perhatikan asupan makanan berlemak, manis, kurang serat, konsumsi jeroan, lalu seafood yang bisa mempengaruhi kadar asam urat. Belum lagi konsumsi makanan dari bahan daging berlebihan, menyebabkan kadar kolestrol lebih tinggi, buang air besar jadi tidak lancar.
Selain faktor makanan, kebiasaan langsung tidur setelah makan juga bisa memunculkan masalah kesehatan salah satunya refluks asam lambung. Agar ini tak terjadi sebaiknya beri jeda dua jam sebelum Anda tidur malam.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kylian Mbappe masuk rumah sakit karena sakit lambung, kemungkinan absen lawan Pachuca
20 June 2025 8:34 WIB
Museum Lambung Mangkurat gelar pewarisan tarian tradisional bagi remaja
26 October 2024 18:45 WIB, 2024
Dokter sebut nyeri maag bisa diatasi dengan obat penekan asam lambung
14 February 2023 8:32 WIB, 2023