Tips belanja online jelang Lebaran
Kamis, 21 Mei 2020 16:01 WIB
Ilustrasi - Prospek bisnis daring. ANTARA/Shutterstock/am.
Jakarta (ANTARA) - Hari Raya Idul Fitri tahun ini diperkirakan akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pandemi virus corona, orang diminta untuk lebih banyak berada di rumah untuk memutus penyebaran virus.
Perusahaan keamanan siber Kaspersky melihat selama berada di rumah atau saat libur, banyak orang yang berbelanja secara online, menjadikan mereka berisiko terpapar kejahatan siber seperti phishing.
Survei Kaspersky di Indonesia untuk periode Januari-Maret 2020, dikutip dari keterangan pers, menunjukkan 25,7 persen pengguna komputer hampir terpengaruh ancaman berbasis web, termasuk rekayasa sosial (social engineering) dan eksploitasi kerentanan di peramban dan plug-in.
Angka tersebut lebih baik dibandingkan periode yang sama pada 2019, yang mencapai 30,1 persen. Meski pun begitu, pengguna internet tetap harus waspada saat berselancar di dunia maya, khususnya ketika melakukan transaksi karena Kaspersky menemukan sejumlah malware yang berkaitan dengan kegiatan belanja online, termasuk spyware, trojan perbankan dan trojan ransomware.
"Masyarakat Indonesia agar selalu menjaga kewaspadaan, melindungi privasi online dengan baik dan jangan pernah terburu-buru dalam membuat sebuah keputusan, serta menjaga kesehatan digital sebagaimana menjaga kesehatan fisik," kata Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia, Dony Koesmandarin.
Berikut ini langkah yang bisa ditempuh agar terhindar dari kejahatan online saat berbelanja kebutuhan Lebaran.
1. Jaga privasi online
Hanya bagikan atau memberi izin akses informasi dengan pihak ketiga jika benar-benar diperlukan.
2. Tautan asing
Waspada terhadap tautan yang diberikan, jangan klik jika terlihat mencurigakan.
3. Periksa situs
Selalu periksa situs web toko online yang diakses, pastikan merupakan situs resmi. Lihat ulasan belanja online sebelum memasukkan informasi seperti kartu kredit dan transaksi pembayaran lainnya.
4. Kata sandi
Gunakan kata sandi yang tidak mudah ditebak
Perusahaan keamanan siber Kaspersky melihat selama berada di rumah atau saat libur, banyak orang yang berbelanja secara online, menjadikan mereka berisiko terpapar kejahatan siber seperti phishing.
Survei Kaspersky di Indonesia untuk periode Januari-Maret 2020, dikutip dari keterangan pers, menunjukkan 25,7 persen pengguna komputer hampir terpengaruh ancaman berbasis web, termasuk rekayasa sosial (social engineering) dan eksploitasi kerentanan di peramban dan plug-in.
Angka tersebut lebih baik dibandingkan periode yang sama pada 2019, yang mencapai 30,1 persen. Meski pun begitu, pengguna internet tetap harus waspada saat berselancar di dunia maya, khususnya ketika melakukan transaksi karena Kaspersky menemukan sejumlah malware yang berkaitan dengan kegiatan belanja online, termasuk spyware, trojan perbankan dan trojan ransomware.
"Masyarakat Indonesia agar selalu menjaga kewaspadaan, melindungi privasi online dengan baik dan jangan pernah terburu-buru dalam membuat sebuah keputusan, serta menjaga kesehatan digital sebagaimana menjaga kesehatan fisik," kata Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia, Dony Koesmandarin.
Berikut ini langkah yang bisa ditempuh agar terhindar dari kejahatan online saat berbelanja kebutuhan Lebaran.
1. Jaga privasi online
Hanya bagikan atau memberi izin akses informasi dengan pihak ketiga jika benar-benar diperlukan.
2. Tautan asing
Waspada terhadap tautan yang diberikan, jangan klik jika terlihat mencurigakan.
3. Periksa situs
Selalu periksa situs web toko online yang diakses, pastikan merupakan situs resmi. Lihat ulasan belanja online sebelum memasukkan informasi seperti kartu kredit dan transaksi pembayaran lainnya.
4. Kata sandi
Gunakan kata sandi yang tidak mudah ditebak
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Oknum kurir ojek online di Palembang cabuli siswa SD, ditangkap polisi lewat jebakan paket
04 March 2026 18:08 WIB
Bank Sumsel Babel hadirkan solusi transaksi digital praktis lewat BSB Mobile
03 March 2026 15:15 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polda NTT nonaktifkan Dirresnarkoba terkait dugaan pemerasan kasus obat terlarang
15 March 2026 12:18 WIB
Kapolri: Presiden Prabowo instruksikan usut tuntas kasus penyiraman air keras aktivis KontraS
15 March 2026 12:10 WIB