Tujuh jamaah tabligh dari Bangladesh lolos masuk Gorontolo, Gubernur kecewa sama bupati
Minggu, 17 Mei 2020 21:57 WIB
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. (ANTARA/Debby Mano)
Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengaku kecewa dengan Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin yang meloloskan tujuh anggota Jamaah Tabligh yang baru kembali dari Bangladesh.
“Saya tadi malam tidak bisa tidur Pak Bupati (Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, red.). Saya dapat telepon dari petugas lapangan, saya telepon Pak Bupati tidak nyambung. Jam 11 malam saya suruh susul ajudan untuk bicara dengan bupati langsung,” ucapnya saat rapat secara webinar dengan unsur forkopimda dan kepala daerah di Gorontalo, Minggu.
Sebanyak tujuh orang itu masuk dari perbatasan darat di Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara, Sabtu (16/5) malam.
Ia mengaku tidak habis pikir bagaimana bupati mengizinkan anggota jamaah yang semua hasil tes cepat menunjukkan reaktif COVID-19 itu masuk daerah setempat.
Di sisi lain, Gorontalo saat ini masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Sebanyak tujuh anggota Jamaah Tabligh dari Bangladesh itu, lima di antaranya warga Gorontalo Utara, sedangkan dua lainnya warga Kota Gorontalo dan Boelamo.
Mereka terbang dari Bangladesh masuk Jakarta dan berhenti di Manado, kemudian melalui perjalanan darat masuk Gorontalo.
Padahal, lanjutnya, bupati sebelumnya sudah tepat dengan melarang 87 warga dari Buol dan 21 ABK Sabuk Nusantara untuk masuk.
“Jadi saya mohon maaf Pak Bupati, saya agak ragu dengan pernyataan Pak Bupati yang sangat tegas melanjutkan PSBB tapi di lain sisi meloloskan tujuh orang,” katanya.
Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin memohon maaf atas lolosnya tujuh warga itu.
Ia mengaku sudah mengambil langkah untuk mengarantina mereka di Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (ZUS).
“Memang Pak Gubernur kami mengalami kesulitan yang tujuh orang ini. Sudah dipisahkan kamarnya, mereka maunya tidur berdua. Kami sampaikan jangan entah ada ajaran apa mereka sampai tidur harus berdua,” ucap dia.
Permintaan Indra agar dua anggota jamaah lainnya dari Kota Gorontalo dan Boalemo untuk dijemput tidak disanggupi gubernur.
Ia meminta tujuh orang itu tetap berada di Gorontalo Utara dan menjadi tanggung jawab pemda setempat hingga semuanya dinyatakan sehat.
“Saya tadi malam tidak bisa tidur Pak Bupati (Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, red.). Saya dapat telepon dari petugas lapangan, saya telepon Pak Bupati tidak nyambung. Jam 11 malam saya suruh susul ajudan untuk bicara dengan bupati langsung,” ucapnya saat rapat secara webinar dengan unsur forkopimda dan kepala daerah di Gorontalo, Minggu.
Sebanyak tujuh orang itu masuk dari perbatasan darat di Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara, Sabtu (16/5) malam.
Ia mengaku tidak habis pikir bagaimana bupati mengizinkan anggota jamaah yang semua hasil tes cepat menunjukkan reaktif COVID-19 itu masuk daerah setempat.
Di sisi lain, Gorontalo saat ini masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Sebanyak tujuh anggota Jamaah Tabligh dari Bangladesh itu, lima di antaranya warga Gorontalo Utara, sedangkan dua lainnya warga Kota Gorontalo dan Boelamo.
Mereka terbang dari Bangladesh masuk Jakarta dan berhenti di Manado, kemudian melalui perjalanan darat masuk Gorontalo.
Padahal, lanjutnya, bupati sebelumnya sudah tepat dengan melarang 87 warga dari Buol dan 21 ABK Sabuk Nusantara untuk masuk.
“Jadi saya mohon maaf Pak Bupati, saya agak ragu dengan pernyataan Pak Bupati yang sangat tegas melanjutkan PSBB tapi di lain sisi meloloskan tujuh orang,” katanya.
Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin memohon maaf atas lolosnya tujuh warga itu.
Ia mengaku sudah mengambil langkah untuk mengarantina mereka di Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (ZUS).
“Memang Pak Gubernur kami mengalami kesulitan yang tujuh orang ini. Sudah dipisahkan kamarnya, mereka maunya tidur berdua. Kami sampaikan jangan entah ada ajaran apa mereka sampai tidur harus berdua,” ucap dia.
Permintaan Indra agar dua anggota jamaah lainnya dari Kota Gorontalo dan Boalemo untuk dijemput tidak disanggupi gubernur.
Ia meminta tujuh orang itu tetap berada di Gorontalo Utara dan menjadi tanggung jawab pemda setempat hingga semuanya dinyatakan sehat.
Pewarta : Debby H. Mano
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gelar tabligh akbar, Pj Bupati ajak masyarakat jaga kondusivitas jelang Pilkada 2024.
14 November 2024 14:59 WIB, 2024
Update 3 Mei 2020: Positif COVID-19 di Sumsel bertambah 29 orang, total jadi 185 kasus
03 May 2020 20:34 WIB, 2020
Tiga jamaah tabligh asal Bangladesh positif COVID-19 dirawat di RSU M. Hoesin Palembang
03 May 2020 18:23 WIB, 2020
Usai ikuti Ijtima di Gowa, puluhan anggota jamaah tabligh Gorontalo dikarantina
10 April 2020 17:51 WIB, 2020
Pemerintah India masukkan 379 orang jemaah tabligh Indonesia dalam daftar hitam
09 April 2020 22:17 WIB, 2020
Sepekan, penyemprotan disinfektan hingga ribuan daftar relawan COVID-19
05 April 2020 10:19 WIB, 2020
Pulang dari Bengkulu, 13 orang jamaah tabligh Lampung langsung diisolasi
02 April 2020 17:44 WIB, 2020
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kejati Sumsel pulihkan keuangan negara senilai Rp1,2 triliun dari kasus perbankan
07 May 2026 23:03 WIB