MUI OKU salurkan bantuan 5,8 ton beras
Rabu, 13 Mei 2020 18:44 WIB
MUI Ogan Komering Ulu salurkan bantuan beras dan masker kepada marbot dan ustadz serta fakir miskin, Rabu (13/5/2020). (ANTARA/Edo Purmana)
Baturaja (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menyalurkan bantuan 5,8 ton beras kepada masyarakat tidak mampu di wilayah setempat yang terdampak pandemi COVID-19.
"Selain beras, kami juga memberikan bantuan dua ribu lembar masker," kata Ketua MUI Kabupaten Ogan Komering Ulu Admiathi Somad di Baturaja, Rabu.
Dia mengatakan bantuan 5,8 ton beras tersebut dikemas menjadi 1.175 paket untuk dibagikan kepada ribuan masyarakat tidak mampu di daerah setempat, khususnya yang terdampak pandemi COVID-19.
"Setiap paket bantuan ini berupa beras seberat lima kilogram," katanya.
Bantuan itu dierahkan kepada 382 marbot, 424 ustadz dan ustadzah serta 369 fakir miskin di 13 kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu.
"Mekanisme pembagian bantuan ini dilakukan ketua MUI di setiap kecamatan," kata dia.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat, khususnya penerima bantuan, di tengah pandemi virus corona jenis baru itu.
"Seperti kita ketahui bersama dampak pandemi ini sangat berdampak sekali pada perekonomian masyarakat karena terpaksa berada di rumah guna memutus rantai penyebaran virus corona," ujarnya.
"Selain beras, kami juga memberikan bantuan dua ribu lembar masker," kata Ketua MUI Kabupaten Ogan Komering Ulu Admiathi Somad di Baturaja, Rabu.
Dia mengatakan bantuan 5,8 ton beras tersebut dikemas menjadi 1.175 paket untuk dibagikan kepada ribuan masyarakat tidak mampu di daerah setempat, khususnya yang terdampak pandemi COVID-19.
"Setiap paket bantuan ini berupa beras seberat lima kilogram," katanya.
Bantuan itu dierahkan kepada 382 marbot, 424 ustadz dan ustadzah serta 369 fakir miskin di 13 kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu.
"Mekanisme pembagian bantuan ini dilakukan ketua MUI di setiap kecamatan," kata dia.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat, khususnya penerima bantuan, di tengah pandemi virus corona jenis baru itu.
"Seperti kita ketahui bersama dampak pandemi ini sangat berdampak sekali pada perekonomian masyarakat karena terpaksa berada di rumah guna memutus rantai penyebaran virus corona," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kabupaten Banyuasin jadi penghasil beras nomor satu nasional, produksi satu juta ton
10 January 2026 14:53 WIB
Sumsel gandeng Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia tingkatkan produksi beras
15 December 2025 19:56 WIB
Sebanyak 86 ribu lebih warga OKU Raya terima bantuan pangan beras dan minyak goreng
04 December 2025 20:21 WIB
Pemkot Palembang salurkan 970 kg beras bantu korban banjir bandang Sumatera
03 December 2025 21:21 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB