Pemkot Palembang salurkan 970 kg beras bantu korban banjir bandang Sumatera

id Pemkot Palembang,Bantuan banjir dari Palembang,Banjir di Sumatera

Pemkot Palembang salurkan 970 kg beras bantu korban banjir bandang Sumatera

Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan menyalurkan 970 kilogram beras ke korban banjir bandang di Sumatera yakni Padang, Medan, dan Aceh.  LANTARA/M Imam Pramana

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan menyalurkan 970 kilogram beras bagi korban banjir bandang di Sumatera yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Camat Ilir Barat I Palembang, Alexander, Rabu, mengatakan penyaluran beras atas arahan Wali Kota Palembang Ratu Dewa penyaluran bantuan itu sudah dititipkan ke Dinas Sosial Kota Palembang.

Selain itu ada pula bahan makanan lainnya seperti mi instan 141dus, minyak goreng 3 liter satu dus, biskuit 20 dus, gula 79 kg, gandum, sagu, susu, kopi, sabun, hingga garam.

"Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan berkah buat saudara saudara kami di Padang, Medan, Aceh atas musibah ini," katanya.



Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Palembang Peduli yang berlangsung sejak 1 hingga 3 Desember 2025 atas instruksi Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

Sementara Kepala Dinas Sosial Palembang M Raimon Lauri menjelaskan bantuan didistribusikan setelah proses rekap semuanya selesai.

“Setelah proses rekap pengumpulan bantuan dari BUMD, OPD, kecamatan, dan masyarakat Palembang selesai, seluruh bantuan akan langsung didistribusikan ke korban bencana di daerah seperti Padang, Medan, dan Aceh,” katanya.

Ia menegaskan bahwa koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak daerah terdampak bencana.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kabupaten Agam di Sumatera Barat. Harapannya bantuan ini dapat meringankan beban para pengungsi yang terdampak bencana hidrometeorologi,” katanya.





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Palembang salurkan 970 kg beras bagi korban banjir bandang Sumatera

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.