Pertamina genjot pengeboran 411 sumur
Sabtu, 7 Maret 2020 20:28 WIB
Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana (kiri) bersama Rektor ITB Reini D Wirahadikusumah (tengah) dan Direktur Utama PT. Pertamina Nicke Widyawati, menunjukkan nota kesepahaman yang sudah ditandatangani, di ITB, Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/3/2020). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/ama. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Jakarta (ANTARA) - Pertamina meningkatkan investasi hingga 84 persen untuk bisa terus agresif melakukan pengeboran hingga mencapai target sebanyak 411 sumur pada 2020.
Target pengeboran meningkat sebesar 17 persen dibanding 2019 yang tercatat 351 sumur.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widwayati dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, ,menegaskan, tahun 2020 Pertamina mengalokasikan dana investasi sebesar 7,8 miliar dolar AS, naik sebesar 84 persen dibanding 2019 yang berjumlah 4,2 miliar dolar.
“Investasi terbesar berada di sektor hulu, sebesar 3,7 miliar dolar, agar Pertamina bisa terus meningkatkan produksi migas dalam rangka menuju target 1 juta barel,” tegas Nicke.
Pertamina, imbuh Nicke, mendukung rencana Pemerintah dalam pencapaian produksi 1 juta barrel per day dengan berkontribusi sebesar 65 persen volume dari domestik. Kontribusi terbesar yang diharapkan pada tahun 2030 berasal dari EOR (36 persen dari total volume produksi) dan transformasi resources to production di lapangan-lapangan migas besar (36 persen dari total volume produksi).
“Perlu terobosan dalam sisi komersial, regulasi, dan teknologi untuk merealisasikan target pencapaian produksi tersebut,” imbuh Nicke.
Pertamina, lanjut Nicke, akan terus meningkatkan produk migas secara bertahap. Tahun 2020 produksi migas ditargetkan sebesar 923 MBOEPD, naik dibanding prognosa 2019 sebesar 906 MBOEPD.
“Pertamina harus terus bekerja keras untuk bisa menahan natural decline rate dan sekaligus meningkatkan produksi migas, mengingat sumur yang dikelola sudah mature. Dengan pengalaman yang panjang serta pemanfaatan teknologi mutakhir, Pertamina optimis bisa terus mengelola lapangan migas dengan optimal,” imbuh Nicke.
Pertamina, imbuh Nicke, juga akan lebih agresif dalam mencari dan menemukan tambahan cadangan migas melalui survei seismik. “Tahun 2020 total luasan survey seismik 2D termasuk 2D open area mencapai lebih dari 31.000 km, meningkat 500 persen dari tahun lalu. Sedangkan untuk seismik 3D mencapai lebih dari 1000 km persegi, meningkat hingga 55 persen dibanding tahun 2019. Tahun ini, Pertamina melakukan merupakan survei seismik terbesar di kawasan Asia Pasifik,” jelas Nicke.
Nicke juga menegaskan bahwa peningkatan produksi juga akan dilakukan pada energi baru terbarukan, terutama panas bumi dengan target 4.635 GWH, naik sebesar 9 persen dibanding prognosa 2019 yang tercatat 4.271 GWH.
Target pengeboran meningkat sebesar 17 persen dibanding 2019 yang tercatat 351 sumur.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widwayati dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, ,menegaskan, tahun 2020 Pertamina mengalokasikan dana investasi sebesar 7,8 miliar dolar AS, naik sebesar 84 persen dibanding 2019 yang berjumlah 4,2 miliar dolar.
“Investasi terbesar berada di sektor hulu, sebesar 3,7 miliar dolar, agar Pertamina bisa terus meningkatkan produksi migas dalam rangka menuju target 1 juta barel,” tegas Nicke.
Pertamina, imbuh Nicke, mendukung rencana Pemerintah dalam pencapaian produksi 1 juta barrel per day dengan berkontribusi sebesar 65 persen volume dari domestik. Kontribusi terbesar yang diharapkan pada tahun 2030 berasal dari EOR (36 persen dari total volume produksi) dan transformasi resources to production di lapangan-lapangan migas besar (36 persen dari total volume produksi).
“Perlu terobosan dalam sisi komersial, regulasi, dan teknologi untuk merealisasikan target pencapaian produksi tersebut,” imbuh Nicke.
Pertamina, lanjut Nicke, akan terus meningkatkan produk migas secara bertahap. Tahun 2020 produksi migas ditargetkan sebesar 923 MBOEPD, naik dibanding prognosa 2019 sebesar 906 MBOEPD.
“Pertamina harus terus bekerja keras untuk bisa menahan natural decline rate dan sekaligus meningkatkan produksi migas, mengingat sumur yang dikelola sudah mature. Dengan pengalaman yang panjang serta pemanfaatan teknologi mutakhir, Pertamina optimis bisa terus mengelola lapangan migas dengan optimal,” imbuh Nicke.
Pertamina, imbuh Nicke, juga akan lebih agresif dalam mencari dan menemukan tambahan cadangan migas melalui survei seismik. “Tahun 2020 total luasan survey seismik 2D termasuk 2D open area mencapai lebih dari 31.000 km, meningkat 500 persen dari tahun lalu. Sedangkan untuk seismik 3D mencapai lebih dari 1000 km persegi, meningkat hingga 55 persen dibanding tahun 2019. Tahun ini, Pertamina melakukan merupakan survei seismik terbesar di kawasan Asia Pasifik,” jelas Nicke.
Nicke juga menegaskan bahwa peningkatan produksi juga akan dilakukan pada energi baru terbarukan, terutama panas bumi dengan target 4.635 GWH, naik sebesar 9 persen dibanding prognosa 2019 yang tercatat 4.271 GWH.
Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ditreskrimsus Polda Sumsel ungkap 51 kasus pengeboran minyak ilegal
16 December 2022 15:35 WIB, 2022
Kapolda Sumsel bersama Pj Bupati Muba bahas pengeboran minyak ilegal
23 November 2022 9:51 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB
Kejati Sumsel tetapkan tiga tersangka kasus korupsi distribusi semen Rp74,3 miliar
10 February 2026 1:04 WIB
Harga Emas Palembang naik ke Rp16,6 Juta per suku, naik Rp1 Juta dari pekan lalu
09 February 2026 6:07 WIB