Kredit perbankan Sumatera Bagian Utara tumbuh 4,31 persen
Selasa, 4 Februari 2020 14:42 WIB
Kepala OJK KR 5 Sumbagut, Yusup Ansori, berfoto bersama di acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Provinsi Sumut Tahun 2020 di Medan, Selasa (4/2/202). ANTARA/Evalisa Siregar
Medan (ANTARA) - Kredit perbankan di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada 2019 tumbuh 4,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau mencapai Rp423,83 triliun.
"Pertumbuhan kredit didorong oleh
naiknya kredit investasi sebesar 10, 13 persen," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 5, Sumbagut, Yusup Ansori di Medan, Selasa, pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Provinsi Sumut Tahun 2020 yang juga dihadiri Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.
Menurut dia, penyaluran kredit yang masih bertumbuh itu semakin menggembirakan karena diiringi risiko kredit yang terkendali dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,76 persen.
Apalagi Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh positif sebesar 6,97 persen atau menjadi sebesar Rp456,95 trilliun.
"Dengan perkembangan kredit dan DPK tersebut, kinerja intermediasi perbankan masih terjaga di level yang cukup tinggi dengan rasio Loan To Deposit Ratio (LDR) sebesar
92,75 persen," ujarnya.
OJK Sumbagut terus berupaya mendorong peningkatan kredit perbankan, meski saat ini, penyaluran kredit di perbankan Sumbagut termasuk terbesar di luar Pulau Jawa.
Anggota Dewan Komisioner OJK, Tirta Segara menyebutkan, pada 2020, OJK menargetkan penyaluran kredit perbankan bisa mencapai 11 persen plus minus 1 persen.
Diprediksi target itu bisa tercapai karena perbankan juga sudah membuat Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan penyaluran kredit tumbuh 10 persen.
Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah menegaskan, bahwa dukungan perbankan untuk memenuhi kebutuhan kredit pengusaha masih sangat dibutuhkan.
Bukan hanya untuk pengusaha besar dan menengah, tetapi juga usaha mikro dan kecil.
"Kredit dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut yang rata - rata di atas angka nasional," ujarnya.
"Pertumbuhan kredit didorong oleh
naiknya kredit investasi sebesar 10, 13 persen," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 5, Sumbagut, Yusup Ansori di Medan, Selasa, pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Provinsi Sumut Tahun 2020 yang juga dihadiri Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.
Menurut dia, penyaluran kredit yang masih bertumbuh itu semakin menggembirakan karena diiringi risiko kredit yang terkendali dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,76 persen.
Apalagi Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh positif sebesar 6,97 persen atau menjadi sebesar Rp456,95 trilliun.
"Dengan perkembangan kredit dan DPK tersebut, kinerja intermediasi perbankan masih terjaga di level yang cukup tinggi dengan rasio Loan To Deposit Ratio (LDR) sebesar
92,75 persen," ujarnya.
OJK Sumbagut terus berupaya mendorong peningkatan kredit perbankan, meski saat ini, penyaluran kredit di perbankan Sumbagut termasuk terbesar di luar Pulau Jawa.
Anggota Dewan Komisioner OJK, Tirta Segara menyebutkan, pada 2020, OJK menargetkan penyaluran kredit perbankan bisa mencapai 11 persen plus minus 1 persen.
Diprediksi target itu bisa tercapai karena perbankan juga sudah membuat Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan penyaluran kredit tumbuh 10 persen.
Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah menegaskan, bahwa dukungan perbankan untuk memenuhi kebutuhan kredit pengusaha masih sangat dibutuhkan.
Bukan hanya untuk pengusaha besar dan menengah, tetapi juga usaha mikro dan kecil.
"Kredit dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut yang rata - rata di atas angka nasional," ujarnya.
Pewarta : Evalisa Siregar
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejati Sumsel pulihkan keuangan negara senilai Rp1,2 triliun dari kasus perbankan
07 May 2026 23:03 WIB
Laba bersih Bank Permata tumbuh 16,6 persen jadi Rp920 miliar pada Kuartal I 2026
27 April 2026 20:14 WIB
Kredit bersih PT Bank QNB Indonesia Tbk tumbuh 18 persen, lampaui rata-rata nasional OJK
04 April 2026 21:03 WIB
Laba bersih SeaBank Indonesia melonjak 79 persen menjadi Rp678,4 miliar pada 2025
04 April 2026 21:01 WIB