Mentan : Pemda tidak boleh buat data pertanian sendiri
Jumat, 27 Desember 2019 9:24 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan sambutan saat pelepasan edamame ekspor ke Jepang di Kantor PT MItra Tani 27 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (26/12/2019). ANTARA/ Humas Pemkab Jember
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pemerintah daerah tidak boleh membuat data pertanian sendiri karena pihak Kementerian Pertanian sudah menyatukan data yang ada dan melakukan konsolidasi data pertanian dengan Badan Pusat Statistik (BPS) sudah hampir selesai.
"Kami sudah sampai pada kesimpulan untuk menyatukan data yang ada, sehingga tidak ada lagi data kementerian yang berbeda," kata Syahrul usai melepas ekspor edamame PT Mitra Tani Dua Tujuh di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.
Menurutnya pertanian itu dinamis di lapangan, namun harus memiliki patokan dan tidak boleh berbeda terlalu jauh karena ada margin error yang disepakati, sehingga nantinya akan diumumkan oleh presiden atau wakil presiden seperti apa data itu, namun yang jelas pihaknya sudah berorientasi untuk mengeluarkan satu data.
"Data yang akurat sesuai dengan undang-undang negara adalah menggunakan data BPS, sehingga kita tidak boleh membuat data sendiri dan daerah juga tidak boleh membuat data sendiri," tuturnya.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu mengatakan sudah ada kemajuan teknologi untuk mendapatkan data dengan menggunakan citra satelit dan artificial intelligent sudah bisa mengukur kalau berbeda, sehingga semua pihak diharapkan berorientasi ke sana.
"Kalau data berbeda bisa membuat deviasi. Contohnya begini, kalau bagi-bagi pupuk dan bagi-bagi bibit maka data yang didapatkan semakin meluas, namun kalau data hasil panennya maka data itu mengecil, sehingga bisa " katanya.
Ia menjelaskan lembaga BPS yang akan memberikan data dan Kementan bisa memberikan input data itu kepada BPS, namun pihaknya mengakui data itu tidak menjamin akurat 100 persen, sehingga pihaknya memiliki toleransi untuk memainkan dinamika tersebut dengan menggunakan pendekatan teknologi.
Selama melakukan kunjungan di Kabupaten Jember, Menteri Pertanian meninjau proses produksi benih jagung hibrida PT Benih Citra Asia dan melepas ekspor edamame milik PT MItra Tani Dua Tujuh.
"Kami sudah sampai pada kesimpulan untuk menyatukan data yang ada, sehingga tidak ada lagi data kementerian yang berbeda," kata Syahrul usai melepas ekspor edamame PT Mitra Tani Dua Tujuh di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.
Menurutnya pertanian itu dinamis di lapangan, namun harus memiliki patokan dan tidak boleh berbeda terlalu jauh karena ada margin error yang disepakati, sehingga nantinya akan diumumkan oleh presiden atau wakil presiden seperti apa data itu, namun yang jelas pihaknya sudah berorientasi untuk mengeluarkan satu data.
"Data yang akurat sesuai dengan undang-undang negara adalah menggunakan data BPS, sehingga kita tidak boleh membuat data sendiri dan daerah juga tidak boleh membuat data sendiri," tuturnya.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu mengatakan sudah ada kemajuan teknologi untuk mendapatkan data dengan menggunakan citra satelit dan artificial intelligent sudah bisa mengukur kalau berbeda, sehingga semua pihak diharapkan berorientasi ke sana.
"Kalau data berbeda bisa membuat deviasi. Contohnya begini, kalau bagi-bagi pupuk dan bagi-bagi bibit maka data yang didapatkan semakin meluas, namun kalau data hasil panennya maka data itu mengecil, sehingga bisa " katanya.
Ia menjelaskan lembaga BPS yang akan memberikan data dan Kementan bisa memberikan input data itu kepada BPS, namun pihaknya mengakui data itu tidak menjamin akurat 100 persen, sehingga pihaknya memiliki toleransi untuk memainkan dinamika tersebut dengan menggunakan pendekatan teknologi.
Selama melakukan kunjungan di Kabupaten Jember, Menteri Pertanian meninjau proses produksi benih jagung hibrida PT Benih Citra Asia dan melepas ekspor edamame milik PT MItra Tani Dua Tujuh.
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kabupaten Muba jadi pilot proyek Program Satu Data Desa Indonesia 2025
10 December 2024 10:11 WIB, 2024
Wabup OI ingatkan OPD lengkapi dan sinkronkan data ke Satu Data Ogan Olir
24 February 2024 19:22 WIB, 2024
Kabupaten Musi Banyuasin lakukan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi 2022
19 September 2022 20:33 WIB, 2022
Dukung Apel Akbar Satlinmas, Bank Sumsel Babel raih penghargaan khusus Pemprov Sumsel
30 August 2026 16:58 WIB
Rayakan HUT ke-81 RI, Pertamina PHR Zona 4 salurkan 4.000 paket sembako murah di Sumsel
17 August 2026 20:19 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025