Legislator : Anak aset bangsa yang tidak bisa disepelekan
Kamis, 28 November 2019 8:33 WIB
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto pada penutupan Jambore Nasional Kader Masyarakat Indonesia Bersama Lindungi Anak (Kami Berlian) yang diikuti pegiat Pelindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Ancol, Jakarta, Rabu malam (27/11/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan anak adalah aset bangsa yang tidak bisa dianggap sepele dan harus dilindungi karena menghadapi persoalan yang semakin luar biasa.
"Ada anak yang menjadi korban kekerasan, kadang pelakunya adalah orang terdekatnya. Ada anak yang terlibat kejahatan, terlibat narkoba. Belum lagi dampak buruk media sosial," kata Yandri saat memberikan sambutan dalam penutupan Jambore Nasional Kader Masyarakat Indonesia Bersama Lindungi Anak (Kami Berlian) di Ancol, Jakarta, Rabu malam.
Kepada para pegiat Pelindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang mengikuti Jambore Nasional Kami Berlian, Yandri berpesan jangan pernah menyerah dalam melindungi anak-anak Indonesia.
Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia, sekaligus merupakan generasi mendatang.
"Saya sebagai Ketua Komisi VIII DPR, tetap optimis anak-anak Indonesia akan terlindungi," ujarnya.
Dalam penutupan Jambore Nasional tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak juga mengukuhkan para pegiat PATBM sebagai kader Kami Berlian dan meluncurkan aplikasi digital sebagai alat kerja mereka.
Yandri mengatakan peluncuran aplikasi digital Kami Berlian merupakan kemajuan yang luar biasa. Dia berharap aplikasi tersebut bisa membantu para kader Kami Berlian dalam melindungi anak.
"Kepedulian bapak dan ibu tidak mungkin bisa dinilai dengan uang. Anak adalah tanggung jawab kita. Masa depan bangsa ini," ujarnya.
"Ada anak yang menjadi korban kekerasan, kadang pelakunya adalah orang terdekatnya. Ada anak yang terlibat kejahatan, terlibat narkoba. Belum lagi dampak buruk media sosial," kata Yandri saat memberikan sambutan dalam penutupan Jambore Nasional Kader Masyarakat Indonesia Bersama Lindungi Anak (Kami Berlian) di Ancol, Jakarta, Rabu malam.
Kepada para pegiat Pelindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang mengikuti Jambore Nasional Kami Berlian, Yandri berpesan jangan pernah menyerah dalam melindungi anak-anak Indonesia.
Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia, sekaligus merupakan generasi mendatang.
"Saya sebagai Ketua Komisi VIII DPR, tetap optimis anak-anak Indonesia akan terlindungi," ujarnya.
Dalam penutupan Jambore Nasional tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak juga mengukuhkan para pegiat PATBM sebagai kader Kami Berlian dan meluncurkan aplikasi digital sebagai alat kerja mereka.
Yandri mengatakan peluncuran aplikasi digital Kami Berlian merupakan kemajuan yang luar biasa. Dia berharap aplikasi tersebut bisa membantu para kader Kami Berlian dalam melindungi anak.
"Kepedulian bapak dan ibu tidak mungkin bisa dinilai dengan uang. Anak adalah tanggung jawab kita. Masa depan bangsa ini," ujarnya.
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siswa Indonesia raih penghargaan AYIMUN 2026 soroti soal perlindungan anak
25 January 2026 18:08 WIB
Dinkes Sumsel siapkan 5.000 dosis vaksin dengue gratis untuk anak, cegah penyebaran DBD
12 January 2026 22:09 WIB