Lelang proyek Pemkab OKU molor
Jumat, 5 Juli 2019 19:11 WIB
Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jaringan irigasi Lhok Guci tahap II di Desa Alue Lhok, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Minggu (30/6/2019). (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Baturaja (ANTARA) - Proses lelang proyek fisik pembangunan pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan molor atau hingga saat ini masih dalam tahap pelelangan.
"Ada sekitar 103 paket proyek fisik dan pengadaan barang dan jasa yang dilelang tahun ini masih dalam tahap tender," kata Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Setda Ogan Komering Ulu (OKU), Karel Akbar di Baturaja, Jumat.
Dia mengatakan, dari 249 paket proyek yang dilelang tahun ini, 103 diantaranya dalam tahap pelelangan yang ditargetkan seluruhnya selesai dilelang pada Agustus 2019.
"Seluruh paket proyek baik fisik maupun pengadaan barang dan jasa harus selesai dilelang paling lambat Agustus 2019. Jika tidak rampung hingga batas waktu tersebut maka yang belum diselesaikan akan dibatalkan," katanya
Dia mengemukakan, lelang tender yang dilaksanakan pemerintah daerah setempat pada tahun ini dilakukan secara daring (online) dan terbuka untuk umum melalui wibsite www.lpse.okukab.go.id. "Untuk nilai kontrak seluruh proyek yang kami lelang ini mencapai Rp172 miliar," kata dia.
Menurut dia, untuk paket proyek yang sudah melalui proses tender dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pengerjaannya oleh pihak kontraktor pemenang lelang.
Oleh sebab itu, Karel mengingatkan kepada seluruh pihak kontraktor pelaksana kegiatan agar dapat mengerjakan pembangunan fisik ataupun pengadaan barang dan jasa dilaksanakan tepat waktu dan sesuai dengan plafon anggaran.
"Khususnya untuk pembangunan harus dikerjakan sesuai dengan standar kebutuhan dan diselesaikan tepat waktu," katanya.
"Ada sekitar 103 paket proyek fisik dan pengadaan barang dan jasa yang dilelang tahun ini masih dalam tahap tender," kata Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Setda Ogan Komering Ulu (OKU), Karel Akbar di Baturaja, Jumat.
Dia mengatakan, dari 249 paket proyek yang dilelang tahun ini, 103 diantaranya dalam tahap pelelangan yang ditargetkan seluruhnya selesai dilelang pada Agustus 2019.
"Seluruh paket proyek baik fisik maupun pengadaan barang dan jasa harus selesai dilelang paling lambat Agustus 2019. Jika tidak rampung hingga batas waktu tersebut maka yang belum diselesaikan akan dibatalkan," katanya
Dia mengemukakan, lelang tender yang dilaksanakan pemerintah daerah setempat pada tahun ini dilakukan secara daring (online) dan terbuka untuk umum melalui wibsite www.lpse.okukab.go.id. "Untuk nilai kontrak seluruh proyek yang kami lelang ini mencapai Rp172 miliar," kata dia.
Menurut dia, untuk paket proyek yang sudah melalui proses tender dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pengerjaannya oleh pihak kontraktor pemenang lelang.
Oleh sebab itu, Karel mengingatkan kepada seluruh pihak kontraktor pelaksana kegiatan agar dapat mengerjakan pembangunan fisik ataupun pengadaan barang dan jasa dilaksanakan tepat waktu dan sesuai dengan plafon anggaran.
"Khususnya untuk pembangunan harus dikerjakan sesuai dengan standar kebutuhan dan diselesaikan tepat waktu," katanya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Persija lelang jersi bertanda tangan seluruh pemain, galang bantuan bencana Sumatera
05 December 2025 20:56 WIB
PT SPP sebut gugatan perlawanan PT SAL jadi kendala penguasaan objek lelang
13 September 2025 2:23 WIB
Selamatkan uang negara, jaksa sita uang lelang aset PT SAL di Bank BUMN dari PT SPP
07 August 2025 17:30 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB