Universitas top Australia diretas
Selasa, 4 Juni 2019 19:35 WIB
Ilustrasi peretasan situs internet (Foto: Antaranews) (Foto: Antaranews/)
Sydney (ANTARA) - Satu universitas papan-atas Australia pada Selasa mengatakan peretas menerobos pertahanan mayanya pada penghujung tahun lalu untuk memperoleh data sensitif mahasiswa, termasuk nomor rekening bank dan perincian paspor, sejak hampir dua dasawarsa lalu.
Universitas tersebut, Australian National University (ANU) mengatakan tanpa memberikan perincian bahwa peretasan itu dilakukan oleh "satu operator canggih".
Satu serangan maya sebelumnya, yang diungkapkan oleh ANU pada Juli tahun lalu, gagal mengumpulkan informasi sensitif. Laporan media pada saat itu mengutip beberapa sumber, yang mengatakan peretasan tersebut berasal dari China.
Menurut World University Rangkings, ANU adalah universitas terbaik di Australia dan banyak lulusannya mengisi posisi tinggi di pemerintah, sehingga memperlihatkan besarnya kepekaan keamanan dalam peretasan data tersebut.
"Lembaga masyarakat nasional melakukan perekrutan langsung dari ANU," kata Fergus Hanson, Kepala Pusat Kebijakan Maya Internasional di lembaga kajian Australian Strategis Policy Institute.
"Untuk memiliki informasi seputar orang tertentu yang bekerja di berbagai departemen ... itu akan sangat bermanfaat."
China terus membantah bahwa negeri itu terlibat dalam serangan peretasan di mana pun. Kedutaan besarnya di Australia serta Kementerian Luar Negeri di Beijing tidak menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar.
Meskipun China telah membantah, Australia mengutip peristiwa serupa sebagai bukti bahwa China mencampuri urusan dalam negerinya.
Sumber: Reuters
Universitas tersebut, Australian National University (ANU) mengatakan tanpa memberikan perincian bahwa peretasan itu dilakukan oleh "satu operator canggih".
Satu serangan maya sebelumnya, yang diungkapkan oleh ANU pada Juli tahun lalu, gagal mengumpulkan informasi sensitif. Laporan media pada saat itu mengutip beberapa sumber, yang mengatakan peretasan tersebut berasal dari China.
Menurut World University Rangkings, ANU adalah universitas terbaik di Australia dan banyak lulusannya mengisi posisi tinggi di pemerintah, sehingga memperlihatkan besarnya kepekaan keamanan dalam peretasan data tersebut.
"Lembaga masyarakat nasional melakukan perekrutan langsung dari ANU," kata Fergus Hanson, Kepala Pusat Kebijakan Maya Internasional di lembaga kajian Australian Strategis Policy Institute.
"Untuk memiliki informasi seputar orang tertentu yang bekerja di berbagai departemen ... itu akan sangat bermanfaat."
China terus membantah bahwa negeri itu terlibat dalam serangan peretasan di mana pun. Kedutaan besarnya di Australia serta Kementerian Luar Negeri di Beijing tidak menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar.
Meskipun China telah membantah, Australia mengutip peristiwa serupa sebagai bukti bahwa China mencampuri urusan dalam negerinya.
Sumber: Reuters
Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekjen benarkan YouTube DPR RI diretas tampilkan video judi daring
06 September 2023 10:59 WIB, 2023
Usman Hamid minta usut dugaan internal Polri yang terlibat peretasan
28 September 2022 14:43 WIB, 2022
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Gelar Youth Today, AIESEC gaet 800 lebih pendaftar di Universitas Sriwijaya
21 September 2026 13:16 WIB
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB