BPOM Sumsel temukan makanan berformalin dan boraks
Rabu, 15 Mei 2019 21:24 WIB
Dokumen = Tim BPOM dan unsur terakit sidak ke sejumlah pasar tradisional Baturaja menemukan makanan mengandung bahan berbahaya (ANTARA News Sumsel/Edo Purmana)
Baturaja (ANTARA) - Balai Pengawasan Obat dan Makanan Sumatera Selatan menemukan beberapa jenis makanan yang dijual pedagang di Pasar Bedug Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu mengandung formalin dan boraks yang merupakan zat berbahaya jika dikonsumsi manusia.
"Dalam inpeksi mendadak di dua pasar wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu kami melakukan pemeriksaan beberapa makanan yang dijual pedagang dan ditemukan makanan mengandung zat berbahaya," kata Kepala Balai Besar BPOM Sumsel, Hardaningsih di Baturaja Ibu kota Kabupaten OKU, Rabu.
Dia menjelaskan, dalam pemeriksaan dagangan yang dijual pedagang di Pasar Atas dan Pasar Bedug Baturaja pihaknya mengambil sample sebanyak 33 jenis makanan untuk diuji di laboratorium.
"Hasilnya, kami menemukan makanan jenis mie basah yang mengandung formalin," katanya.
Selain itu, kata dia, jenis makanan lainnya yaitu terasi dan kerupuk juga disita dari pedagang karena mengandung rodamin serta boraks yang merupakan zat berbahaya jika dikonsumsi masyarakat.
"Semua makanan yang positif mengandung zat berbahaya tersebut langsung disita dan dilarang untuk dijual," tegasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan OKU, Supriono menambahkan inpeksi mendadak bersama BPOM Sumsel tersebut dilakukan guna memastikan makanan yang dijual pedagang tidak mengandung zat berbahaya sehingga aman dikonsumsi masyarakat.
"Bagi pedagang yang menjual makanan yang mengandung zat berbahaya barang dagangannya kami sita dan diberikan peringatan tegas agar tidak menjualnya lagi," tegas dia.
"Dalam inpeksi mendadak di dua pasar wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu kami melakukan pemeriksaan beberapa makanan yang dijual pedagang dan ditemukan makanan mengandung zat berbahaya," kata Kepala Balai Besar BPOM Sumsel, Hardaningsih di Baturaja Ibu kota Kabupaten OKU, Rabu.
Dia menjelaskan, dalam pemeriksaan dagangan yang dijual pedagang di Pasar Atas dan Pasar Bedug Baturaja pihaknya mengambil sample sebanyak 33 jenis makanan untuk diuji di laboratorium.
"Hasilnya, kami menemukan makanan jenis mie basah yang mengandung formalin," katanya.
Selain itu, kata dia, jenis makanan lainnya yaitu terasi dan kerupuk juga disita dari pedagang karena mengandung rodamin serta boraks yang merupakan zat berbahaya jika dikonsumsi masyarakat.
"Semua makanan yang positif mengandung zat berbahaya tersebut langsung disita dan dilarang untuk dijual," tegasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan OKU, Supriono menambahkan inpeksi mendadak bersama BPOM Sumsel tersebut dilakukan guna memastikan makanan yang dijual pedagang tidak mengandung zat berbahaya sehingga aman dikonsumsi masyarakat.
"Bagi pedagang yang menjual makanan yang mengandung zat berbahaya barang dagangannya kami sita dan diberikan peringatan tegas agar tidak menjualnya lagi," tegas dia.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Curiga makanan berbahan membahayakan kesehatan, BPOM bukal layanan pengaduan
16 March 2024 18:23 WIB, 2024
BPOM: Intervensi tumbuh kembang anak tak selalu harus melalui suplemen
23 February 2024 16:19 WIB, 2024
Pengecekan BPOM temukan makanan mengandung zat berbahaya di pasar Baturaja
30 March 2023 21:18 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Jakarta Rabu, 16 September 2026: Cerah hingga cerah berawan
16 September 2026 9:18 WIB
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB