UT gandeng 10 kampus di Indonesia selenggarakan kuliah daring
Jumat, 10 Mei 2019 13:24 WIB
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. (Biro KSKP Kemenristekdikti)
Jakarta (ANTARA) - Universitas Terbuka bekerja sama dengan 10 perguruan tinggi untuk menyelenggarakan kegiatan perkuliahan daring.
Dalam hal ini Universitas Terbuka bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Malang, Universitas Pendidikan Ganesha, Politeknik Negeri Madiun, dan Politeknik Negeri Bandung.
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Mohamad Nasir dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Jumat, mengatakan pembelajaran daring dan universitas siber merupakan terobosan penting yang harus diterapkan perguruan tinggi untuk meningkatkan akses masyarakat ke pendidikan tinggi dengan tetap menjaga kualitas.
Ia mengatakan perguruan tinggi juga harus menyesuaikan program studi dengan tuntutan perkembangan era Revolusi Industri 4.0 serta menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif dan kompetitif.
Selain itu perguruan tinggi dituntut untuk melakukan revolusi dan transformasi secara digital dalam penyelenggaraan Tri Dharma perguruan tinggi dan pengelolaan perguruan tinggi.
Nasir menekankan perlunya inovasi dan terobosan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. APK pendidikan tinggi Indonesia saat ini pada angka 34,58 persen. Dengan demikian masih ada sekitar 65,5 persen penduduk usia kuliah belum bisa menikmati pendidikan tinggi.
Sementara Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat mengatakan melalui pembelajaran daring universitas bisa memberikan layanan pendidikan tinggi kepada semua lapisan masyarakat tanpa adanya batasan ruang dan waktu.
"Dalam kurun waktu setahun terakhir, kami telah melakukan kerja sama dengan 158 perguruan tinggi dalam penyelenggaraan pembelajaran daring," kata Ojat.
Ia berharap Universitas Terbuka bisa menjalin kerja sama dengan lebih banyak perguruan tinggi untuk menyelenggarakan perkuliahan daring.
Dalam hal ini Universitas Terbuka bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Malang, Universitas Pendidikan Ganesha, Politeknik Negeri Madiun, dan Politeknik Negeri Bandung.
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Mohamad Nasir dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Jumat, mengatakan pembelajaran daring dan universitas siber merupakan terobosan penting yang harus diterapkan perguruan tinggi untuk meningkatkan akses masyarakat ke pendidikan tinggi dengan tetap menjaga kualitas.
Ia mengatakan perguruan tinggi juga harus menyesuaikan program studi dengan tuntutan perkembangan era Revolusi Industri 4.0 serta menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif dan kompetitif.
Selain itu perguruan tinggi dituntut untuk melakukan revolusi dan transformasi secara digital dalam penyelenggaraan Tri Dharma perguruan tinggi dan pengelolaan perguruan tinggi.
Nasir menekankan perlunya inovasi dan terobosan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. APK pendidikan tinggi Indonesia saat ini pada angka 34,58 persen. Dengan demikian masih ada sekitar 65,5 persen penduduk usia kuliah belum bisa menikmati pendidikan tinggi.
Sementara Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat mengatakan melalui pembelajaran daring universitas bisa memberikan layanan pendidikan tinggi kepada semua lapisan masyarakat tanpa adanya batasan ruang dan waktu.
"Dalam kurun waktu setahun terakhir, kami telah melakukan kerja sama dengan 158 perguruan tinggi dalam penyelenggaraan pembelajaran daring," kata Ojat.
Ia berharap Universitas Terbuka bisa menjalin kerja sama dengan lebih banyak perguruan tinggi untuk menyelenggarakan perkuliahan daring.
Pewarta : Indriani
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menaker Yassierli target perluasan wilayah dan kuota Program Magang Nasional 2026
09 April 2026 17:39 WIB
Pembunuhan kepala cabang, Kadispenad: Dua oknum TNI AD segera disidang terbuka
20 September 2025 13:39 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Perkuat potensi perempuan, Kilang Plaju gelar pelatihan personal branding "Kartini Masa Kini"
24 April 2026 10:52 WIB