Sultan Brunei perpanjang moratorium hukuman mati terhadap Seks Gay
Senin, 6 Mei 2019 18:29 WIB
Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal/kye
Bandar Seri Begawan (ANTARA) - Sultan Brunei Hassanal Bolkiah pada Minggu memperpanjang moratorium hukuman mati seks gay, berupaya meredam reaksi global yang dipelopori oleh sejumlah selebritas seperti George Clooney dan Elton John.
Negara kecil Asia Tenggara tersebut menuai protes ketika pihaknya memberlakukan penafsiran hukum Islam Syariah pada 3 April. Berdasarkan hukum tersebut, kasus sodomi, perzinaan dan pemerkosaan akan diganjar hukuman mati -- termasuk rajam. Sedangkan untuk kasus pencurian akan dipotong tangan
Brunei mempertahankan haknya untuk menerapkan hukum Islam, yang unsur-unsurnya pertama kali diadopsi pada 2014. Sejak itulah hukum tersebut diterapakan secara bertahap.
Namun, sultan mengatakan hukuman mati tidak akan diberlakukan dalam penerapan Syariah Penal Code seks gay,Order (SPCO).
"Saya menyadari bahwa banyak pertanyaan dan kesalahan persepsi terkait penerapan SPCO. Namun, kami yakin bahwa setelah ini jelas, manfaat hukuman ini akan terbukti," kata Sultan dalam pidato menyambut bulan suci Ramadan.
Penerapan hukum Islam, yang dikecam oleh PBB, menggerakkan sejumlah selebritas dan kelompok HAM berupaya memboikot hotel milik sultan, termasuk Dorchester di London dan Beverley Hills Hotel di Los Angeles.
Sejumlah perusahaan multinasional sejak itu melarang karyawannya menggunakan fasilitas hotel milik sultan. Sementara itu beberapa agen perjalanan berhenti mempromosikan Brunei sebagai tujuan wisata.
Sumber: Reuters
Negara kecil Asia Tenggara tersebut menuai protes ketika pihaknya memberlakukan penafsiran hukum Islam Syariah pada 3 April. Berdasarkan hukum tersebut, kasus sodomi, perzinaan dan pemerkosaan akan diganjar hukuman mati -- termasuk rajam. Sedangkan untuk kasus pencurian akan dipotong tangan
Brunei mempertahankan haknya untuk menerapkan hukum Islam, yang unsur-unsurnya pertama kali diadopsi pada 2014. Sejak itulah hukum tersebut diterapakan secara bertahap.
Namun, sultan mengatakan hukuman mati tidak akan diberlakukan dalam penerapan Syariah Penal Code seks gay,Order (SPCO).
"Saya menyadari bahwa banyak pertanyaan dan kesalahan persepsi terkait penerapan SPCO. Namun, kami yakin bahwa setelah ini jelas, manfaat hukuman ini akan terbukti," kata Sultan dalam pidato menyambut bulan suci Ramadan.
Penerapan hukum Islam, yang dikecam oleh PBB, menggerakkan sejumlah selebritas dan kelompok HAM berupaya memboikot hotel milik sultan, termasuk Dorchester di London dan Beverley Hills Hotel di Los Angeles.
Sejumlah perusahaan multinasional sejak itu melarang karyawannya menggunakan fasilitas hotel milik sultan. Sementara itu beberapa agen perjalanan berhenti mempromosikan Brunei sebagai tujuan wisata.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Bandar Seri Begawan, bertemu Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah
14 May 2025 8:30 WIB
UIN Palembang latih dosen teknik penulisan artikel jurnal bereputasi
25 September 2024 12:58 WIB, 2024
Timnas Indonesia akan lakukan rotasi ketika hadapi Brunei Darussalam
16 October 2023 14:53 WIB, 2023
Warga Sumsel "belum rezeknyai" nonton Timnas vs Brunei di Jakabaring
07 October 2023 18:39 WIB, 2023
Indonesia versus Brunei Darussalam, skuad Garuda punya PR "finishing"
26 December 2022 15:17 WIB, 2022
Target simpel Brunei Darussalam bisa cetak gol saat hadapi Indonesia
25 December 2022 15:00 WIB, 2022