Petani diingatkan tidak membakar sisa panen
Minggu, 28 April 2019 13:15 WIB
Arsip - Seorang petani membakar jerami padi pascapanen di area persawahan Desa Alue Papeun, Tanah Jamboe Aye, Aceh Utara, Aceh, Sabtu (24/3). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww/18)
Baturaja (ANTARA) - Petani di Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, diingatkan untuk tidak membakar sisa panen sepert jerami dan jagung guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Khususnya seluruh petani yang sudah memanen tanaman padi dan jagung beberapa waktu lalu untuk tidak membakar jerami, karena mudah sekali terbakar apalagi saat musim kemarau nanti," kata Camat Lengkiti, Ogan Komering Ulu (OKU), Mukhlisin di Baturaja, Minggu.
Dia mengemukakan, sisa panen tanaman tersebut sebaiknya dikumpulkan untuk dibuang di tempat pembuangan sampah agar kawasan pertanian di wilayah setempat bersih sehingga dapat ditanam kembali.
Sebab jika dibakar kemungkinan besar api akan merambat ke hutan dan lahan perkebunan milik petani lainnya hingga menimbulkan pencemaran udara.
"Petani yang akan membuka lahan perkebunan juga agar dilakukan dengan cara dibakar," tegasnya.
Dia menjelaskan sejauh ini masih banyak terdapat hutan dan lahan perkebunan milik warga di Kecamatan Lengkiti yang berpotensi menimbulkan titik panas api hingga terjadi karhutla.
"Lahan perkebunan yang kering ini tidak dibakar saja terbakar sendiri, apalagi sengaja dibakar," kata dia.
Oleh sebab itu, pihaknya bersama Babinkamtibmas dan Babinsa Kecamatan Lengkiti akan berkoordinasi untuk memantau sejumlah titik api di wilayah setempat yang dapat memicu terjadinya karhutla.
"Sejauh ini berdasarkan hasil pantauan kami belum ada titik panas api ditemukan di Kecamatan Lengkiti akibat pembakaran lahan," ungkapnya.
"Khususnya seluruh petani yang sudah memanen tanaman padi dan jagung beberapa waktu lalu untuk tidak membakar jerami, karena mudah sekali terbakar apalagi saat musim kemarau nanti," kata Camat Lengkiti, Ogan Komering Ulu (OKU), Mukhlisin di Baturaja, Minggu.
Dia mengemukakan, sisa panen tanaman tersebut sebaiknya dikumpulkan untuk dibuang di tempat pembuangan sampah agar kawasan pertanian di wilayah setempat bersih sehingga dapat ditanam kembali.
Sebab jika dibakar kemungkinan besar api akan merambat ke hutan dan lahan perkebunan milik petani lainnya hingga menimbulkan pencemaran udara.
"Petani yang akan membuka lahan perkebunan juga agar dilakukan dengan cara dibakar," tegasnya.
Dia menjelaskan sejauh ini masih banyak terdapat hutan dan lahan perkebunan milik warga di Kecamatan Lengkiti yang berpotensi menimbulkan titik panas api hingga terjadi karhutla.
"Lahan perkebunan yang kering ini tidak dibakar saja terbakar sendiri, apalagi sengaja dibakar," kata dia.
Oleh sebab itu, pihaknya bersama Babinkamtibmas dan Babinsa Kecamatan Lengkiti akan berkoordinasi untuk memantau sejumlah titik api di wilayah setempat yang dapat memicu terjadinya karhutla.
"Sejauh ini berdasarkan hasil pantauan kami belum ada titik panas api ditemukan di Kecamatan Lengkiti akibat pembakaran lahan," ungkapnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Batan sebut jerami fermentasi jadi solusi pakan ternak di saat kekeringan
20 September 2019 16:39 WIB, 2019
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB