Aktivis 98 ingatkan kedua kubu tunggu hasil keputusan KPU
Minggu, 21 April 2019 21:45 WIB
Aktivis dari Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (Pena 98), Adian Napitupulu. (Antara Foto/Syaiful Hakim)
Jakarta (ANTARA) - Aktivis 98 mengingatkan agar kedua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden, baik Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi menunggu keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang hasil Pilpres 2019.
Aktivis dari Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (Pena 98), Adian Napitupulu saat Syukuran Kemenangan Jokowi-Amin, "Setelah Menang, Mau Apa?", di Graha Pena, Jakarta Selatan, Minggu, menilai dari hasil hitung cepat dan rekapitulasi suara KPU, kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sudah terlihat.
Oleh karena itu, kemenangan Jokowi di Pemilu 2019 merupakan kemenangan rakyat dan demokrasi.
Adian menyebutkan, hasil "quick count" 12 lembaga survei, sudah cukup membuktikan, Jokowi menang, tapi ingat tetap harus dikawal komitmen keduanya untuk rakyat.
"Kemenangan Jokowi adalah kemenangan Indonesia. Kemenangan Jokowi adalah kemenangan bagi demokrasi. Namun, kita tetap harus menunggu keputusan KPU soal hasil pilpres ini," ujar politikus PDI Perjuangan ini.
Dalam kesempatan itu, Adian juga mengatakan bahwa saat ini tidak ada alasan cukup kuat untuk mengerahkan kekuatan massa atau "people power" lantaran "People power" dilakukan untuk melawan pemerintah yang semena-mena dan menindas rakyat.
"'People power' bergerak bukan karena kalah Pemilu. 'People power' karena ada kejahatan kepada rakyat. Kalau habis pemilu menggerakkan orang, itu namanya 'people' ngambek," ucap Adian.
Dirinya mengingatkan kepada kelompok-kelompok yang kalah pada Pemilu untuk tidak terus menghembuskan isu dan mencoba-coba menggerakkan rakyat melalui kegiatan inkonstitusional "people power".
"Hentikan ancaman-ancaman 'people power' itu. Angkatan 98 jangan dipaksa kembali berhadap-hadapan. Kalau memang Prabowo kalah lagi, kan memang sudah biasa. Sesuatu yang berulangkali, seharusnya sudah biasa buat dia. Prabowo hentikan marahnya, kasih Jokowi kesempatan membangun bangsa ini," ucapnya.
Aktivis 98 lain, Faisal Assegaf mengatakan, besar harapannya Jokowi ke depan dapat membuka lebar sejumlah kasus terutama korupsi dan berjalan atas dasar kerakyatan.
"Jokowi harus tetap berjalan sesuai spirit kerakyatan dan segera menegakkan hukum, adili sejumlah kasus korupsi, mafia migas. Serta jangan biarkan ada radikalisme tumbuh di Indonesia," tuturnya.
Para Aktivitas 98 menginginkan, agar kabinet di pemerintahan ke depan dapat ditempati oleh orang-orang yang bersih, dan tak memiliki dosa di masa lalu.
Dalam kesempatan itu digelar pemotongan tumpeng dan doa bersama yang diikuti puluhan pendukung #01 Jokowi-Ma'ruf, yang mengenakan busana putih-putih.
Aktivis dari Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (Pena 98), Adian Napitupulu saat Syukuran Kemenangan Jokowi-Amin, "Setelah Menang, Mau Apa?", di Graha Pena, Jakarta Selatan, Minggu, menilai dari hasil hitung cepat dan rekapitulasi suara KPU, kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sudah terlihat.
Oleh karena itu, kemenangan Jokowi di Pemilu 2019 merupakan kemenangan rakyat dan demokrasi.
Adian menyebutkan, hasil "quick count" 12 lembaga survei, sudah cukup membuktikan, Jokowi menang, tapi ingat tetap harus dikawal komitmen keduanya untuk rakyat.
"Kemenangan Jokowi adalah kemenangan Indonesia. Kemenangan Jokowi adalah kemenangan bagi demokrasi. Namun, kita tetap harus menunggu keputusan KPU soal hasil pilpres ini," ujar politikus PDI Perjuangan ini.
Dalam kesempatan itu, Adian juga mengatakan bahwa saat ini tidak ada alasan cukup kuat untuk mengerahkan kekuatan massa atau "people power" lantaran "People power" dilakukan untuk melawan pemerintah yang semena-mena dan menindas rakyat.
"'People power' bergerak bukan karena kalah Pemilu. 'People power' karena ada kejahatan kepada rakyat. Kalau habis pemilu menggerakkan orang, itu namanya 'people' ngambek," ucap Adian.
Dirinya mengingatkan kepada kelompok-kelompok yang kalah pada Pemilu untuk tidak terus menghembuskan isu dan mencoba-coba menggerakkan rakyat melalui kegiatan inkonstitusional "people power".
"Hentikan ancaman-ancaman 'people power' itu. Angkatan 98 jangan dipaksa kembali berhadap-hadapan. Kalau memang Prabowo kalah lagi, kan memang sudah biasa. Sesuatu yang berulangkali, seharusnya sudah biasa buat dia. Prabowo hentikan marahnya, kasih Jokowi kesempatan membangun bangsa ini," ucapnya.
Aktivis 98 lain, Faisal Assegaf mengatakan, besar harapannya Jokowi ke depan dapat membuka lebar sejumlah kasus terutama korupsi dan berjalan atas dasar kerakyatan.
"Jokowi harus tetap berjalan sesuai spirit kerakyatan dan segera menegakkan hukum, adili sejumlah kasus korupsi, mafia migas. Serta jangan biarkan ada radikalisme tumbuh di Indonesia," tuturnya.
Para Aktivitas 98 menginginkan, agar kabinet di pemerintahan ke depan dapat ditempati oleh orang-orang yang bersih, dan tak memiliki dosa di masa lalu.
Dalam kesempatan itu digelar pemotongan tumpeng dan doa bersama yang diikuti puluhan pendukung #01 Jokowi-Ma'ruf, yang mengenakan busana putih-putih.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI tambah 98 perjalanan LRT Sumsel dukung "car free night" di Kota Palembang
18 April 2026 19:27 WIB
PT KAI Divre Tanjungkarang sebut tiket Lebaran 2024 sudah 98 persen terjual
26 March 2024 19:58 WIB, 2024
PA 98: Pencekalan videotron kampanye Anies Baswedan sebuah ironi demokrasi
18 January 2024 19:58 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kejati Sumsel pulihkan keuangan negara senilai Rp1,2 triliun dari kasus perbankan
07 May 2026 23:03 WIB