Pemkab Muba siapkan program khusus swasembada pangan
Kamis, 22 November 2018 21:54 WIB
Beni Hernedi (ANTARA News Sumsel/ist/I016/18)
Musi Banyuasin, Sumsel (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan berupaya menyiapkan program khusus untuk meningkatkan produksi padi, jagung, dan kedelai guna mewujudkan swasembada pangan.
"Untuk mewujudkan program khusus tersebut kami melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Kementerian Pertanian," kata Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) Beni Hernedi, di Sekayu, Kamis.
Dia menjelaskan, program khusus untuk mewujudkan swasembada pangan dilakukan guna menghadapi tantangan dalam meningkatkan produksi pangan.
Menurut dia, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan produksi tanaman pangan padi, jagung dan kedelai seperti sulitnya mendapatkan benih unggul bermutu.
Kemudian tidak seimbangnya biaya produksi dan harga jual, kemampuan penyediaan sarana produksi oleh petani seperti pupuk dan obat-obatan yang masih rendah.
Penggunaan teknologi oleh petani masih belum optimal serta tingginya konversi atau alih fungsi lahan tanaman pangan ke peruntukan lainnya, dan yang paling utama adalah tidak seimbangnya biaya produksi dan harga jual, ujarnya.
Selain menghadapi berbagai tantangan itu, kata dia, perlu juga dibangun kerja sama antara petani atau masyarakat dengan aparat pemerintah baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.
"Saya yakin dan percaya dengan adanya kerja sama antara pemerintah daerah, petani dengan Kementerian Pertanian hingga jajaran terbawah dalam pembinaan dan pendampingan, swasembada padi, jagung dan kedelai akan tercapai," ujar Wabup.
"Untuk mewujudkan program khusus tersebut kami melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Kementerian Pertanian," kata Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) Beni Hernedi, di Sekayu, Kamis.
Dia menjelaskan, program khusus untuk mewujudkan swasembada pangan dilakukan guna menghadapi tantangan dalam meningkatkan produksi pangan.
Menurut dia, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan produksi tanaman pangan padi, jagung dan kedelai seperti sulitnya mendapatkan benih unggul bermutu.
Kemudian tidak seimbangnya biaya produksi dan harga jual, kemampuan penyediaan sarana produksi oleh petani seperti pupuk dan obat-obatan yang masih rendah.
Penggunaan teknologi oleh petani masih belum optimal serta tingginya konversi atau alih fungsi lahan tanaman pangan ke peruntukan lainnya, dan yang paling utama adalah tidak seimbangnya biaya produksi dan harga jual, ujarnya.
Selain menghadapi berbagai tantangan itu, kata dia, perlu juga dibangun kerja sama antara petani atau masyarakat dengan aparat pemerintah baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.
"Saya yakin dan percaya dengan adanya kerja sama antara pemerintah daerah, petani dengan Kementerian Pertanian hingga jajaran terbawah dalam pembinaan dan pendampingan, swasembada padi, jagung dan kedelai akan tercapai," ujar Wabup.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK panggil Plt Bupati Muba Beni Hernedi dan delapan saksi lainnya terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa
29 October 2021 10:55 WIB, 2021
Musi Banyuasin galakkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan
19 March 2019 20:15 WIB, 2019
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tim SAR evakuasi tujuh pendaki Gunung Nokilalaki Sigi yang kehabisan logistik
13 September 2026 16:44 WIB
Keluarga penumpang Kapal Virgo Transport 8 cemas menanti evakuasi di Pelabuhan Trisakti
13 September 2026 16:35 WIB
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 6 meninggal, 97 selamat
13 September 2026 16:32 WIB
Kapal Pertamina selamatkan 16 korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
13 September 2026 16:29 WIB
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
13 September 2026 16:21 WIB
Basarnas kerahkan helikopter cari korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
13 September 2026 12:52 WIB
Tim SAR pusatkan pencarian lima jurnalis hilang di radius terdekat Gunung Anak Krakatau
11 September 2026 21:26 WIB
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB