Sopir angkot di OKU tolak keberadaan bentor
Selasa, 3 Juli 2018 8:19 WIB
Becak motor (ANTARA News Sumsel/Dolly)
Baturaja (Antara) - Puluhan sopir Angkutan Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menolak keberadaan becak motor di wilayah itu yang disampaikan melalui aksi unjuk rasa di Gedung DPRD setempat, Senin.
"Kami meminta pemerintah daerah??untuk menghapus keberadaan becak motor (bentor) dan ojek sepeda motor yang selama ini menutup rezeki para sopir angkutan kota (angkot) maupun angkutan desa (angdes)," kata koordinator aksi demo, Alizon saat menyampaikan orasinya di Gedung DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Senin.
Menurut dia, kehadiran bentor dan ojek di wilayah itu dinilai merampas rejeki para sopir angkot karena bebas dalam mencari penumpang dalam kota tanpa dilindungi payung hukum.
"Sedangkan kami diharuskan pemerintah melalui surat edaran untuk masuk ke terminal tipe C Ogan IV yang sepi pemumpang," katanya.
Dia beraharap, pemerintah daerah agar menjalankan aturan berdampingan dengan kebijakan yang berpihak pada semua orang.
Kepala Dinas Perhubungan OKU, Aminelson saat menjawab tuntutan masa aksi demo mengatakan pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan untuk menghapus bentor dan ojek ataupun membebaskan angkot dan angdes karena faktor kemanusiaan.
Solusinya kata dia, tinggal bagaimana aturan bisa berjalan, angkot tidak kehilangan rezeki namun kota tetap bersih dan tertata indah.
Sementara Anggota Komisi I DPRD OKU Yopy Syahrudin menilai munculnya ketidak pahaman sopir angkot dengan rencana pemerintah itu akibat kurangnya sosialisasi.
"Kalau sosialisasinya sampai pada sasaran saya yakin seluruh sopir angkot dan angdes ini tidak akan merasa dirugikan, karena itulah persoalan ini akan kami masukan dalam agenda pembahasan dewan pada rapat paripurna mendatang," tegasnya.
"Kami meminta pemerintah daerah??untuk menghapus keberadaan becak motor (bentor) dan ojek sepeda motor yang selama ini menutup rezeki para sopir angkutan kota (angkot) maupun angkutan desa (angdes)," kata koordinator aksi demo, Alizon saat menyampaikan orasinya di Gedung DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Senin.
Menurut dia, kehadiran bentor dan ojek di wilayah itu dinilai merampas rejeki para sopir angkot karena bebas dalam mencari penumpang dalam kota tanpa dilindungi payung hukum.
"Sedangkan kami diharuskan pemerintah melalui surat edaran untuk masuk ke terminal tipe C Ogan IV yang sepi pemumpang," katanya.
Dia beraharap, pemerintah daerah agar menjalankan aturan berdampingan dengan kebijakan yang berpihak pada semua orang.
Kepala Dinas Perhubungan OKU, Aminelson saat menjawab tuntutan masa aksi demo mengatakan pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan untuk menghapus bentor dan ojek ataupun membebaskan angkot dan angdes karena faktor kemanusiaan.
Solusinya kata dia, tinggal bagaimana aturan bisa berjalan, angkot tidak kehilangan rezeki namun kota tetap bersih dan tertata indah.
Sementara Anggota Komisi I DPRD OKU Yopy Syahrudin menilai munculnya ketidak pahaman sopir angkot dengan rencana pemerintah itu akibat kurangnya sosialisasi.
"Kalau sosialisasinya sampai pada sasaran saya yakin seluruh sopir angkot dan angdes ini tidak akan merasa dirugikan, karena itulah persoalan ini akan kami masukan dalam agenda pembahasan dewan pada rapat paripurna mendatang," tegasnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolrestabes Palembang sarapan pagi dengan Ojol dan tukang becak, takjub lihat tukang becak umur 65 tahun
07 November 2022 14:51 WIB, 2022
Penarik becak nekat curi 50 batang bunga keladi aglaonema bernilai Rp10 juta, aksi dilakukan menjelang sahur
07 May 2020 11:51 WIB, 2020
Bhayangkari Polda Sumsel bagikan sembako kepada tukang becak dan pemulung
10 April 2020 14:54 WIB, 2020
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB