Palembang (ANTARA News Sumsel) - Temuan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Palembang terhadap makanan yang mengandung formalin seperti tahu dan mie basah di Pasar Bedug Ramadhan menurun. 

"Tahun 2017 dari jumlah 251 sampel, makanan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 95 temuan atau 37 persen," kata Kepala BBPOM Palembang Dewi Prawitasari di Palembang, Jumat.

Sementara tahun ini dari jumlah 286 sampel, jumlah makanan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 58 atau 27 persen. Ada empat produsen mie dan tahu positif mengandung formalin. 

"Tiga produsen di palembang dengan barang bukti puluhan ribu tahu siap edar dan dua ton mie basah. Begitupun temuan di lubuk linggau dengan temuan 24 ribu tahu," jelasnya.

Untuk menindak pengusaha nakal ini, BBPOM bekerjasama dengan kepolisian melakukannya sidak tengah malam. 

"Puluhan ribu tahu siap edar  terpaksa kita hentikan. Mereka menggunakan formalin setelah produksi tahu selesai. Tahu yang sudah jadi kemudian direndam ke air yang mengandung formalin," jelasnya. 

Dia mengaku, kedua makanan ini yang masih ditemukan mengandung formalin. Sedangkan makanan lainnya seperti pempek dan kemplang setelah dilakukan sampling tidak ada temuan kandungan yang berbahaya. 

"Kecuali ada pempek tahu yang tahunya itu bahaya," jelas dia.

Untuk meminimalisir kejadian serupa terulang, pihaknya sudah melakukan pengawasan intensif dan pembinaan terhadap pelaku usaha.

"Kami juga melakukan bimbingan teknis, namun tidak dipungkiri program seperti masih terkendala dengan anggaran," ungkap dia.