BKIPM minta konsumen jeli membeli ikan
Minggu, 22 April 2018 14:43 WIB
Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Palembang melakukan sosialisasi kepada konsumen agar jeli membeli ikan. (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Palembang meminta masyarakat lebih jeli saat membeli ikan.
"Ada keterbatasan informasi di beberapa tempat yang menyebabkan masih banyak masyarakat yang belum terlalu peduli dengan kondisi ikan saat membeli," kata Humas BKIPM Palembang, Erik saat sosialisasi cara pemilihan ikan di salah satu mall di kota Palembang, Sabtu.
Pada sosialisasi bertajuk BKIPM Goes Ti Market tersebut pihaknya memperlihatkan beda antara ikan yang baik dan buruk untuk dikonsumsi masyarakat, mulai dari mengenali ciri-ciri fisik di badan ikan.
Seperti dari ciri insang, bau, warna daging, warna kulit, dan mata ikan yang memiliki perbadaan tajam antara yang segar dan tidak segar.
Menurut Erik sosialisasi tersebut dalam rangka bulan bakti BKIPM yang bertujuan mengedukasi masyarakat bagaiamana memilih ikan yang baik karena konsumsi ikan di Kota Palembang cukup tinggi.
"Kalau dilihat perkapita dari data dinas perikanan rata-rata setiap orang Palembang menkonsumsi ikan 43 kilogram pertahun," jelas Erik.
Konsumsi lebih banyak ikan dalam bentuk olahan makanan seperti pempek, model, tekwan dan sisanya ikan dalam bentuk asli.
Penting sekali untuk memilih ikan, karena ikan yang baik akan menghasilkan protein yang baik pula, sementara protein baik juga bagus untuk meningkatkan kecerdasan, tambah Erik.
Pihaknya akan merutinkan sosialisasi tersebut tidak hanya sebatas di pusat perbelanjaan modern, namun lebih penting di pasar-pasar tradisional sebagai titik paling banyak ikan-ikan tidak terdeteksi keamanannya.
"Ada keterbatasan informasi di beberapa tempat yang menyebabkan masih banyak masyarakat yang belum terlalu peduli dengan kondisi ikan saat membeli," kata Humas BKIPM Palembang, Erik saat sosialisasi cara pemilihan ikan di salah satu mall di kota Palembang, Sabtu.
Pada sosialisasi bertajuk BKIPM Goes Ti Market tersebut pihaknya memperlihatkan beda antara ikan yang baik dan buruk untuk dikonsumsi masyarakat, mulai dari mengenali ciri-ciri fisik di badan ikan.
Seperti dari ciri insang, bau, warna daging, warna kulit, dan mata ikan yang memiliki perbadaan tajam antara yang segar dan tidak segar.
Menurut Erik sosialisasi tersebut dalam rangka bulan bakti BKIPM yang bertujuan mengedukasi masyarakat bagaiamana memilih ikan yang baik karena konsumsi ikan di Kota Palembang cukup tinggi.
"Kalau dilihat perkapita dari data dinas perikanan rata-rata setiap orang Palembang menkonsumsi ikan 43 kilogram pertahun," jelas Erik.
Konsumsi lebih banyak ikan dalam bentuk olahan makanan seperti pempek, model, tekwan dan sisanya ikan dalam bentuk asli.
Penting sekali untuk memilih ikan, karena ikan yang baik akan menghasilkan protein yang baik pula, sementara protein baik juga bagus untuk meningkatkan kecerdasan, tambah Erik.
Pihaknya akan merutinkan sosialisasi tersebut tidak hanya sebatas di pusat perbelanjaan modern, namun lebih penting di pasar-pasar tradisional sebagai titik paling banyak ikan-ikan tidak terdeteksi keamanannya.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BKHIT Sumsel gandeng puluhan perusahaan jasa ekspedisi cegah hama penyakit masuk
26 November 2025 6:44 WIB
Balai Karantina Sumsel optimalkan pengawasan dermaga angkut hewan dan tumbuhan
30 June 2025 20:24 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Palembang Kamis 2 April 2026: Potensi udara kabur dan berawan
02 April 2026 9:28 WIB
Cegah penyakit menular, vaksinasi campak balita di seluruh puskesmas Palembang gratis
31 March 2026 15:46 WIB