Bekas tambang timah di Babel ditanami sayur mayur
Sabtu, 10 Maret 2018 9:20 WIB
Arsip - Pekerja menyemprotkan air untuk pencucian timah di kawasan tambang terbuka Pemali, Bangka, Sabtu (7/11). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Manggar, Belitung Timur (ANTARA News Sumsel) - Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Timur Ikhwan Fahrozi kaget bekas tambang bijih timah bisa dikelola dan dijadikan lahan pertanian sayur mayur sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Saya kaget bekas tambang ini bisa ditanami cabai, bawang, bayam, kacang panjang, dan sayur lainnya," kata dia saat singgah di Desa Selinsing yang berhasil menjadikan bekas tambang timah di daerah itu untuk pengembangan tanaman sayur mayur di Manggar, Sabtu.
Ia mengaku setiap pulang kerja melewati Desa Selinsing, namun begitu singgah ternyata melihat bahwa lahan bekas tambang yang kritis disulap warga menjadi lahan pertanian hortikultura.
"Ini salah satu contoh kecil dari PT Timah yang memberdayakan warga desa menjadikan lahan kritis menjadi produktif," katanya.
Ikhwan mengatakan pengelolaan lahan bekas tambang menjadi produktif bukanlah perkara mudah, namum perlu campur tangan pihak perusahaan maupun pengusaha tambang dalam bentuk pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"Hal ini menjadi kabar baik bagi daerah kepulauan, khususnya masyarakat Belitung Timur yang selalu dihadapkan dengan mahalnya beberapa komoditas sayur mayur saat musim hujan, gelombang tinggi yang menghambat pasokan berbagai kebutuhan dari luar daerah," katanya.
Menurut dia, keberhasilan warga Desa Selinsing mengembangkan tanaman hortikultura patut dicontoh masyarakat lainnya, karena dapat menambah pendapatkan keluarga dan menekan angka inflasi di daerah itu.
"Desa Selinsing dapat dijadikan contoh yang berhasil menjadikan lahan bekas tambang PT Timah menjadi media tanam sayuran dan cabai. Tinggal lagi peran pemerintah melalui OPD teknis untuk memberikan pelatihan agar optimalisasi dapat tercapai," ujarnya.
Ia berharap dukungan dari pihak BUMN atau swasta untuk bekerja sama dengan BUMDes dalam mereklamasi lahan kritis.
"Kami mendukung dan mendorong perusahaan pertambangan bukan hanya timah untuk memulai menggandeng BUMDes mengembangkan pertanian dan holtikultura," ujarnya.
"Saya kaget bekas tambang ini bisa ditanami cabai, bawang, bayam, kacang panjang, dan sayur lainnya," kata dia saat singgah di Desa Selinsing yang berhasil menjadikan bekas tambang timah di daerah itu untuk pengembangan tanaman sayur mayur di Manggar, Sabtu.
Ia mengaku setiap pulang kerja melewati Desa Selinsing, namun begitu singgah ternyata melihat bahwa lahan bekas tambang yang kritis disulap warga menjadi lahan pertanian hortikultura.
"Ini salah satu contoh kecil dari PT Timah yang memberdayakan warga desa menjadikan lahan kritis menjadi produktif," katanya.
Ikhwan mengatakan pengelolaan lahan bekas tambang menjadi produktif bukanlah perkara mudah, namum perlu campur tangan pihak perusahaan maupun pengusaha tambang dalam bentuk pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"Hal ini menjadi kabar baik bagi daerah kepulauan, khususnya masyarakat Belitung Timur yang selalu dihadapkan dengan mahalnya beberapa komoditas sayur mayur saat musim hujan, gelombang tinggi yang menghambat pasokan berbagai kebutuhan dari luar daerah," katanya.
Menurut dia, keberhasilan warga Desa Selinsing mengembangkan tanaman hortikultura patut dicontoh masyarakat lainnya, karena dapat menambah pendapatkan keluarga dan menekan angka inflasi di daerah itu.
"Desa Selinsing dapat dijadikan contoh yang berhasil menjadikan lahan bekas tambang PT Timah menjadi media tanam sayuran dan cabai. Tinggal lagi peran pemerintah melalui OPD teknis untuk memberikan pelatihan agar optimalisasi dapat tercapai," ujarnya.
Ia berharap dukungan dari pihak BUMN atau swasta untuk bekerja sama dengan BUMDes dalam mereklamasi lahan kritis.
"Kami mendukung dan mendorong perusahaan pertambangan bukan hanya timah untuk memulai menggandeng BUMDes mengembangkan pertanian dan holtikultura," ujarnya.
Pewarta : Aprionis
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PN Palembang eksekusi 3 ruko bos Sriwijaya Air, terpidana kasus korupsi timah bareng suami Sandra Dewi
25 April 2025 0:14 WIB, 2025
Mantan Wakil Ketua KPK: Vonis Harvey Moeis tidak sesuai peraturan MA
28 January 2025 16:55 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB