Warga diminta tidak bergantung sama timah
Rabu, 22 November 2017 14:23 WIB
Tambang timah . (ANTARA)
Koba (ANTARA Sumsel) - Bupati Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ibnu Saleh meminta warga tidak terlalu bergantung pada sektor pertambangan bijih timah untuk meningkatkan perekonomian, karena masih ada sektor potensial lain yang dapat dikembangkan.
"Sudah terlalu lama masyarakat bergantung kepada sektor pertimahan, potensi sektor ini suatu saat akan habis maka harus bisa beralih ke sektor lain yang potensinya cukup besar jika dikembangkan secara maksimal," kata Ibnu Saleh di Koba, Rabu.
Ia menjelaskan sektor pertambangan bijih timah kendati mampu mendatangkan uang secara cepat namun dampaknya cukup luas baik sosial maupun terhadap kerusakan lingkungan.
"Saya mengajak masyarakat mulai menggarap sektor UMKM setelah timah yang cadangan bahan bakunya mulai habis dan memiliki banyak persoalan," katanya.
Ibnu mengatakan, dirinya memilih judul karya ilmiah terkait potensi di luar timah yang dapat dikembangkan terutama sektor UMKM untuk mendapatkan gelar Doktor.
"Saya melihat pada akhir 2013 kondisi perekonomian masyarakat semakin terpuruk sejak PT Koba Tin yang bergerak pada sektor pertambangan bijih timah tutup," katanya.
Ia mengatakan kondisi demikian menunjukkan bahwa sektor pertambangan bijih timah sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat.
"Sementara sektor pertambangan bijih timah dihadapkan pada berbagai persoalan baik lingkungan, izin dan cadangan yang sudah mulai menipis," katanya.
Justeru itu, kata dia, pemerintah daerah harus mengambil langkah cepat untuk mengembangkan sektor alternatif yang bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
"Saya melihat masih banyak sektor lain yang bisa dikembangkan di antaranya sektor UMKM, pertanian dan perkebunan," katanya.
"Sudah terlalu lama masyarakat bergantung kepada sektor pertimahan, potensi sektor ini suatu saat akan habis maka harus bisa beralih ke sektor lain yang potensinya cukup besar jika dikembangkan secara maksimal," kata Ibnu Saleh di Koba, Rabu.
Ia menjelaskan sektor pertambangan bijih timah kendati mampu mendatangkan uang secara cepat namun dampaknya cukup luas baik sosial maupun terhadap kerusakan lingkungan.
"Saya mengajak masyarakat mulai menggarap sektor UMKM setelah timah yang cadangan bahan bakunya mulai habis dan memiliki banyak persoalan," katanya.
Ibnu mengatakan, dirinya memilih judul karya ilmiah terkait potensi di luar timah yang dapat dikembangkan terutama sektor UMKM untuk mendapatkan gelar Doktor.
"Saya melihat pada akhir 2013 kondisi perekonomian masyarakat semakin terpuruk sejak PT Koba Tin yang bergerak pada sektor pertambangan bijih timah tutup," katanya.
Ia mengatakan kondisi demikian menunjukkan bahwa sektor pertambangan bijih timah sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat.
"Sementara sektor pertambangan bijih timah dihadapkan pada berbagai persoalan baik lingkungan, izin dan cadangan yang sudah mulai menipis," katanya.
Justeru itu, kata dia, pemerintah daerah harus mengambil langkah cepat untuk mengembangkan sektor alternatif yang bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
"Saya melihat masih banyak sektor lain yang bisa dikembangkan di antaranya sektor UMKM, pertanian dan perkebunan," katanya.
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PN Palembang eksekusi 3 ruko bos Sriwijaya Air, terpidana kasus korupsi timah bareng suami Sandra Dewi
25 April 2025 0:14 WIB, 2025
Mantan Wakil Ketua KPK: Vonis Harvey Moeis tidak sesuai peraturan MA
28 January 2025 16:55 WIB, 2025
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025