Lahan gambut Sumsel cocok untuk tanaman nipah
Jumat, 3 November 2017 8:58 WIB
Gubernur Sumsel Alex Noerdin (kiri) menanam pohon di lokasi konservasi lahan gambut saat kunjungan bersama peserta delegasi Bonn Challenge Asia Pacific Regional Asia High Level Roundtable di Desa sepucuk, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, Selasa (9/5
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengharapkan agar lahan gambut ditanami pohon nipah karena cukup bermanfaat terhadap lingkungan dan perekonomian masyarakat.
Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Pemeliharaan Dinas Lingkungan Hidup Sumsel Hadenli Ugihan di Palembang, Jumat mengatakan, pohon nipah termasuk kelapa sangat cocok ditanam di lahan gambut.
Oleh karena itu peserta bimbingan teknik untuk memberikan pengertian betapa pentingnya lahan gambut ditanami nipah atau kelapa.
Dia mengatakan, banyak manfaat yang bisa didapat dari tumbuhan nipah seperti buahnya dapat diolah menjadi gula aren, tepung tapioka, arang kering dan briket dan lainnya.
Selain itu, pemanfaatan tumbuhan nipah juga dapat membantu dalam merestorasi gambut, ujar dia.
Memang, ujar dia, Pemerintah melalui Badan Restorasi Gambut memiliki tiga program kegiatan utama yang dikenal dengan program pembasahan lahan gambut.
Selanjutnya program penanaman kembali lahan gambut dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Tujuannya agar masyarakat yang hidupnya ataupun mata pencarian bergantung di lahan gambut memiliki penghasilan ekonomi yang lainnya.
Namun semua program tersebut dilaksanakan dengan pengelolaan yang ramah lingkungan, tidak merusak lahan gambut, ujar dia.
Oleh karena itu diharapkan lahan gambut dimanfaatkan dengan sebaik baiknya antara lain menanam pohon yang bermanfaat, kata dia.
Jadi dengan demikian program restorasi gambut yang dilaksanakan pemerintah akan berjalan dengan baik, kata dia.
Sebagaimana beberapa waktu lalu telah dilaksanakan bimbingan teknik oleh tim restorasi gambut dalam memaksimalkan lahan tersebut.
Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Pemeliharaan Dinas Lingkungan Hidup Sumsel Hadenli Ugihan di Palembang, Jumat mengatakan, pohon nipah termasuk kelapa sangat cocok ditanam di lahan gambut.
Oleh karena itu peserta bimbingan teknik untuk memberikan pengertian betapa pentingnya lahan gambut ditanami nipah atau kelapa.
Dia mengatakan, banyak manfaat yang bisa didapat dari tumbuhan nipah seperti buahnya dapat diolah menjadi gula aren, tepung tapioka, arang kering dan briket dan lainnya.
Selain itu, pemanfaatan tumbuhan nipah juga dapat membantu dalam merestorasi gambut, ujar dia.
Memang, ujar dia, Pemerintah melalui Badan Restorasi Gambut memiliki tiga program kegiatan utama yang dikenal dengan program pembasahan lahan gambut.
Selanjutnya program penanaman kembali lahan gambut dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Tujuannya agar masyarakat yang hidupnya ataupun mata pencarian bergantung di lahan gambut memiliki penghasilan ekonomi yang lainnya.
Namun semua program tersebut dilaksanakan dengan pengelolaan yang ramah lingkungan, tidak merusak lahan gambut, ujar dia.
Oleh karena itu diharapkan lahan gambut dimanfaatkan dengan sebaik baiknya antara lain menanam pohon yang bermanfaat, kata dia.
Jadi dengan demikian program restorasi gambut yang dilaksanakan pemerintah akan berjalan dengan baik, kata dia.
Sebagaimana beberapa waktu lalu telah dilaksanakan bimbingan teknik oleh tim restorasi gambut dalam memaksimalkan lahan tersebut.
Pewarta : Ujang Idrus
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Berikut daftar nama-nama korban penumpang KM Wicly Jaya Sakti yang tenggelam di perairan Nipahpanjang
23 May 2021 21:16 WIB, 2021
Buaya terkam anak laki-laki di hadapan bapaknya sendiri saat cari daun nipah di perairan Sungsang
04 June 2020 10:25 WIB, 2020
ACT Sumsel salurkan satu ton beras ke pondok pesantren beratap nipah
07 November 2019 15:02 WIB, 2019
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Ruas jalan Desa Pulau Beringin OKU Selatan tertutup tanah longsor, arus lalu lintas lumpuh total
11 February 2026 18:04 WIB