Hemat energi harus jadi budaya
Rabu, 1 November 2017 17:05 WIB
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (ANTARA/istimewa)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menggalakkan kampanye perilaku hemat dan efisien dalam penggunaan energi kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana saat memberikan sambutan di Astra Green Energy Summit 2017 di Jakarta, Rabu (1/11).
Rida mengatakan gerakan hemat energi ini harus dilakukan dengan propaganda agar menjadi top of mind. "Awalnya kita mulai dari kesadaran dan apabila dilakukan terus menerus akan menjadi perubahan kultur, jadi budaya," ujarnya.
Menurut Rida, pemerintah terus gencar melakukan kampanye hemat energi. Ia mencontohkan, pihaknya memasang iklan di seluruh armada Garuda Indonesia mengenai gerakan hemat energi, "Potong 10 Persen." Selain itu, pihaknya juga terus melakukan kampanye di berbagai kota di Indonesia.
Rida mengungkapkan, UU Energi mengamanatkan dua progam utama, yakni diversifikasi dan konservasi energi. Diversifikasi energi dilakukan agar tidak tergantung dari energi berbasis fosil. Sebab, jika mengandalkan energi fosil akan terkendala dengan ketersediaan serta masalah lingkungan. Oleh sebab itu, pemerintah terus mengenjot tambahan bauran energi dari Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 23 persen pada 2025 mendatang. Selain diversifikasi, konservasi energi juga harus jalan. "Dua-duanya harus berjalan, tidak bisa satu-satu," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Rida mengapresiasi apa yang telah diinisiasi oleh PT Astra International, Tbk dalam mendukung upaya konservasi energi. Dia berharap, apa yang telah dimulai Astra dapat menjadi contoh dan ditiru oleh industri lainnya.
Sementara itu, Chief of Corporate Communications, Social Responsibility and Security PT Astra International Tbk, Pongki Pamungkas, mengungkapkan progam Astra Green Energi secara keseluruhan mampu mencatatkan penghematan lebih dari Rp600 miliar. Progam ini telah dilakukan oleh Astra sejak tahun 2016. Pada tahun 2016, progam ini mencatatkan penghematan sekitar Rp231 miliar.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran mengungkapkan, apa yang dilakukan Astra ini merupakan peran serta industri dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. "Dengan mengedepankan efisiensi," katanya. (W. Indrawan)
Rida mengatakan gerakan hemat energi ini harus dilakukan dengan propaganda agar menjadi top of mind. "Awalnya kita mulai dari kesadaran dan apabila dilakukan terus menerus akan menjadi perubahan kultur, jadi budaya," ujarnya.
Menurut Rida, pemerintah terus gencar melakukan kampanye hemat energi. Ia mencontohkan, pihaknya memasang iklan di seluruh armada Garuda Indonesia mengenai gerakan hemat energi, "Potong 10 Persen." Selain itu, pihaknya juga terus melakukan kampanye di berbagai kota di Indonesia.
Rida mengungkapkan, UU Energi mengamanatkan dua progam utama, yakni diversifikasi dan konservasi energi. Diversifikasi energi dilakukan agar tidak tergantung dari energi berbasis fosil. Sebab, jika mengandalkan energi fosil akan terkendala dengan ketersediaan serta masalah lingkungan. Oleh sebab itu, pemerintah terus mengenjot tambahan bauran energi dari Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 23 persen pada 2025 mendatang. Selain diversifikasi, konservasi energi juga harus jalan. "Dua-duanya harus berjalan, tidak bisa satu-satu," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Rida mengapresiasi apa yang telah diinisiasi oleh PT Astra International, Tbk dalam mendukung upaya konservasi energi. Dia berharap, apa yang telah dimulai Astra dapat menjadi contoh dan ditiru oleh industri lainnya.
Sementara itu, Chief of Corporate Communications, Social Responsibility and Security PT Astra International Tbk, Pongki Pamungkas, mengungkapkan progam Astra Green Energi secara keseluruhan mampu mencatatkan penghematan lebih dari Rp600 miliar. Progam ini telah dilakukan oleh Astra sejak tahun 2016. Pada tahun 2016, progam ini mencatatkan penghematan sekitar Rp231 miliar.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran mengungkapkan, apa yang dilakukan Astra ini merupakan peran serta industri dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. "Dengan mengedepankan efisiensi," katanya. (W. Indrawan)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Imbas ketegangan Iran dan AS, pemerintah segera putuskan harga baru Pertamax
17 April 2026 14:56 WIB
Antisipasi krisis Selat Hormuz, pemerintah percepat penghentian PLTD dan PLTU solar
13 March 2026 8:49 WIB
Kementerian ESDM minta masyarakat tidak panik, pasokan energi mudik Lebaran 2026 terjamin
13 March 2026 8:34 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025