Petani harapkan tempat penampungan beras
Rabu, 4 Oktober 2017 9:53 WIB
Dokementasi- Petani menunjukkan hasil padi . (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi)
Martapura (ANTARA Sumsel) - Sejumlah petani padi sawah di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, berharap adanya resi gudang tempat penampungan beras di wilayah itu sehingga harga jual hasil panen dapat lebih tinggi.
Menurut Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Faisal Habibur di Martapura, Selasa mengatakan, sudah selayaknya petani padi di wilayah itu membuat program resi gudang agar hasil panen dapat ditampung sehingga harga jualnya lebih tinggi.
"Dengan adanya program resi gudang petani dapat lebih sejahtera. Namun harapan tersebut dapat terwujud tentunya harus ada dukungan dari pemerintah setempat," katanya.
Menurut dia, dengan resi gudang petani dapat melakukan pinjaman uang di bank dengan menjaminkan gabah yang lebih menguntungkan secara hitungan ekonomis dan terlindungi dibandingkan meminjam ke tengkulak.
"Jika petani meminjam uang ke tengkulak bunganya lebih besar dan tidak ada perlindungan hukumnya. Terlebih ketika menjual padi saat musim panen karena barang banyak permintaan rendah sudah tentu harga gabah juga murah," jelasnya.
Dengan adanya resi gudang, kata dia, petani dapat menyimpan hasil panen untuk dijual ketika harga kembali normal ataupun bisa dijadikan jaminan di bank jika ingin melakukan pinjaman dana.
"Manfaat resi gudang untuk pinjaman di bank bisa mencapai 70 persen dari jumlah padi milik petani," ungkapnya.
Selain itu, gudang penjualan padi juga bisa dilakukan dengan sistem lelang sehingga petani dapat memperoleh harga penjualan gabah tertinggi yang dapat mensejahterakan para pembajak sawah tersebut.
"Program resi gudang tentunya harus terpusat di suatu tempat agar pihak perbankan lebih mudah memeriksanya," ujarnya.
Menurut Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Faisal Habibur di Martapura, Selasa mengatakan, sudah selayaknya petani padi di wilayah itu membuat program resi gudang agar hasil panen dapat ditampung sehingga harga jualnya lebih tinggi.
"Dengan adanya program resi gudang petani dapat lebih sejahtera. Namun harapan tersebut dapat terwujud tentunya harus ada dukungan dari pemerintah setempat," katanya.
Menurut dia, dengan resi gudang petani dapat melakukan pinjaman uang di bank dengan menjaminkan gabah yang lebih menguntungkan secara hitungan ekonomis dan terlindungi dibandingkan meminjam ke tengkulak.
"Jika petani meminjam uang ke tengkulak bunganya lebih besar dan tidak ada perlindungan hukumnya. Terlebih ketika menjual padi saat musim panen karena barang banyak permintaan rendah sudah tentu harga gabah juga murah," jelasnya.
Dengan adanya resi gudang, kata dia, petani dapat menyimpan hasil panen untuk dijual ketika harga kembali normal ataupun bisa dijadikan jaminan di bank jika ingin melakukan pinjaman dana.
"Manfaat resi gudang untuk pinjaman di bank bisa mencapai 70 persen dari jumlah padi milik petani," ungkapnya.
Selain itu, gudang penjualan padi juga bisa dilakukan dengan sistem lelang sehingga petani dapat memperoleh harga penjualan gabah tertinggi yang dapat mensejahterakan para pembajak sawah tersebut.
"Program resi gudang tentunya harus terpusat di suatu tempat agar pihak perbankan lebih mudah memeriksanya," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang optimalisasi 3.000 hektare sawah tingkatkan ketahanan pangan
31 January 2026 9:23 WIB
OKI salurkan 142.700 kilogram benih padi dari Kementan untuk sawah terdampak banjir
15 January 2026 8:16 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB