Dana desa Ogan Komering Ilir meningkat
Selasa, 21 Maret 2017 13:43 WIB
Ilustrasi - Alokasi Dana Desa (Antarasumsel.com/grafis/den)
Kayuagung (Antarasumsel.com) - Dana Desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir meningkat pada 2017 jika dibandingkan dengan 2016, yakni sebesar 40 persen sehingga diharapkan semakin memacu kemajuan di desa-desa terisoliasi dan terpencil.
Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar di Kayuagung, Selasa, mengatakan Dana Desa yang diperoleh daerah itu melalui alokasi APBN pada 2017 berjumlah total Rp120 miliar sehingga setiap desa akan mengelola uang secara mandiri Rp500 juta-Rp800 juta.
Selain Dana Desa tersebut, desa-desa di kabupaten itu pada 2017 juga diguyur Dana Bagi Hasil Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Hasil Lelang Lebak Lebung (L3) hingga Rp6,2 miliar atau meningkat 5 persen dari tahun sebelumnya.
"Dana Desa ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa. Meski terjadi pemangkasan, tapi yakinlah bahwa desa tetap menjadi prioritas pembangunan saat ini," kata dia.
Dalam mengawal Dana Desa agar tepat sasaran, Iskandar mendorong terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mewujudkan kemandirian secara ekonomi warga di desa.
BUMDes itu, katanya, menjadi wadah membangun ekonomi desa karena masyarakat dapat membentuk unit usaha pertanian, peternakan, kerajinan UMKM, usaha simpan pinjam, penyewaan alat-alat, termasuk unit usaha jual beli/perdagangan.
Pada 2017, Pemkab Ogan Komering Ilir bekerja sama dengan Bank BNI dalam hal penyaluran Dana Desa. Untuk memudahkan pencairan, BNI telah menempatkan kantor kas di beberapa kecamatan di kabupaten itu, sedangkan untuk penyaluran Dana Desa dan Bagi Hasil Lelang Lebak Lebung (L3) melalui Bank Sumsel Babel.
Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar di Kayuagung, Selasa, mengatakan Dana Desa yang diperoleh daerah itu melalui alokasi APBN pada 2017 berjumlah total Rp120 miliar sehingga setiap desa akan mengelola uang secara mandiri Rp500 juta-Rp800 juta.
Selain Dana Desa tersebut, desa-desa di kabupaten itu pada 2017 juga diguyur Dana Bagi Hasil Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Hasil Lelang Lebak Lebung (L3) hingga Rp6,2 miliar atau meningkat 5 persen dari tahun sebelumnya.
"Dana Desa ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa. Meski terjadi pemangkasan, tapi yakinlah bahwa desa tetap menjadi prioritas pembangunan saat ini," kata dia.
Dalam mengawal Dana Desa agar tepat sasaran, Iskandar mendorong terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mewujudkan kemandirian secara ekonomi warga di desa.
BUMDes itu, katanya, menjadi wadah membangun ekonomi desa karena masyarakat dapat membentuk unit usaha pertanian, peternakan, kerajinan UMKM, usaha simpan pinjam, penyewaan alat-alat, termasuk unit usaha jual beli/perdagangan.
Pada 2017, Pemkab Ogan Komering Ilir bekerja sama dengan Bank BNI dalam hal penyaluran Dana Desa. Untuk memudahkan pencairan, BNI telah menempatkan kantor kas di beberapa kecamatan di kabupaten itu, sedangkan untuk penyaluran Dana Desa dan Bagi Hasil Lelang Lebak Lebung (L3) melalui Bank Sumsel Babel.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lewat program 'Jaga Desa', Kejari OKI kawal Dana Desa agar tepat sasaran
13 August 2025 13:41 WIB, 2025
Puluhan kades dan Camat Pagar Gunung diciduk terkait kasus pungli dana desa di Lahat
25 July 2025 9:06 WIB, 2025
Korupsi dana desa, kades kedapatan pakai Rp500 juta untuk judi sabung ayam
23 April 2025 23:37 WIB, 2025
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Polisi selamatkan 13 wisatawan tenggelam akibat kapal karam di Labuan Bajo
27 September 2026 17:13 WIB
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Tim SAR gabungan cari nelayan hilang di perairan Kuala Tungkal Tanjabbar
27 September 2026 12:24 WIB
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB