Bupati canangkan bebas banjir pada 2018
Kamis, 2 Maret 2017 13:03 WIB
Bupati Karimun H Aunur Rafiq. (ANTARA)
Karimun, Kepri (Antarasumsel.com) - Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Aunur Rafiq menyatakan, akan mencanangkan Gerakan Karimun Bebas Banjir pada 2018, menyusul parahnya banjir yang melanda beberapa kawasan akibat hujan deras sejak Selasa (28/2) sore hingga Rabu dinihari.
"Karimun kita upayakan bebas banjir pada 2018. Caranya dengan merevitalisasi drainase secara menyeluruh di 12 kecamatan, dan memperlebar drainase atau saluran primer menuju laut," kata dia saat meninjau daerah terkena banjir di sekitar kompleks perumahan Kanwil Ditjen BC Khusus Kepri di Meral, Kecamatan Meral, Rabu.
Bupati mengatakan, untuk tahap awal pihaknya akan mengeruk atau memperdalam drainase-drainase pada bagian hulu sehingga air mengalir dengan cepat ke hilir, dan tidak meluap sehingga merendam permukiman penduduk.
Dia juga mengatakan akan menginventarisasi kawasan dan titik-titik rawan banjir.
Kondisi geografis Karimun yang berbukit-bukit dan telah menjadi kawasan perumahan warga, terutama di Pulau Karimun Besar sangat rentan terjadi banjir akibat aliran air dari dataran tinggi ke dataran rendah.
Pencanangan Karimun Bebas Banjir pada 2018, menurut dia, membutuhkan kerja sama dan koordinasi semua pihak, mulai dari instansi terkait sampai dengan seluruh komponen masyarakat.
Warga masyarakat, menurut dia, memiliki peran penting dalam mengatasi banjir yang kerap terjadi di musim hujan.
Untuk itu, dia mengimbau kepada warga agar menggalakkan gotong royong membersihkan sampah-sampah yang menyebabkan drainase menjadi dangkal.
"Kami juga mengimbau para pengembang perumahan agar memperhatikan masalah drainase. Terkait banjir di Teluk Air dan Kampung Baru Kecamatan Tebing, menjadi tanggung jawab developer, dan mereka siap untuk mengatasinya," ujar bupati.
Bupati Aunur Rafiq didampingi sejumlah pejabat SKPD dan instansi terkait, juga meninjau lokasi banjir di Kampung Baru Kecamatan Tebing, perumahan Bukit Permai di Kelurahan Teluk Air Kecamatan Karimun.
Tidak ada korban jiwa namun sejumlah warga seperti di Kampung Baru sempat mengungsi ke masjid dan rumah saudara akibat banjir yang menggenangi rumah dan pekarangan dengan ketinggian mencapai 50 Centimeter.
"Karimun kita upayakan bebas banjir pada 2018. Caranya dengan merevitalisasi drainase secara menyeluruh di 12 kecamatan, dan memperlebar drainase atau saluran primer menuju laut," kata dia saat meninjau daerah terkena banjir di sekitar kompleks perumahan Kanwil Ditjen BC Khusus Kepri di Meral, Kecamatan Meral, Rabu.
Bupati mengatakan, untuk tahap awal pihaknya akan mengeruk atau memperdalam drainase-drainase pada bagian hulu sehingga air mengalir dengan cepat ke hilir, dan tidak meluap sehingga merendam permukiman penduduk.
Dia juga mengatakan akan menginventarisasi kawasan dan titik-titik rawan banjir.
Kondisi geografis Karimun yang berbukit-bukit dan telah menjadi kawasan perumahan warga, terutama di Pulau Karimun Besar sangat rentan terjadi banjir akibat aliran air dari dataran tinggi ke dataran rendah.
Pencanangan Karimun Bebas Banjir pada 2018, menurut dia, membutuhkan kerja sama dan koordinasi semua pihak, mulai dari instansi terkait sampai dengan seluruh komponen masyarakat.
Warga masyarakat, menurut dia, memiliki peran penting dalam mengatasi banjir yang kerap terjadi di musim hujan.
Untuk itu, dia mengimbau kepada warga agar menggalakkan gotong royong membersihkan sampah-sampah yang menyebabkan drainase menjadi dangkal.
"Kami juga mengimbau para pengembang perumahan agar memperhatikan masalah drainase. Terkait banjir di Teluk Air dan Kampung Baru Kecamatan Tebing, menjadi tanggung jawab developer, dan mereka siap untuk mengatasinya," ujar bupati.
Bupati Aunur Rafiq didampingi sejumlah pejabat SKPD dan instansi terkait, juga meninjau lokasi banjir di Kampung Baru Kecamatan Tebing, perumahan Bukit Permai di Kelurahan Teluk Air Kecamatan Karimun.
Tidak ada korban jiwa namun sejumlah warga seperti di Kampung Baru sempat mengungsi ke masjid dan rumah saudara akibat banjir yang menggenangi rumah dan pekarangan dengan ketinggian mencapai 50 Centimeter.
Pewarta : Rusdianto Syafruddin
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sindikat narkoba Karimun-Kepri diringkus, modusnya lakukan penyeberangan pisah kapal
07 December 2024 23:55 WIB, 2024
Selamatkan Nelayan Terdampar Di Perairan Malaysia, Ternyata Perompak
02 November 2023 15:32 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Peringatan Dini BMKG: Potensi gelombang tinggi 4 meter dan hujan lebat lokal
23 September 2026 10:37 WIB
Akses Jalan Solok - Padang lumpuh akibat banjir bandang, polisi imbau lewat Padang Panjang
22 September 2026 8:15 WIB