Perantau Minang-pun berharap bantuan dari kampung
Selasa, 7 Februari 2017 14:21 WIB
Pedagang menyelamatkan barang-barang mereka dari Blok I dan Blok II Pasar Senen, Jakarta, yang terbakar pada Kamis (19/1/2017). (ANTARA/Widodo S. Jusuf/Ag/17)
Musibah kebakaran yang menghanguskan lebih dari 1.000 toko/kios di Pasar Senen, Jakarta, pada pertengahan Januari 2017, menimbulkan kerugian besar khususnya ratusan pedagang yang menggantungkan hidupnya di tempat itu.
Kerugian pada musibah tersebut diperkirakan lebih dari Rp100 miliar, dan menimbulkan duka bagi para korban pascaamukan si "jago merah" itu, termasuk ratusan pedagang asal Minang, Sumatera Barat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pihak terkait bergerak cepat untuk membantu merelokasi para pedagang agar dapat kembali beraktivitas dan denyut ekonomi berangsur terasa kembali di pusat perdagangan di ibu kota itu.
Dalam proses relokasi biasanya diwarnai 'pro-kotra' para pedagang terutama dalam pemilihan lokasi berjualan sementara yang disiapkan pemerintah.
Kondisi demikian nampaknya juga dirasakan oleh para pedagang yang berasal dari perantau asal Minang, Sumatera Barat (Sumbar) yang ikut jadi korban pada musibah itu.
Ketua Asosiasi Pedagang Minang di Pasar Senen, Jakarta, Efendi mengungkapkan dari seribuan korban kebakaran Pasar Senen, terdapat sekitar 600 orang di antaranya adalah perantau asal Minang.
Ia mengatakan pascakebakaran mereka yang umumnya kalangan usaha kecil terpaksa berjualan di emperan dan trotoar jalan agar tetap ada pemasukan.
"Rata-rata pedagang ini harus menyicil utang secara kredit. Kalau tidak ada pemasukan, dengan apa akan dibayar. Hanya saja dengan kondisi saat ini untuk makan saja sudah sulit," kata dia.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bisa mencarikan solusi untuk sekitar 600 pedagang asal Minang yang terkena musibah kebakaran di Pasar Senen.
Badoncek dan Zakat
Guna membantu meringankan beban para perantau asal Minang yang menjadi korban kebakaran Pasar Senen, jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar melakukan tradisi "badoncek" atau patungan mengumpulkan dana bantuan.
Dari ASN dan pejabat di Sumbar terkumpul Rp150 juta ditambah bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar Rp150 juta.
Jadi terkumpul dana total Rp300 juta yang diserahkan kepada Asosiasi Pedagang Minang di Senen, kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit.
Ia menjelaskan bantuan yang diberikan itu adalah wujud dari kepedulian masyarakat Minang di kampung terhadap kesulitan yang menimpa saudaranya di perantauan.
"Diharapkan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban saudara kita yang terkena musibah," kata dia.
Ia mengatakan Pemprov Sumbar akan berupaya menjalin komunikasi dengan Pemprov DKI Jakarta agar pedagang Minang kembali diprioritaskan untuk bisa menempati bangunan pasar yang sedang dibangun pascakebakaran.
"Harapan kita jangan sampai pedagang asal Minang yang biasa berjualan di Pasar Senen tersisih setelah pembangunan pasar selesai," kata dia.
Kerugian pada musibah tersebut diperkirakan lebih dari Rp100 miliar, dan menimbulkan duka bagi para korban pascaamukan si "jago merah" itu, termasuk ratusan pedagang asal Minang, Sumatera Barat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pihak terkait bergerak cepat untuk membantu merelokasi para pedagang agar dapat kembali beraktivitas dan denyut ekonomi berangsur terasa kembali di pusat perdagangan di ibu kota itu.
Dalam proses relokasi biasanya diwarnai 'pro-kotra' para pedagang terutama dalam pemilihan lokasi berjualan sementara yang disiapkan pemerintah.
Kondisi demikian nampaknya juga dirasakan oleh para pedagang yang berasal dari perantau asal Minang, Sumatera Barat (Sumbar) yang ikut jadi korban pada musibah itu.
Ketua Asosiasi Pedagang Minang di Pasar Senen, Jakarta, Efendi mengungkapkan dari seribuan korban kebakaran Pasar Senen, terdapat sekitar 600 orang di antaranya adalah perantau asal Minang.
Ia mengatakan pascakebakaran mereka yang umumnya kalangan usaha kecil terpaksa berjualan di emperan dan trotoar jalan agar tetap ada pemasukan.
"Rata-rata pedagang ini harus menyicil utang secara kredit. Kalau tidak ada pemasukan, dengan apa akan dibayar. Hanya saja dengan kondisi saat ini untuk makan saja sudah sulit," kata dia.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bisa mencarikan solusi untuk sekitar 600 pedagang asal Minang yang terkena musibah kebakaran di Pasar Senen.
Badoncek dan Zakat
Guna membantu meringankan beban para perantau asal Minang yang menjadi korban kebakaran Pasar Senen, jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar melakukan tradisi "badoncek" atau patungan mengumpulkan dana bantuan.
Dari ASN dan pejabat di Sumbar terkumpul Rp150 juta ditambah bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar Rp150 juta.
Jadi terkumpul dana total Rp300 juta yang diserahkan kepada Asosiasi Pedagang Minang di Senen, kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit.
Ia menjelaskan bantuan yang diberikan itu adalah wujud dari kepedulian masyarakat Minang di kampung terhadap kesulitan yang menimpa saudaranya di perantauan.
"Diharapkan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban saudara kita yang terkena musibah," kata dia.
Ia mengatakan Pemprov Sumbar akan berupaya menjalin komunikasi dengan Pemprov DKI Jakarta agar pedagang Minang kembali diprioritaskan untuk bisa menempati bangunan pasar yang sedang dibangun pascakebakaran.
"Harapan kita jangan sampai pedagang asal Minang yang biasa berjualan di Pasar Senen tersisih setelah pembangunan pasar selesai," kata dia.
Pewarta : Hendra Agusta
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Parade baju adat Minangkabau tersaji di Minangkabau Memanggil Taragak Pulang
17 August 2025 6:43 WIB
Kakanwil Ilham Djaya kenakan pakaian Minang pimpin upacara HUT RI ke-78
17 August 2023 15:47 WIB, 2023
Irjen Pol Suharyono langsung sujud saat injakkan kaki di Ranah Minang
20 October 2022 19:04 WIB, 2022
Wapres Ma'ruf Amin sebut tak ada makan enak di Sumbar, yang ada enak sekali
12 April 2022 20:09 WIB, 2022
Dari hobi bermain alat musik tiup khas Minang beralih ke ladang bisnis
10 April 2022 23:44 WIB, 2022
Terpopuler - Artikel
Lihat Juga
Obituari: Selamat jalan Alex Noerdin, sang arsitek "Jakabaring Sport City"
26 February 2026 14:08 WIB
Kisah Masjid Shirathal Mustaqiem: dulu arena judi, kini masjid tertua di Samarinda
22 February 2026 16:27 WIB
Kisah ibu di pinggiran Singkarak, cetak anak jadi polisi dan sarjana dari ikan bilih
21 February 2026 19:33 WIB
Skandal Epstein 2026: Dari mundurnya pejabat Inggris hingga posisi sulit Donald Trump
09 February 2026 6:36 WIB