Masyarakat bisa jadi agen diplomasi
Kamis, 2 Juni 2016 15:29 WIB
Staf ahli menteri Komunikasi dan informatika bidang Media Massa Hendri Subiakto memberikan sambutan pada forum Bakohumas Tematik Kementrian Luar Negeri di Palembang, Sumsel, Kamis (2/6) (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly/16/den)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Staf Ahli Komunikasi dan Media Kementerian Komunikasi dan Informatika Prof Dr Hendri Subiakto mengatakan perkembangan teknologi informasi yang cukup pesat saat ini masyarakat bisa menjadi agen diplomasi sehingga bukan hanya dilakukan kalangan tertentu saja.
"Selama ini banyak berpendapat diplomasi hanya dilakukan kalangan tertentu saja, padahal semua masyarakat bisa menyampaikan perubahan dan perkembangan yang ada dalam lembaganya dalam arti diplomasi," kata Hendri Subiakto usai acara Forum Bakohumas Tematik Kementerian Luar Negeri di Palembang, Kamis.
Bakohumas yang mengambil tema Diplomasi untuk rakyat, diplomasi membumi arah kebijakan hubungan luar negeri dan diplomasi Indonesia itu diikuti utusan Bakohumas dari berbagai lembaga dan Satuan Kerja Perangkat Daerah.
Ia menjelaskan, diplomasi dalam arti menyampaikan prestasi suatu daerah kepada masyarakat secara luas bahkan ke luar negeri.
Itu bukan dilakukan kalangan pemerintah saja, tetapi semua masyarakat yang memiliki prestasi diberbagai bidang juga termasuk agen diplomasi, ujar dia.
Jadi diplomasi sudah menjadi hak bersama terutama bagi generasi penerus yang memiliki inovasi dalam membuat karya untuk mengharumkan nama baik bangsa, kata dia.
Menurut dia, sekarang ini perkembangan ilmu teknologi cukup pesat, sehingga diplomasi sangat mudah untuk disampaikan.
Bahkan, lanjut dia, dengan adanya perkembangan teknologi informasi maka prestasi bangsa dapat disampaikan secara cepat dalam arti sebagai salah satu bentuk diplomasi.
Sementara Dirjen Informasi dan Diplomasi Kementerian Luar Negeri Duta Besar, Esti Andayani mengatakan, memang diplomasi bisa saja disampaikan seluruh lapisan masyarakat.
Prestasi terbaik karya anak bangsa misalnya, itu bisa disampaikan melalui media sosial dan merupakan salah satu bentuk diplomasi, ujar dia.
Apalagi sekarang ini media sosial cukup banyak sehingga diplomasi sangat mudah untuk disampaikan, kata dia.
Oleh karena itu dalam menyamakan persepsi tentang diplomasi tersebut, maka salah satunya melalui Bakohumas seperti sekarang ini, tambah dia. (U005)
"Selama ini banyak berpendapat diplomasi hanya dilakukan kalangan tertentu saja, padahal semua masyarakat bisa menyampaikan perubahan dan perkembangan yang ada dalam lembaganya dalam arti diplomasi," kata Hendri Subiakto usai acara Forum Bakohumas Tematik Kementerian Luar Negeri di Palembang, Kamis.
Bakohumas yang mengambil tema Diplomasi untuk rakyat, diplomasi membumi arah kebijakan hubungan luar negeri dan diplomasi Indonesia itu diikuti utusan Bakohumas dari berbagai lembaga dan Satuan Kerja Perangkat Daerah.
Ia menjelaskan, diplomasi dalam arti menyampaikan prestasi suatu daerah kepada masyarakat secara luas bahkan ke luar negeri.
Itu bukan dilakukan kalangan pemerintah saja, tetapi semua masyarakat yang memiliki prestasi diberbagai bidang juga termasuk agen diplomasi, ujar dia.
Jadi diplomasi sudah menjadi hak bersama terutama bagi generasi penerus yang memiliki inovasi dalam membuat karya untuk mengharumkan nama baik bangsa, kata dia.
Menurut dia, sekarang ini perkembangan ilmu teknologi cukup pesat, sehingga diplomasi sangat mudah untuk disampaikan.
Bahkan, lanjut dia, dengan adanya perkembangan teknologi informasi maka prestasi bangsa dapat disampaikan secara cepat dalam arti sebagai salah satu bentuk diplomasi.
Sementara Dirjen Informasi dan Diplomasi Kementerian Luar Negeri Duta Besar, Esti Andayani mengatakan, memang diplomasi bisa saja disampaikan seluruh lapisan masyarakat.
Prestasi terbaik karya anak bangsa misalnya, itu bisa disampaikan melalui media sosial dan merupakan salah satu bentuk diplomasi, ujar dia.
Apalagi sekarang ini media sosial cukup banyak sehingga diplomasi sangat mudah untuk disampaikan, kata dia.
Oleh karena itu dalam menyamakan persepsi tentang diplomasi tersebut, maka salah satunya melalui Bakohumas seperti sekarang ini, tambah dia. (U005)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ahli waris jamaah haji asal OKU terima santunan dari Saudi Airlines Rp130 juta
10 September 2025 19:22 WIB
Sebanyak 45 ribu pekerja rentan di Muba terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
30 May 2025 10:19 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Kemendag: Indonesia ekspor obat pereda nyeri senilai Rp2,4 miliar ke Korsel
14 February 2026 10:21 WIB