Lubuklinggau tertibkan gelandangan dan pengemis
Jumat, 27 November 2015 11:10 WIB
Ilustrasi - Anak Jalanan (FOTO ANTARA)
Lubuklinggau, (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan menertibkan anak gelandangan dan pengemis yang mengganggu arus lalu lintas di setiap perapatan jalan yang jumlahnya terus bertambah.
Para gelangan dan pengemis itu kalau anak-anak biasanya warga lokal, tapi kalau orang dewasa termasuk orang gila datang dari luar Kota Lubuklinggau, kata Wakil Wali Kota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar, Kamis.
Ia mengatakan penertiban para gelandangan itu perlu dilakukan karena sangat mengganggu kelancaran dan kenyaman para pengguna jalan raya, khusunya jalan lintas Sumatera yang membelah Kota Lubuklinggau.
Sebagai Kota transit harus bebas dari gangguan anak jalanan, gendangan dan pegemis, supaya tidak merusak keindahan kota yang sering dikunjungi para tamu sebagai pelaku binis dan pengusaha.
Sedangkan anak jalanan yang mangkal distiap perapatan untuk minta-minta biasanya warga sekitarnya yang tidak ada orang tua, sehingga dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab mencari uang.
Untuk menertibkan para gelandangan, pengemis dan anak jalanan itu diserahkan pada instansi terkait yaitu Dinas Sosial karena mereka punya anggaran khusus dalam hal menangani kasus tersebut, ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Zunaidi mengatakan berdasarkan hasil temuan dilapangan anak jalanan itu adalah penduduk setempat.
Sebagian besar dari mereka tidak memiliki orang tua dan sebagian lagi masih memiliki orang tua, namun tidak terurus sehingga mereka mencari makan sendiri-sendiri.
Anak jalanan itu rata-rata tidak sekolah dan tidak diurus orang tuanya, mungkin akibat faktor ekonomi sehingga mereka mencari makan dengan minta-minta.
Para anak jalanan itu ketika di razia semuanya menghilang karena rumahnya tak jauh dari lokasi tempat dia mangkal.
Biasanya bila ada yang tertangkap tangan diserahkan pada orang tua kandung atau orang tua asuhnya, penyerahan itu melalui ketua rukun tetangga (RT).
Sedang masalah gelandangan dan pengemis akan ditampung pada lokasi khusus untuk diberikan bimbingan, bila mereka bersedia pulang ke kampung halamannya akan diberikan ongkos hngga sampai tempat tujuan, ujarnya.
Para gelangan dan pengemis itu kalau anak-anak biasanya warga lokal, tapi kalau orang dewasa termasuk orang gila datang dari luar Kota Lubuklinggau, kata Wakil Wali Kota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar, Kamis.
Ia mengatakan penertiban para gelandangan itu perlu dilakukan karena sangat mengganggu kelancaran dan kenyaman para pengguna jalan raya, khusunya jalan lintas Sumatera yang membelah Kota Lubuklinggau.
Sebagai Kota transit harus bebas dari gangguan anak jalanan, gendangan dan pegemis, supaya tidak merusak keindahan kota yang sering dikunjungi para tamu sebagai pelaku binis dan pengusaha.
Sedangkan anak jalanan yang mangkal distiap perapatan untuk minta-minta biasanya warga sekitarnya yang tidak ada orang tua, sehingga dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab mencari uang.
Untuk menertibkan para gelandangan, pengemis dan anak jalanan itu diserahkan pada instansi terkait yaitu Dinas Sosial karena mereka punya anggaran khusus dalam hal menangani kasus tersebut, ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Zunaidi mengatakan berdasarkan hasil temuan dilapangan anak jalanan itu adalah penduduk setempat.
Sebagian besar dari mereka tidak memiliki orang tua dan sebagian lagi masih memiliki orang tua, namun tidak terurus sehingga mereka mencari makan sendiri-sendiri.
Anak jalanan itu rata-rata tidak sekolah dan tidak diurus orang tuanya, mungkin akibat faktor ekonomi sehingga mereka mencari makan dengan minta-minta.
Para anak jalanan itu ketika di razia semuanya menghilang karena rumahnya tak jauh dari lokasi tempat dia mangkal.
Biasanya bila ada yang tertangkap tangan diserahkan pada orang tua kandung atau orang tua asuhnya, penyerahan itu melalui ketua rukun tetangga (RT).
Sedang masalah gelandangan dan pengemis akan ditampung pada lokasi khusus untuk diberikan bimbingan, bila mereka bersedia pulang ke kampung halamannya akan diberikan ongkos hngga sampai tempat tujuan, ujarnya.
Pewarta : Zulkifli Lubis
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Lubuklinggau gelar pelatihan cepat tanggap kasus kekerasan terhadap perempuan
12 May 2024 16:32 WIB, 2024
Tekan kecanduan gadget, Kota Lubuklinggau gencarkan lomba permainan tradisional
07 December 2023 13:28 WIB, 2023
Wali Kota Lubuklinggau Prana Sohe lakukan uji swab setelah seorang pejabat pemkot positif
08 June 2020 15:31 WIB, 2020
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Lima penerbangan Palembang-Jakarta dibatalkan, dampak erupsi Anak Krakatau
06 September 2026 9:35 WIB
KAI Daop 1 Jakarta pastikan perjalanan kereta api aman dari erupsi Gunung Anak Krakatau
06 September 2026 9:03 WIB
Anggota DPR minta penanganan optimal bagi santri keracunan MBG di Sidoarjo
03 September 2026 16:23 WIB
Kualitas Udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat, nilai ISPU tembus 101
23 August 2026 15:34 WIB