Polres bentuk tim anti begal
Senin, 15 Juni 2015 22:37 WIB
Polres Muba (FOTO ANTARA)
Sekayu (ANTARA Sumsel) - Polres Musibanyuasin Sumatera Selatan
berencana membentuk tim anti begal untuk berpatroli atau menyusuri
daerah-daerah yang dinilai rawan terjadi tindak pidana, baik siang
maupun malam hari.
"Secepatnya kita bentuk tim anti begal, karena saat ini tindak kriminalitas terus mengalami peningkatan dan sangat meresahkan masyarakat Musibanyuasin (Muba)," kata Kapolres Muba, AKBP Muhammad Ridwan di Sekayu, Senin.
Dijelaskannya, pihak Polres setempat harus antisipasi dan tekan seminim mungkin tindak kejahatan di wilayah Muba.
Tim anti begal ini, kata dia, akan terdiri dari berbagai satuan yang ada di Polres Muba. Dimana untuk menjadi anggota tim anti begal harus terlebih dahulu menjalani tes dan memenuhi persyaratan telah ditetapkan.
"Tidak sembarang anggota yang bisa masuk tim anti begal, kita akan lakukan seleksi terlebih dahulu, karena tim ini nantinya bersifat mobile," tegas dia.
Adapun daerah yang dinilai rawan yaitu di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) dan Jalan Lintas Tengah (Jalinteng). Dimana dua daerah tersebut banyak melintas kendaraan dan tingkat aktivitas mayarakat, terutama dalam transaksi ekonomi sangat tinggi karena terdapat beberapa pasar tradisional.
"Kalau untuk berapa banyak tim dan jumlah anggotanya nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," kata Kapolres.
Ia mengatakan, agar semuanya berjalan baik, pihaknya meminta dukungan pemerintah setempat dan masyarakat.
"Kita minta dukungan semua pihak, sebab tidak bisa berjalan sendiri, harus ada kerja sama baik dengan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pihak-pihak lainnya," katanya.
Sementara, Kabag Ops Polres Muba, Kompol Amriwan, menambahkan, masih tingginya akang kriminalitas di Muba disebabkan berbagai faktor, salah satunya adalah turunnya tingkat perekonomian masyarakat yang disebabkan dari anjloknya harga komiditi karet dan sawit yang hampir sebagian besar masyarakat tergantung dengan dua komoditi perkebunan tersebut.
Sejauh ini, kata dia, upaya untuk menurunkan angka kriminalitas suah dilakukan, seperti sosialisasi kepada masyarakat secara langsung dan melakukan patroli rutin di seluruh wilayah Muba, terutama daerah-daerah yang masuk dalam kategori rawan.
"Kita terus berusahan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif dengan cara menekan angka kriminalitas melalui patroli rutin," katanya.
"Secepatnya kita bentuk tim anti begal, karena saat ini tindak kriminalitas terus mengalami peningkatan dan sangat meresahkan masyarakat Musibanyuasin (Muba)," kata Kapolres Muba, AKBP Muhammad Ridwan di Sekayu, Senin.
Dijelaskannya, pihak Polres setempat harus antisipasi dan tekan seminim mungkin tindak kejahatan di wilayah Muba.
Tim anti begal ini, kata dia, akan terdiri dari berbagai satuan yang ada di Polres Muba. Dimana untuk menjadi anggota tim anti begal harus terlebih dahulu menjalani tes dan memenuhi persyaratan telah ditetapkan.
"Tidak sembarang anggota yang bisa masuk tim anti begal, kita akan lakukan seleksi terlebih dahulu, karena tim ini nantinya bersifat mobile," tegas dia.
Adapun daerah yang dinilai rawan yaitu di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) dan Jalan Lintas Tengah (Jalinteng). Dimana dua daerah tersebut banyak melintas kendaraan dan tingkat aktivitas mayarakat, terutama dalam transaksi ekonomi sangat tinggi karena terdapat beberapa pasar tradisional.
"Kalau untuk berapa banyak tim dan jumlah anggotanya nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," kata Kapolres.
Ia mengatakan, agar semuanya berjalan baik, pihaknya meminta dukungan pemerintah setempat dan masyarakat.
"Kita minta dukungan semua pihak, sebab tidak bisa berjalan sendiri, harus ada kerja sama baik dengan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pihak-pihak lainnya," katanya.
Sementara, Kabag Ops Polres Muba, Kompol Amriwan, menambahkan, masih tingginya akang kriminalitas di Muba disebabkan berbagai faktor, salah satunya adalah turunnya tingkat perekonomian masyarakat yang disebabkan dari anjloknya harga komiditi karet dan sawit yang hampir sebagian besar masyarakat tergantung dengan dua komoditi perkebunan tersebut.
Sejauh ini, kata dia, upaya untuk menurunkan angka kriminalitas suah dilakukan, seperti sosialisasi kepada masyarakat secara langsung dan melakukan patroli rutin di seluruh wilayah Muba, terutama daerah-daerah yang masuk dalam kategori rawan.
"Kita terus berusahan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif dengan cara menekan angka kriminalitas melalui patroli rutin," katanya.
Pewarta : Oleh Edy Parmansyah
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB
Tim Satgas padamkan karhutla 8,5 hektare di Desa Merbau Ogan Komering Ulu
07 September 2026 22:41 WIB
Polres Banyuasin tangkap dua tersangka pembunuhan berencana dua remaja di Talang Kelapa
07 September 2026 12:41 WIB
Terpopuler - Berita Muba
Lihat Juga
Polres OKU Timur beri pengamanan ketat pelipatan surat suara pilkada
04 November 2024 9:32 WIB, 2024
Bawaslu Sumsel temukan pelanggaran di 2 daerah selama pemungutan suara
15 February 2024 21:35 WIB, 2024