Legislator Sumsel berharap peningkatan pendapatan
Senin, 11 Agustus 2014 18:30 WIB
Palembang (ANTARA Sumsel) - Ketua Komisi III DPRD Sumatera Selatan berharap ada peningkatan sumber daya pendapatan daerah yang besar pada tahun anggaran 2016.
"Pada 2016 diharapkan sudah ada peningkatan sumber daya pendapatan daerah yang besar," kata Ketua Komisi III DPRD Sumatera Selatan, HM Giri Ramanda N Kiemas di Palembang, Senin.
Menurut dia, skala prioritas yang dilakukan menyelamatkan fungsi-fungsi anggaran utama untuk jalannya pemerintahan yakni kesehatan dan sekolah gratis.
"Kemudian pembangunan jalan-jalan rusak diutamakan, jadi sedikit melakukan penghematan anggaran," katanya.
Sementara mengenai defisit anggaran sekitar Rp800 miliar, ia mengatakan, harus melihat defisit itu terjadi, karena dana bagi hasil diharapkan tidak masuk sesuai dengan apa yang diinginkan.
"Karena itu, permasalahan ini dilihat apakah dari pusat atau perencanaan kita di daerah," ujar wakil rakyat tersebut.
Ia menyatakan, anggaran pada 2015 biar realistis direncanakan lebih baik dengan angka yang tidak terlalu optimistis.
Lebih baik begitu, tetapi di perubahan nanti hasilnya sesuai dengan harapan, jangan seperti sekarang, optimistis buktinya tidak capai target.
Itu teknik yang akan dilakukan ke depan, apalagi APBD induk 2015 masih dibahas anggota DPRD periode sekarang, sehingga mengetahui permasalahan, paparnya.
Sementara untuk proyek-proyek tahun jamak, selama itu direncanakan dengan baik maka kemampuan membayar juga baik, tambahnya.
"Pada 2016 diharapkan sudah ada peningkatan sumber daya pendapatan daerah yang besar," kata Ketua Komisi III DPRD Sumatera Selatan, HM Giri Ramanda N Kiemas di Palembang, Senin.
Menurut dia, skala prioritas yang dilakukan menyelamatkan fungsi-fungsi anggaran utama untuk jalannya pemerintahan yakni kesehatan dan sekolah gratis.
"Kemudian pembangunan jalan-jalan rusak diutamakan, jadi sedikit melakukan penghematan anggaran," katanya.
Sementara mengenai defisit anggaran sekitar Rp800 miliar, ia mengatakan, harus melihat defisit itu terjadi, karena dana bagi hasil diharapkan tidak masuk sesuai dengan apa yang diinginkan.
"Karena itu, permasalahan ini dilihat apakah dari pusat atau perencanaan kita di daerah," ujar wakil rakyat tersebut.
Ia menyatakan, anggaran pada 2015 biar realistis direncanakan lebih baik dengan angka yang tidak terlalu optimistis.
Lebih baik begitu, tetapi di perubahan nanti hasilnya sesuai dengan harapan, jangan seperti sekarang, optimistis buktinya tidak capai target.
Itu teknik yang akan dilakukan ke depan, apalagi APBD induk 2015 masih dibahas anggota DPRD periode sekarang, sehingga mengetahui permasalahan, paparnya.
Sementara untuk proyek-proyek tahun jamak, selama itu direncanakan dengan baik maka kemampuan membayar juga baik, tambahnya.
Pewarta : Oleh Susilawati
Editor : M. Suparni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator minta percepatan proyek tol Palembang-Betung jelang Lebaran
23 February 2025 14:52 WIB, 2025
Legislator PKB dukung Bawaslu tuntaskan aksi bagi-bagi uang Gus Miftah
06 January 2024 16:41 WIB, 2024
Erick Thohir dapat dukungan legislator bersihkan praktek korupsi di PSSI
25 April 2023 19:58 WIB, 2023
Korban kekerasan seksual terus bertambah, Legislator: RUU TPKS harus segera disahkan
12 January 2022 10:01 WIB, 2022
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kasus TPPU eks Jampidsus segera disidangkan, kuasa hukum sebut Febrie kooperatif
16 September 2026 9:16 WIB