BKKBN Sumsel aktif sosialisasikan program kependudukan dan keluarga berencana
Kamis, 25 Juli 2013 21:24 WIB
Kepala BKKBN Sumsel Sri Rahayu dalam acara talk show (Foto Antarasumsel.com/13/Nila Ertina)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Selatan aktif mensosialisasikan program Kependudukan dan Keluarga Berencana ke media massa, karena memiliki jangkauan yang luas dalam menyampaikan informasi ke masyarakat.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Selatan Sri Rahayu mewujudkannya dengan mengisi acara perbincangan di Kompas TV, Palembang, Selasa (23/7).
"BKKBN sejak lama telah menjalin kerja sama dengan pers dalam penyampaian informasi, salah satunya contohnya dengan rutin menggelar acara perbincangan di sejumlah radio dan televisi swasta terkait program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB)," katanya.
Dalam acara talkshow itu, selain mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memiliki keluarga kecil dan berkualitas, BKKBN Sumsel menggugah kepedulian para pemangku kepentingan pada tingkat daerah mengingat masuk dalam 10 provinsi penyangga keberhasilan program KKB secara nasional.
"Persoalan KKB ini memiliki implikasi yang sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga sangat membutuhkan kepedulian berbagai para pengambil dan penentu kebijakan seperti DPRD, bupati, dan wali kota serga gubernur," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya pun aktif mendorong penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang kepada aseptor KB yakni IUD dan implant yang memiliki rentan waktu mencegah kehamilan 3-8 tahun.
"Upaya ini untuk mengatasi permasalahan kekurangan petugas lapangan keluarga berencana yang dihadapi Sumsel, karena jika menggunakan alat kontrasepsi (non-Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) yakni suntik dan pil membutuhkan petugas untuk mengingatkan terutama untuk daerah pedesaan," katanya.
Saat ini, BKKBN Sumsel gencar menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) yang masih di atas rata-rata nasional yakni 2,8 (dalam 10 orang wanita usia subur terdapat 28 orang anak dilahirkan) berdasarkan hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012.
"BKKBN tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan peran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk pemantapan komitmen membentuk keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera," ujarnya.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Selatan Sri Rahayu mewujudkannya dengan mengisi acara perbincangan di Kompas TV, Palembang, Selasa (23/7).
"BKKBN sejak lama telah menjalin kerja sama dengan pers dalam penyampaian informasi, salah satunya contohnya dengan rutin menggelar acara perbincangan di sejumlah radio dan televisi swasta terkait program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB)," katanya.
Dalam acara talkshow itu, selain mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memiliki keluarga kecil dan berkualitas, BKKBN Sumsel menggugah kepedulian para pemangku kepentingan pada tingkat daerah mengingat masuk dalam 10 provinsi penyangga keberhasilan program KKB secara nasional.
"Persoalan KKB ini memiliki implikasi yang sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga sangat membutuhkan kepedulian berbagai para pengambil dan penentu kebijakan seperti DPRD, bupati, dan wali kota serga gubernur," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya pun aktif mendorong penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang kepada aseptor KB yakni IUD dan implant yang memiliki rentan waktu mencegah kehamilan 3-8 tahun.
"Upaya ini untuk mengatasi permasalahan kekurangan petugas lapangan keluarga berencana yang dihadapi Sumsel, karena jika menggunakan alat kontrasepsi (non-Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) yakni suntik dan pil membutuhkan petugas untuk mengingatkan terutama untuk daerah pedesaan," katanya.
Saat ini, BKKBN Sumsel gencar menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) yang masih di atas rata-rata nasional yakni 2,8 (dalam 10 orang wanita usia subur terdapat 28 orang anak dilahirkan) berdasarkan hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012.
"BKKBN tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan peran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk pemantapan komitmen membentuk keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera," ujarnya.
Pewarta : Oleh: Dolly Rosana
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Oditur Militer hadirkan tujuh saksi kasus pembunuhan kepala cabang bank di Jakarta
16 April 2026 9:52 WIB
Tiga prajurit TNI jalani sidang eksepsi kasus pembunuhan berencana kacab bank
13 April 2026 7:12 WIB
BPSDMD Sumsel asah kemampuan manajerial 46 kepala sekolah hadapi era digital
08 April 2026 19:25 WIB
Kasus asusila oknum pegawai di Pagaralam, PosIND serahkan proses hukum ke aparat penegak hukum
08 April 2026 16:17 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Pemprov Sumsel bantu petani jagung tingkatkan produksi, dukung ketahanan pangan
19 May 2026 20:30 WIB