RSUD Soetomo jadi percontohan penanganan kembar siam
Senin, 22 Juli 2013 17:07 WIB
Spesialis anak sekaligus konsultan operasi pemisahan bayi kembar siam rahma-rahmi dari RS dr Soetomo dr Agus Harianto SpA(K). (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)
Surabaya (ANTARA Sumsel) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Seotomo Surabaya menjadi rumah sakit percontohan di Indonesia karena telah berhasil menangani sekitar 57 bayi kembar siam yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSUD dr Soetomo, dr Agus Harianto SpAK, Senin, mengatakan RSUD Soetomo sudah mendapatkan kepercayaan yang luar biasa dari masyarakat di Indonesia. Bahkan tidak segan-segan, pihak RSUD Soetomo baru-baru ini mentrasfer pengetahuan cara penanganan bayi kembar siam ke RSUD Palembang.
"Bayi kembar siam asal Palembang tidak harus dibawa ke sini, tapi kita memberikan bantuan tenaga dan pengetahuan ke sana," katanya.
Apalagi, lanjut dia, fasilitas di RSUD Palembang saat ini sudah lengkap. "Kami berharap Pelembang dijadikan pusat penanganan bayi kembar siam se-Sumatera.
Ketua Forum Pers RSUD dr. Soetomo, dr Urip Mortedjo, mengatakan hingga saat sudah ada sekitar 57 bayi kembar siam dengan berbagai macam kelainan yang sudah pernah ditangani di RSUD Soetomo.
"Masyarakat bisa menikmati pelayanan penanganan bayi kembar siam di RSUD Soetomo," katanya.
Menurut dia, semua orang tua dan keluarga dari bayi kembar siam yang dirawat di RSUD Soetomo sudah pasrah dan menyerakan penanganan bayi kembar siam ke tim dokter. "Kami berusaha semaksimal mungkin agar bayi tersebut bisa survive (bertahan hidup)," katanya.
Ia mengatakan bahwa semua biaya operasi bayi kembar siam ditanggung penuh pihak rumah sakit atas bantuan dari pemerintah melalui asuransi atau jamkesmas.
"Mudah-mudahan ada donasi lain, karena biayanya cukup mahal belum termasuk biaya kehidupan untuk bapak dan ibu bayi kembar yang ditanggung pihak rumah sakit," katanya.
Untuk saat ini, kata dia, RSUD Soetomo menanganu tiga pasang bayi kembar siam dari Banyuwangi, Kediri dan Surabaya.
Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSUD dr Soetomo, dr Agus Harianto SpAK, Senin, mengatakan RSUD Soetomo sudah mendapatkan kepercayaan yang luar biasa dari masyarakat di Indonesia. Bahkan tidak segan-segan, pihak RSUD Soetomo baru-baru ini mentrasfer pengetahuan cara penanganan bayi kembar siam ke RSUD Palembang.
"Bayi kembar siam asal Palembang tidak harus dibawa ke sini, tapi kita memberikan bantuan tenaga dan pengetahuan ke sana," katanya.
Apalagi, lanjut dia, fasilitas di RSUD Palembang saat ini sudah lengkap. "Kami berharap Pelembang dijadikan pusat penanganan bayi kembar siam se-Sumatera.
Ketua Forum Pers RSUD dr. Soetomo, dr Urip Mortedjo, mengatakan hingga saat sudah ada sekitar 57 bayi kembar siam dengan berbagai macam kelainan yang sudah pernah ditangani di RSUD Soetomo.
"Masyarakat bisa menikmati pelayanan penanganan bayi kembar siam di RSUD Soetomo," katanya.
Menurut dia, semua orang tua dan keluarga dari bayi kembar siam yang dirawat di RSUD Soetomo sudah pasrah dan menyerakan penanganan bayi kembar siam ke tim dokter. "Kami berusaha semaksimal mungkin agar bayi tersebut bisa survive (bertahan hidup)," katanya.
Ia mengatakan bahwa semua biaya operasi bayi kembar siam ditanggung penuh pihak rumah sakit atas bantuan dari pemerintah melalui asuransi atau jamkesmas.
"Mudah-mudahan ada donasi lain, karena biayanya cukup mahal belum termasuk biaya kehidupan untuk bapak dan ibu bayi kembar yang ditanggung pihak rumah sakit," katanya.
Untuk saat ini, kata dia, RSUD Soetomo menanganu tiga pasang bayi kembar siam dari Banyuwangi, Kediri dan Surabaya.
Pewarta : Pewarta: Abdul Hakim
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
RSUD dr. Sadikin Pariaman rujuk bayi kembar siam dua kepala satu badan
22 September 2022 15:07 WIB, 2022
Kepala Staf TNI AD terharu operasi anak kembar siam dari prajurit berhasil
11 May 2022 15:40 WIB, 2022
Bayi kembar dengan dua kepala di satu tubuh di Palembang meninggal dunia
15 January 2022 17:11 WIB, 2022
Bayi kembar siam Aqila-Azila diisolasi selama seminggu selesai operasi
15 August 2019 15:24 WIB, 2019
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Kemdiktisaintek cari 30 SMA/MA untuk gabung program SMA Unggul Garuda Transformasi 2026
26 March 2026 19:30 WIB