Perindo akan dirikan BPR bantu usaha kecil
Minggu, 14 April 2013 9:05 WIB
Ilustrasi - hasil kerajinan usaha kecil menengah (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Organisasi kemasyarakatan Persatuan Indonesia (Perindo) berencana mendirikan bank perkreditan rakyat (BPR) yang diperuntukkan bagi usaha kecil, buruh dan petani dengan "margin" lebih murah.
"Marginnya 50 persen lebih murah dari bank pemerintah. Karena ini kegiatan sosial maka margin hanya untuk menutupi biaya operasional saja" kata Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.
Dia menjelaskan penyaluran pembiayaan itu selain diberikan langsung juga melalui koperasi-koperasi, seperti koperasi buruh, nelayan dan petani.
Menurut dia, koperasi yang ada di Indonesia harus terus didorong agar menghasilkan performa terbaik bagi kesejahteraan anggotanya dan lingkungan sekitar.
"Kami tidak akan pernah berhenti untuk membuat terobosan-terobosan untuk rakyat," katanya.
Ia juga menilai usaha kecil memiliki risiko lebih tinggi dibanding usaha korporasi yang bisa tawar menawar bunga.
Perindo, menurut Hary, akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan untuk peningkatan perekonomian masyarakat.
Dalam rilis tersebut diberikan gambaran bahwa industri perbankan saat ini mematok bunga sekitar 2-3 persen per bulan.
Lalu berdasarkan penelitian Bank Indonesia bahwa pelaku usaha mikro masih menanggung beban suku bunga pinjaman bank kredit mikro sekitar 30 persen per tahun sedangkan untuk korporasi antara 8-11 persen per tahun.
"Marginnya 50 persen lebih murah dari bank pemerintah. Karena ini kegiatan sosial maka margin hanya untuk menutupi biaya operasional saja" kata Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.
Dia menjelaskan penyaluran pembiayaan itu selain diberikan langsung juga melalui koperasi-koperasi, seperti koperasi buruh, nelayan dan petani.
Menurut dia, koperasi yang ada di Indonesia harus terus didorong agar menghasilkan performa terbaik bagi kesejahteraan anggotanya dan lingkungan sekitar.
"Kami tidak akan pernah berhenti untuk membuat terobosan-terobosan untuk rakyat," katanya.
Ia juga menilai usaha kecil memiliki risiko lebih tinggi dibanding usaha korporasi yang bisa tawar menawar bunga.
Perindo, menurut Hary, akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan untuk peningkatan perekonomian masyarakat.
Dalam rilis tersebut diberikan gambaran bahwa industri perbankan saat ini mematok bunga sekitar 2-3 persen per bulan.
Lalu berdasarkan penelitian Bank Indonesia bahwa pelaku usaha mikro masih menanggung beban suku bunga pinjaman bank kredit mikro sekitar 30 persen per tahun sedangkan untuk korporasi antara 8-11 persen per tahun.
Pewarta : Oleh: Imam Budilaksono
Editor : Yudi Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Semarakkan HUT RI ke-78, politikus Perindo Andi Asmara bagikan sembako murah
17 August 2023 16:24 WIB, 2023
Hari Bhayangkara Ke-76, Pengamat ingatkan Polri jangan bermain politik praktis
01 July 2022 10:55 WIB, 2022
Kejaksaan Agung kembali tetapkan satu tersangka korupsi Perum Perindo
28 October 2021 0:06 WIB, 2021
Kejaksaan Agung tetapan mantan Direktur Utama Perum Perindo sebagai tersangka
27 October 2021 22:13 WIB, 2021
Kejaksaan Agung tetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi Perum Perindo
21 October 2021 22:18 WIB, 2021
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB, 2025
Pusri tampilkan produk UMKM binaan di Pameran Produk Unggulan Sumsel 2025
03 July 2025 10:28 WIB, 2025