Pertamina gunakan lumpur beku tanggulangi semburan liar
Senin, 1 April 2013 19:17 WIB
Semburan liar (Antarasumsel.com/13/Feny Sely)
Prabumulih (ANTARA Sumsel) - Pertamina Eksplorasi dan Produksi berupaya menanggulangi semburan liar di Sumur pengeboran Talang Jimar, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Senin dengan menggunakan lumpur beku.
Manager Legal dan Relation Asset II Pertamina EP, Agustinus memaparkan lumpur beku yang disuntikkan di area semburan berjumlah 1.200 barel dan baru dilakukan pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Bahan yang digunakan tersebut merupakan lumpur yang kekentalannya melebihi lumpur pada umumnya.
"Persiapan injeksi ini menggunakan motor bergerak dengan harapan menekan semburan," katanya.
Untuk itu ia menjelaskan persiapan penyuntikan sendiri harus dilakukan dengan perhitungan yang sangat matang, sebab bila tidak cukup matang maka dikhawatirkan semburan akan terulang kembali.
Sumur pusat semburan sendiri dijelaskannya merupakan sumur ke 240 yang dibor, sementara ke 239 sumur sebelumnya sama sekali tidak ditemukan masalah.
Dari kedalaman 2.200 meter pengeboran semburan sendiri ditemukan pada kedalaman sekitar 300 meter yang kemudian mengeluarkan materi seperti pasir,lumpur, dan gas.
Dari pantauan lapangan semburan sendiri menunjukkan penurunan dibandingkan kondisi pada Minggu (31/3), namun ia tetap menghimbau masyarakat setempat untuk tidak menyalakan segala sesuatu yang dapat memicu api.
Masyarakat yang bermukim tidak jauh dari lokasi berinisiatif untuk mengungsi ke rumah sanak kerabatnya masing-masing sejak Minggu.
Sebagian warga lain terlihat mendatangi lingkungan sekitar lokasi untuk melihat ataupun mendengarkan suara semburan yang cukup bergemuruh.
Akses jalan sendiri sudah ditutup pihak Pertamina EP sejak Minggu dan dijaga ketat aparat pengamanan setempat.
Manager Legal dan Relation Asset II Pertamina EP, Agustinus memaparkan lumpur beku yang disuntikkan di area semburan berjumlah 1.200 barel dan baru dilakukan pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Bahan yang digunakan tersebut merupakan lumpur yang kekentalannya melebihi lumpur pada umumnya.
"Persiapan injeksi ini menggunakan motor bergerak dengan harapan menekan semburan," katanya.
Untuk itu ia menjelaskan persiapan penyuntikan sendiri harus dilakukan dengan perhitungan yang sangat matang, sebab bila tidak cukup matang maka dikhawatirkan semburan akan terulang kembali.
Sumur pusat semburan sendiri dijelaskannya merupakan sumur ke 240 yang dibor, sementara ke 239 sumur sebelumnya sama sekali tidak ditemukan masalah.
Dari kedalaman 2.200 meter pengeboran semburan sendiri ditemukan pada kedalaman sekitar 300 meter yang kemudian mengeluarkan materi seperti pasir,lumpur, dan gas.
Dari pantauan lapangan semburan sendiri menunjukkan penurunan dibandingkan kondisi pada Minggu (31/3), namun ia tetap menghimbau masyarakat setempat untuk tidak menyalakan segala sesuatu yang dapat memicu api.
Masyarakat yang bermukim tidak jauh dari lokasi berinisiatif untuk mengungsi ke rumah sanak kerabatnya masing-masing sejak Minggu.
Sebagian warga lain terlihat mendatangi lingkungan sekitar lokasi untuk melihat ataupun mendengarkan suara semburan yang cukup bergemuruh.
Akses jalan sendiri sudah ditutup pihak Pertamina EP sejak Minggu dan dijaga ketat aparat pengamanan setempat.
Pewarta : Oleh: Feny Selly
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rugikan negara Rp1,77 triliun, eks Direktur Gas Pertamina hadapi sidang tuntutan kasus LNG
13 April 2026 8:26 WIB
Pertamina Patra Niaga tebar promo spesial BBM dan Bright Gas selama Lebaran 2026
26 March 2026 19:43 WIB
Pertamina EP Ramba Sumsel jalin sinergi dengan Kejaksaan dan SKK perkuat perlindungan aset negara
28 January 2026 20:57 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Hadapi musim kemarau, Sinar Mas Agribusiness and Food perkuat kesiapsiagaan karhutla
08 April 2026 20:25 WIB
Perkuat sinergi komunitas, KLH gelar "Ruang Cerita Ramadhan" bersama para pemangku kepentingan
13 March 2026 19:25 WIB
Amankan 125 juta hektare kawasan hutan nasional, kuota polisi hutan ditambah 70 ribu personel
20 February 2026 4:39 WIB