
PGA laporkan letusan Marapi terekam pada seismograf 21,6 milimeter

Padang (ANTARA) - Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan letusan gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 21,6 milimeter.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Kamis, 26 Maret 2026 pukul 08.28 WIB dan berdurasi 27,4 detik," kata petugas PGA, Teguh Firmansyah di Padang, Kamis.
Dalam laporannya, Teguh menyebut tinggi kolom abu vulkanik akibat letusan gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut tidak teramati, karena tertutup awan. Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat untuk dipatuhi.
Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek). Kedua, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan atau musim hujan.
Kemudian, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif, serta tidak menyebarkan narasi bohong.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PGA laporkan letusan Marapi terekam pada seismograf 21,6 milimeter
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
