Kotoran gajah didaur menjadi kertas
Sabtu, 10 November 2012 9:10 WIB
Ilustrasi - Pabrik bubur kertas (pulp) (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaga mengapresiasi upaya yang dilakukan Taman Safari Indonesia dalam mendaur ulang kotoran gajah menjadi kertas.
"Saya mengapresiasi kreativitas Taman Safari ini dalam upaya melestarikan lingkungan," kata Balthasar, saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jumat.
Pendauran kotoran gajah menjadi kertas yang disebut 'Safari Poo Paper' itu, menurut Balthasar, harus terus dikembangkan. "Saya heran juga, kotoran gajah bisa dibuat jadi kertas, saya harap ini bisa terus dikembangkan," katanya.
Dengan adanya Safari Poo Paper ini, dia mengharapkan akan menggugah masyarakat untuk mencintai lingkungan.
Taman Safari Indonesia (TSI) terus berkomitmen dalam program edukasi yang berwawasan lingkungan, dan turut berupaya menyukseskan pola perilaku 3R (reuse, reduce, recycle). Bahkan sejak 1990, TSI telah memanfaatkan feses (kotoran) satwa menjadi kompos.
Sementara Safari Poo Paper merupakan proses daur ulang kertas yang berbeda dengan pabrik kertas pada umumnya, karena memanfaatkan feses gajah yang kemudian diolah menjadi kertas.
Setelah meresmikan Safari Poo Paper dengan menandatangani prasasti dan pengguntingan pita, Menteri berkesempatan meninjau fasilitas Pengolahan Kotoran Gajah Poo Paper & Composting.
Bersamaan dengan peresmian Safari Poo Paper, juga dilangsungkan penyerahan hadiah Lomba Foto Satwa Internasional 2012 dan Kemah Hijau Adiwiyata 2012. (ANT-A064)
"Saya mengapresiasi kreativitas Taman Safari ini dalam upaya melestarikan lingkungan," kata Balthasar, saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jumat.
Pendauran kotoran gajah menjadi kertas yang disebut 'Safari Poo Paper' itu, menurut Balthasar, harus terus dikembangkan. "Saya heran juga, kotoran gajah bisa dibuat jadi kertas, saya harap ini bisa terus dikembangkan," katanya.
Dengan adanya Safari Poo Paper ini, dia mengharapkan akan menggugah masyarakat untuk mencintai lingkungan.
Taman Safari Indonesia (TSI) terus berkomitmen dalam program edukasi yang berwawasan lingkungan, dan turut berupaya menyukseskan pola perilaku 3R (reuse, reduce, recycle). Bahkan sejak 1990, TSI telah memanfaatkan feses (kotoran) satwa menjadi kompos.
Sementara Safari Poo Paper merupakan proses daur ulang kertas yang berbeda dengan pabrik kertas pada umumnya, karena memanfaatkan feses gajah yang kemudian diolah menjadi kertas.
Setelah meresmikan Safari Poo Paper dengan menandatangani prasasti dan pengguntingan pita, Menteri berkesempatan meninjau fasilitas Pengolahan Kotoran Gajah Poo Paper & Composting.
Bersamaan dengan peresmian Safari Poo Paper, juga dilangsungkan penyerahan hadiah Lomba Foto Satwa Internasional 2012 dan Kemah Hijau Adiwiyata 2012. (ANT-A064)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
APKI dukung pasar karbon kehutanan untuk perkuat daya saing industri hijau indonesia
13 May 2026 12:36 WIB
APKI: Kebijakan tarif impor AS jadi tantangan bagi industri pulp dan kertas Indonesia
06 April 2025 13:48 WIB, 2025
APKI minta pemerintah tinjau ulang perubahan kebijakan devisa hasil ekspor yang berpotensi bebani pengusaha
25 January 2025 8:12 WIB, 2025
Berkontribusi ekspor capai 8,28 miliar dolar AS, industri pulp & kertas siap dukung pertumbuhan ekonomi nasional
13 January 2025 18:12 WIB, 2025
Kemenkumham Sumsel rapat teknis pengisian kertas kerja penilaian mandiri Maturitas SPIP
15 March 2024 18:17 WIB, 2024
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Jaga ekosistem laut, Pertamina Trans Kontinental tanam 512 terumbu karang di Sulawesi Utara
20 August 2026 7:24 WIB
Ubah limbah jadi bermanfaat, Kilang Plaju dorong Kelompok Proklim ciptakan produk bernilai
10 August 2026 22:42 WIB
Tim Gabungan berhasil kendalikan karhutla di Taman Nasional Gunung Rinjani NTB
09 August 2026 10:53 WIB
Pertamina Kilang Plaju kukuhkan kawasan siaga bencana dan gelar pelatihan mitigasi
02 August 2026 8:36 WIB
Pakar IPB imbau pemerintah antisipasi risiko karhutla terkait Super El Nino 2026--2027
28 July 2026 16:46 WIB
Peringati Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju rawat 21 ribu bibit mangrove di Banyuasin
26 July 2026 23:22 WIB