
Kilang Plaju Pertamina komitmen lestarikan Rusa Sambar hingga Mangrove

Jakarta (ANTARA) - PT Kilang Pertamina Internasional RU III Plaju (Kilang Plaju), Palembang, konsisten melakukan berbagai upaya pelestarian lingkungan mulai dari perawatan satwa langka, budidaya ikan lokal, penanaman pohon, hingga rehabilitasi ekosistem pesisir di Sumatera Selatan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju Siti Fauzia menyatakan bahwa konservasi lingkungan memerlukan komitmen jangka panjang serta kolaborasi lintas sektor.
“Merawat alam pada dasarnya adalah menjaga keseimbangan. Konservasi bagi kami bukan sekadar menjalankan program, melainkan memastikan keberlanjutan manfaatnya bagi generasi mendatang,” kata Siti Fauzia di Palembang, Rabu.
Langkah ini sejalan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) pada 10 Agustus 2026 yang mengusung tema “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia” sebagai wujud penyelarasan antara kegiatan industri dan kelestarian ekosistem.
Salah satu fokus utama konservasi yakni perlindungan rusa sambar (Cervus unicolor) di kawasan penangkaran Sungai Gerong, Palembang. Satwa berstatus rentan (vulnerable) tersebut saat ini berjumlah 12 ekor, terdiri atas empat ekor jantan, enam ekor betina, dan dua ekor anakan.
Selain itu, Kilang Plaju memfasilitasi konservasi ikan belida di Kampus C Universitas PGRI Palembang. Kilang Plaju memelihara dua jenis spesies belida, yakni belida lopis (Chitala lopis) sebanyak lima ekor induk dan 40 ekor benih, serta belida jawa (Notopterus notopterus) sebanyak 22 ekor induk.

Upaya pelestarian ikan belida ini ditujukan untuk mempertahankan populasi ikan endemik sekaligus menjadi sarana edukasi dan peluang pengembangan budidaya perikanan bagi masyarakat sekitar.
Untuk mendukung keberadaan ruang terbuka hijau, Kilang Plaju mengelola area penghijauan seluas 212,83 hektare yang tersebar di kompleks Kilang Plaju, Kilang Sungai Gerong, Perumahan Pertamina, hingga Lapangan Golf Bagus Kuning.
Di kawasan pesisir, Kilang Plaju berkolaborasi dengan RDMP Project Sumatera menanam 21.000 bibit mangrove sejak 2023 di Perhutanan Sosial Hutan Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin. Pertumbuhan mangrove dipantau secara berkala guna mencegah abrasi, menyediakan habitat biota laut, dan menyerap emisi karbon.
Pertumbuhan mangrove dipantau secara berkala guna mencegah abrasi, menyediakan habitat biota laut, dan menyerap emisi karbon.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat, pemerintah, dan akademisi menjadi kunci agar kegiatan perlindungan lingkungan berkembang menjadi gerakan bersama.
Langkah ini sekaligus mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional bisnis perusahaan secara bertanggung jawab.

Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
