Perairan laut Indonesia menyimpan 500.000 kapal karam
Kamis, 8 November 2012 16:32 WIB
Ilustrasi- Pencarian korban kapal tenggelam (FOTO ANTARA)
Tanjungpandan, Belitung (ANTARA Sumsel) - Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementrian Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olah raga, Surya Helmi mengatakan sekitar 500.000 kapal karam berada disejumlah kawasan perairan laut Indonesia.
"Menurut data UNESCO, setidaknya ada lima juta kapal karam di seluruh dunia dan 10 persennya ada di Indonesia," kata Surya Helmi di sela-sela Rapat Koordinasi Sinkronisasi Percepatan Pembangunan Museum Maritim di Tanjungpandan, Belitung, Rabu.
Helmi menjelaskan, Indonesia sangat kaya akan cagar budaya bawah laut yang harus dilindungi.
"Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, pemerintah akan memberi sanksi berat bagi siapa saja yang melakukan tindak pidana pemindahan atau perusakan Cabar Budaya Indonesia," kata Helmi.
Oleh sebab itu, Helmi meminta nelayan untuk tidak sembarangan mengambil benda-benda dari dalam laut tanpa lebih dulu melaporkannya pada pemerintah.
Pelanggaran terhadap Undang-Undang tersebut akan dikenai sanksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.
Senada dengan Surya, Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia, Dedy H Sutisna menyebutkan potensi ekonomi Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT) senilai 1,1 miliar dolar Amerika.
"Diperkirakan ada 700 hingga 800 titik potensi BMKT tapi baru 463 titik yang teridentifikasi," kata Dedy.
Sementara itu, seorang peneliti asal Jepang, Profesor Akifumi Iwabuchi mengatakan Indonesia sangat berpotensi mengembangkan taman budaya bawah air karena banyak terdapat benda-benda bernilai arkeologis di laut.
"Misalnya saja Belitung, ada dua buah kapal karam yang sangat berharga tapi sayangnya benda-benda arkeologisnya sudah dijarah yakni kapal dari dinasti Tang dan kapal Tek Sing," kata Prof. Akifumi.
Prof. Akifumi menjelaskan, dengan teknologi yang tepat penelitian lebih lanjut, taman budaya bawah air dapat dikembangkan di Indonesia. (ANT-I027)
"Menurut data UNESCO, setidaknya ada lima juta kapal karam di seluruh dunia dan 10 persennya ada di Indonesia," kata Surya Helmi di sela-sela Rapat Koordinasi Sinkronisasi Percepatan Pembangunan Museum Maritim di Tanjungpandan, Belitung, Rabu.
Helmi menjelaskan, Indonesia sangat kaya akan cagar budaya bawah laut yang harus dilindungi.
"Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, pemerintah akan memberi sanksi berat bagi siapa saja yang melakukan tindak pidana pemindahan atau perusakan Cabar Budaya Indonesia," kata Helmi.
Oleh sebab itu, Helmi meminta nelayan untuk tidak sembarangan mengambil benda-benda dari dalam laut tanpa lebih dulu melaporkannya pada pemerintah.
Pelanggaran terhadap Undang-Undang tersebut akan dikenai sanksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.
Senada dengan Surya, Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia, Dedy H Sutisna menyebutkan potensi ekonomi Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT) senilai 1,1 miliar dolar Amerika.
"Diperkirakan ada 700 hingga 800 titik potensi BMKT tapi baru 463 titik yang teridentifikasi," kata Dedy.
Sementara itu, seorang peneliti asal Jepang, Profesor Akifumi Iwabuchi mengatakan Indonesia sangat berpotensi mengembangkan taman budaya bawah air karena banyak terdapat benda-benda bernilai arkeologis di laut.
"Misalnya saja Belitung, ada dua buah kapal karam yang sangat berharga tapi sayangnya benda-benda arkeologisnya sudah dijarah yakni kapal dari dinasti Tang dan kapal Tek Sing," kata Prof. Akifumi.
Prof. Akifumi menjelaskan, dengan teknologi yang tepat penelitian lebih lanjut, taman budaya bawah air dapat dikembangkan di Indonesia. (ANT-I027)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Waspada! BMKG beri peringatan hujan petir di perairan Sungai Musi hari Ini
06 February 2026 13:22 WIB
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB
KSOP Palembang tutup lalu lintas kapal di perairan Jembatan Lalan Musi Banyuasin
14 January 2026 6:50 WIB
BMKG ingatkan warga kawasan perairan kemungkinan gelombang tinggi hingga 3 Agustus
31 July 2025 6:02 WIB
Seluruh penumpang KM Barcelona yang terbakar di perairan Manado sudah dievakuasi
20 July 2025 20:43 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB