Palembang (ANTARA Sumsel) - Produk olahan nanas dari Kota Prabumulih ternyata berpeluang menembus pasar nasional melalui pendekatan "On Village One Product", kata Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi Christina Agustin.

"Produk "On Village One Product" (OVOP) olahan nanas ini bisa maju bahkan bukan hanya menembus pasar nasional tapi Asean asalkan terdapat suatu gerakan bersama untuk membuat masyarakat setempat mandiri," kata Christin seusai menjadi pembicara pada pelatihan keterampilan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) dalam pengelolaan produk unggulan desa dengan pendekatan OVOP di Palembang, Rabu.

Pelatihan yang berlangsung, 30-31 Oktober itu diikuti dua koperasi olahan nanas asal Prabumulih dengan peserta 30 orang.

Ia memiliki keyakinan karena Kota Prabumulih memiliki Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia untuk mengembangkan produk olahan nanas itu menjadi layak jual.

Selain itu, ia menilai pemerintah kata setempat juga memberikan dukungan.

"Bukan tidak mungkin olahan nanas asal Prabumulih ini bakal menjadi percontohan di Indonesia," ujarnya.

Untuk itu, perlu diadakan perbaikan kualitas serta pengemasan produk mengingat koperasi masih mengemas dodol, keripik, dan manisan secara sederhana.

"Sebaiknya dikemas dengan unik dan menarik sehingga kekhasan produk itu sangat terasa, dan lebih mudah populer jika dipasarkan secara nasional," katanya.

Selain mendorong secara langsung dengan memberikan penyuluhan, menurutnya, Kementerian Koperasi juga melakukan pendampingan dari pembuatan hingga pemasaran produk.

Pihaknya juga memberikan bantuan sebesar Rp100 juta kepada koperasi yang layak diberikan bantuan itu.

"Sementara ini, sejumlah koperasi olahan nanas di Prabumulih hanya memasarkan di Sumsel. Ke depan akan dipasarkan ke galeri UKM dan Pavilium Provinsi Kementerian Koperasi," ujarnya.

Pemerintah RI memiliki program OVOP atau program satu desa satu produk unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggali potensi desa, dan menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki produk unggulan.

"Target OVOP tahun 2014 nanti menembus seluruh Indonesia. Sementara ini pencapaian sudah 50 persen," katanya.(Doly)